Jalur Kereta Api Terdampak Banjir Sumatra, PT KAI Percepat Perbaikan
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melakukan rehabilitasi jalur kereta api terdampak bencana banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. ANTARA/HO-Humas Kemenhub
MerahPutih.com - Banjir bandang di Sumatra telah membuat kerusakan infrastruktur perhubungan. Selain jalan, juga rel kereta api di wilayah Sumatra.
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melakukan rehabilitasi jalur kereta api terdampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara untuk memulihkan konektivitas transportasi serta memastikan layanan mobilitas masyarakat kembali berjalan optimal dan lancar.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono mengatakan, terus memantau kondisi di titik-titik rawan bencana yang terdampak banjir dan tanah longsor di tiga provinsi tersebut.
"Upaya rehabilitasi ruas-ruas jalur terdampak dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan lingkungan sekitar demi memastikan keselamatan para pekerja," kaya Allan dalam keterangan di Jakarta, Minggu (1/12).
Baca juga:
Banjir Bandang di Sumatra, Presiden Perintahkan Pemda Siap Hadapi Perubahan Iklim
Adapun ruas-ruas jalur kereta api yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencakup petak jalur Stasiun Muara Satu - Stasiun Krueng Geukueh - Stasiun Bungkaih - Stasiun Krueng Mane.
Kemudian Stasiun Krueng Mane - Stasiun Gerugok - Stasiun Kutablang; Bandar Tinggi - Kuala Tanjung; Medan - Binjai; serta beberapa ruas jalur di Kota Pariaman.
Ia menuturkan, sebagian jalur terdampak longsor cukup parah, dan beberapa ruas seperti di Pariaman sempat terendam air banjir.
"Kami terus mengupayakan komunikasi dengan teman-teman di lokasi untuk memastikan keamanan mereka sebelum memutuskan untuk melanjutkan proses rehabilitasi,” ujar Allan.
Sebagai upaya tindak lanjut sementara, DJKA bersama pemangku kepentingan terkait telah menerjunkan alat berat dan material berupa rel bekas untuk meminimalisir dampak banjir dan longsor.
Hingga saat ini beberapa ruas terdampak masih perlu dilakukan rehabilitasi lebih lanjut sembari menunggu cuaca yang lebih kondusif.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Banjir Pekalongan Surut, Jalur KA Pantura Dibuka Lagi Kecepatan Maksimal 10 Km/jam
Tanggul Kalimalang Jebol, Jasa Tirta II Matikan 3 Pompa Air Bendung Curug
88 Ribu Penumpang Gunakan Kereta Api dari Daop 1 Jakarta Selama Libur Akhir Pekan Isra Mikraj, Yogyakarta Masuk Tujuan Tertinggi
PT KAI Tutup 316 Perlintasan Sebidang Sepanjang 2025, Masyarakat Diminta Berhenti 'Adu Nasib' dengan Kereta Api
PT KAI Alihkan Rute Kereta Api ke Jalur Selatan Buntut Banjir di Pekalongan, Lokomotif Khusus BB 304 Dikerahkan
Hari Pertama Libur Panjang Isra Mikraj, Tingkat Okupansi Kereta Api Tembus 112,5%
Total Kerusakan dan Kerugian Bencana Alam di Sumbar Capai Rp 33,5 Triliun
Sejumlah Perjalanan Kereta Api ‘Ngaret’ sampai 2,5 Jam Pasca Rel Terendam Banjir di Pantura Jawa Tengah
PT KAI Lakukan 52 Penertiban Bangunan Liar Dekat Jalur Kereta
1.790 Pasukan Orange Disiagakan Angkut Sampah Bekas Banjir