166,15 Juta Orang Gunakan Layanan Urban Listrik KAI Group, Pangkas Emisi Karbon dengan Transportasi Ramah Lingkungan

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 14 Juni 2026
166,15 Juta Orang Gunakan Layanan Urban Listrik KAI Group, Pangkas Emisi Karbon dengan Transportasi Ramah Lingkungan

Rencana KAI Commuter Operasikan KRL 12 Gerbong di Jalur Green Line pada Tahun 2027

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - MOBILITAS urban terus meningkat seiring dengan semakin padatnya aktivitas masyarakat di wilayah perkotaan. Perjalanan menuju tempat kerja, sekolah, pusat bisnis, kawasan pendidikan, bandara, hingga ruang publik membutuhkan transportasi yang mampu melayani banyak orang, terjadwal, dan lebih ramah lingkungan.

Dalam konteks tersebut, layanan urban berbasis listrik KAI Group menjadi bagian penting dari mobilitas perkotaan modern. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan LRT Jabodebek, Commuter Line Jabodetabek, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, Commuter Line Yogyakarta, dan LRT Sumsel melayani total 166.154.342 pelanggan.

Vice President of Corporate Communication of KAI Anne Purba menyampaikan layanan berbasis listrik memiliki peran penting dalam menjawab kebutuhan transportasi perkotaan yang efisien, terintegrasi, dan rendah emisi.

"Kereta listrik perkotaan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Perjalanan menjadi lebih terukur, kapasitas layanan besar, dan emisi yang dihasilkan per pelanggan jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan kendaraan pribadi," ujar Anne, Sabtu (13/6).

Pada layanan perkotaan modern, LRT Jabodebek melayani 13.211.856 pelanggan sepanjang Januari hingga Mei 2026. Angka tersebut meningkat 23,16 persen ketimbang periode yang sama pada 2025 yakni sebanyak 10.727.798 pelanggan.

Baca juga:

KAI Susun Strategi Net Zero Emission, Targetkan Emisi Nol Bersih pada 2060


Dari sisi lingkungan, LRT Jabodebek menghasilkan emisi sekitar 15 gram CO2e per penumpang per kilometer. Angka itu lebih rendah ketimbang sepeda motor yang mencapai sekitar 37 gram CO2e per penumpang per kilometer. Dengan perbandingan tersebut, emisi sepeda motor sekitar 146,67 persen lebih tinggi daripada LRT Jabodebek, atau LRT Jabodebek menghasilkan emisi sekitar 59,46 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan sepeda motor.

Kontribusi terbesar layanan urban berbasis listrik KAI Group berasal dari Commuter Line Jabodetabek yang melayani 146.259.555 pelanggan pada Januari hingga Mei 2026. Jumlah tersebut meningkat 5,81 persen jika dibandingkan dengan Januari hingga Mei 2025 sebanyak 138.227.725 pelanggan.

Commuter Line menjadi tulang punggung mobilitas harian di Jabodetabek karena melayani perjalanan masyarakat dari kawasan permukiman menuju pusat aktivitas ekonomi. Dengan kapasitas layanan besar dan jadwal yang intensif, Commuter Line membantu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi di wilayah aglomerasi.

Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Commuter Line menghasilkan emisi sekitar 34,03 gram CO2 per penumpang-kilometer. Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan mobil yang menghasilkan sekitar 42 gram CO2 per penumpang-kilometer dengan asumsi empat orang per mobil.

Selain Jabodetabek, layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta juga berperan dalam memperkuat konektivitas menuju simpul transportasi udara. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta melayani 1.013.574 pelanggan, meningkat 14,78 persen jika dibanding dengan periode yang sama pada 2025 sebanyak 883.065 pelanggan.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, Commuter Line Yogyakarta melayani 3.854.340 pelanggan pada Januari hingga Mei 2026. Jumlah tersebut naik 7,88 persen ketimbang Januari hingga Mei 2025 sebanyak 3.572.727 pelanggan. "Layanan ini mendukung pergerakan masyarakat di lintas Yogyakarta–Solo yang terhubung dengan kawasan pendidikan, perdagangan, pariwisata, dan pusat aktivitas harian," urainya.

Sementara itu, LRT Sumsel melayani 1.815.017 pelanggan sepanjang Januari hingga Mei 2026. Sebagai sistem angkutan rel perkotaan pertama di Sumatra, LRT Sumsel berperan menghubungkan berbagai pusat aktivitas di Kota Palembang, mulai dari kawasan permukiman, pusat bisnis, perkantoran, perguruan tinggi, kompleks olahraga Jakabaring, hingga Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II. LRT Sumsel menggunakan tenaga listrik dengan sistem Listrik Aliran Bawah atau third rail bertegangan 750 V DC yang disuplai dari gardu listrik. Sistem ini membuat operasional LRT Sumsel bebas emisi gas buang langsung selama perjalanan karena sarana digerakkan motor listrik.

Berdasarkan perhitungan sederhana, bila setiap pelanggan layanan urban berbasis listrik KAI Group menempuh rata-rata 10 kilometer perjalanan, layanan LRT Jabodebek, Commuter Line, dan LRT Sumsel pada Januari hingga Mei 2026 dapat membantu mengurangi emisi sekitar 15.350 ton CO₂e jika dibandingkan dengan penggunaan kendaraan pribadi. Perhitungan ini menggunakan data jumlah pelanggan dan faktor emisi transportasi yang tersedia.

Anne menambahkan penguatan transportasi urban berbasis listrik menjadi bagian dari upaya KAI Group dalam mendukung mobilitas rendah emisi di perkotaan.

"Setiap pelanggan yang beralih ke transportasi publik berbasis listrik ikut membantu menekan beban emisi transportasi harian. Oleh karena itu, KAI Group terus memperkuat layanan urban agar semakin mudah diakses, nyaman digunakan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan," tutupnya. (Asp).


#PT KAI #Transportasi #Kereta Api
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
KAI Daur Ulang 2.997,99 Ton Limbah, Material Kereta Pensiun Kembali Masuk Industri
KAI mengelola 2.997,99 ton limbah sepanjang 2025 melalui skema guna ulang dan daur ulang. Material kereta pensiun seperti besi, baja, dan logam kembali dimanfaatkan industri.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 06 Agustus 2026
KAI Daur Ulang 2.997,99 Ton Limbah, Material Kereta Pensiun Kembali Masuk Industri
Indonesia
Penumpang Commuter Line Tembus 210,47 Juta hingga Juli 2026, Mobilitas Jabodetabek Makin Tinggi
KRL Jabodetabek mencatat 210,47 juta pelanggan sepanjang Januari–Juli 2026, naik 6,39 persen. Lintas Cikarang menjadi salah satu jalur dengan pertumbuhan penumpang tercepat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 06 Agustus 2026
Penumpang Commuter Line Tembus 210,47 Juta hingga Juli 2026, Mobilitas Jabodetabek Makin Tinggi
Indonesia
Total 6 Kereta Api Terpaksa Berhenti Darurat Akibat Gempa Pangandaran
Gempa magnitudo 5,3 di Pangandaran memaksa KAI Daop 2 Bandung menghentikan enam perjalanan kereta api.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Total 6 Kereta Api Terpaksa Berhenti Darurat Akibat Gempa Pangandaran
Indonesia
Demi Keselamatan, KA Siliwangi Terpaksa Berhenti Akibat Gempa Pangandaran
Gempa magnitudo 5,3 di Pangandaran memaksa KAI Daop 2 Bandung menghentikan perjalanan KA Siliwangi.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Demi Keselamatan, KA Siliwangi Terpaksa Berhenti Akibat Gempa Pangandaran
Indonesia
Dishub Jakarta Buka Layanan Call Center 24 Jam, Ada Keluhan Tinggal Hubungi 1500813
Call Center Dishub DKI Jakarta 1500813 akan diluncurkan pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, Minggu, 9 Agustus 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Agustus 2026
Dishub Jakarta Buka Layanan Call Center 24 Jam, Ada Keluhan Tinggal Hubungi 1500813
Indonesia
INKA Dapat Kucuran Data USD 8,5 Juta Buat Ekspor Gerbong ke Selandia Baru
Ekspor wagon ke Selandia Baru membuktikan bahwa produk industri nasional mampu memenuhi standar internasional yang ketat
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
INKA Dapat Kucuran Data USD 8,5 Juta Buat Ekspor Gerbong ke Selandia Baru
Indonesia
Bukan Cuma Jakarta, MTI Minta Pemprov Banten Sediakan Transportasi ke Bandara Soetta
MTI mendesak Pemprov Banten untuk menyediakan transportasi ke Bandara Soetta. Sebab, Banten dinilai bergantung dengan Jakarta.
Soffi Amira - Senin, 03 Agustus 2026
Bukan Cuma Jakarta, MTI Minta Pemprov Banten Sediakan Transportasi ke Bandara Soetta
Indonesia
KAI Catat Lebih dari 35 Ribu Penumpang Manfaatkan Kereta Petani dan Pedagang
Sepanjang periode Januari hingga 29 Juli 2026 saja, Kereta Petani dan Pedagang di lintas Rangkasbitung–Merak telah melayani 31.546 pelanggan.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
KAI Catat Lebih dari 35 Ribu Penumpang Manfaatkan Kereta Petani dan Pedagang
Indonesia
Nusantara Explorer Hadir atas Perintah Presiden Prabowo
Nusantara Explorer jadi bagian dari upaya memperkuat pariwisata nasional melalui moda transportasi berbasis rel.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Nusantara Explorer Hadir atas Perintah Presiden Prabowo
Indonesia
Presiden Prabowo Ingin Bangun Jalur Kereta Api Lampung-Aceh hingga Trans-Kalimantan, Siap Investasi Besar-Besaran
Menurut Prabowo, kereta api merupakan instrumen sesungguhnya dalam demokratisasi ekonomi.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Presiden Prabowo Ingin Bangun Jalur Kereta Api Lampung-Aceh hingga Trans-Kalimantan, Siap Investasi Besar-Besaran
Bagikan