Jalan Kaki Baik untuk Kesehatan Jantung dan Turunkan Berat Badan
Segera mulai rutin jalan kaki. (Foto: Unsplash/Arek Adeoye)
MerahPutih.com - Mencegah lebih baik daripada mengobati. Bagi kamu yang ingin terhindar dari penyakit jantung, rutin jalan kaki dapat mewujudkannya. Jalan kaki memiliki manfaat besar untuk kesehatan jantung.
Seperti dilansir Men's Health, sebuah studi yang dipublikasikan di Circulation mendukung bahwa melakukan aktivitas fisik sedang seperti berjalan kaki memiliki manfaat yang signifikan bagi kesehatan jantung.
Dalam penelitian tersebut, peserta yang berolahraga sedang selama 150 hingga 299 menit per minggu menunjukkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 19 persen hingga 25 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukannya.
Sementara itu, mereka yang rutin melakukan jalan kaki 300 hingga 599 menit per minggu mengalami pengurangan risiko kematian tambahan, meskipun tingkat yang lebih tinggi di atas ini tidak menunjukkan manfaat atau bahaya lebih lanjut.
Baca juga:
Jalan Kaki Baik untuk Kesehatan, Terapkan 3 Cara ini Biar Makin Optimal
Olahraga berat memang menunjukkan manfaat lebih lanjut untuk kesehatan jantung. Namun, berjalan kaki adalah awal yang baik untuk memulai gaya hidup sehat.
Selain itu, jalan kaki juga berperan besar untuk menurunkan berat badan. Penurunan berat badan sebagian besar disebabkan oleh terciptanya defisit energi dengan lebih banyak kalori dibakar daripada yang dikonsumsi.
Berjalan kaki merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan pengeluaran energi. Sebuah tinjauan yang diterbitkan dalam Journal of Physical Activity and Health menyimpulkan bahwa berjalan cepat dapat menciptakan penurunan berat badan, BMI, lingkar pinggang, dan massa lemak yang signifikan. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya