MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menambahkan 20 truk baru untuk membantu mengurangi gunungan sampah di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan volume sampah yang sempat menumpuk di beberapa titik Pasar Kramat Jati mulai berangsur menyusut.
"Bahwa belum semuanya terselesaikan, iya. Contohnya yang di Kramat Jati, kemarin secara khusus kami tambah 20 truk baru untuk mengurangi itu. Mungkin perlu waktu sebentar lagi akan terselesaikan," kata Pramono, Kamis (2/3).
Pasalnya, kondisi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat juga belum sepenuhnya normal.
Baca juga:
Jakarta Siapkan 3 PLTSa, Gunungan Sampah Bantargebang 54 Juta Ton Jadi Sorotan
Pramono menyebut operasional di salah satu zona masih mengalami keterbatasan.
"Untuk Bantargebang, memang belum normal. Zona 4A itu belum normal," ungkapnya.
Meski demikian, ia memastikan pembatasan yang sempat diberlakukan kini mulai dilonggarkan secara bertahap. Volume sampah yang masuk juga disebut menunjukkan tren penurunan.
"Intinya belum normal, tapi sudah menurun. Memang masih ada pembatasan, tapi kondisinya jauh lebih baik," tuturnya. (Asp).