Jaga Kesehatan Tubuh di Tengah Cuaca Panas

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Rabu, 15 Juni 2022
Jaga Kesehatan Tubuh di Tengah Cuaca Panas

Sebisa mungkin hindari beraktivitas di saat teriknya matahari. (Foto: Unsplash/mosi knife)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KALAU kamu merasa belakangan ini cuaca cukup panas, sebaiknya jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan tubuh. Bahkan, situasi ini juga dapat memicu masalah kesehatan fisik dan mental, lo.

Terpapar panas dalam waktu yang lama dapat membuat suhu tubuh meningkat. Pada kondisi ini, tubuh akan secara alami mengeluarkan keringat sebagai cara untuk mendinginkan diri.

Jika paparan suhu panas di luar batas toleransi tubuh, maka dapat memicu heatstroke yang gejalanya berupa sakit kepala, kulit memerah, dan jantung berdebar.

Supaya terhindari dari dampak buruk akibat cuaca panas, kamu dianjurkan menjaga kesehatan tubuh dengan cara mencukupi kebutuhan cairan harian. Mengutip laman Alodokter, minumlah air putih sebanyak dua sampai tiga liter per hari akan membuat tubuhmu terhidrasi meski cuaca sedang panas terik.

Baca juga:

Dobel Manfaat Berenang di Cuaca Panas

Jaga Kesehatan Tubuh di Tengah Cuaca Panas
Jangan lupa gunakan tabir surya. (Foto: Unsplash/BATCH by Wisconsin Hemp Scientific)

Selain air putih, kamu juga bisa mengonsumsi buah tinggi air dan air kelapa yang bisa membantu menyejukkan tubuh saat hawa panas. Kamu disarankan membatasi minuman berkafein, seperti teh dan kopi, serta yang tinggi gula.

Cara yang kedua adalah jangan lupa untuk menggunakan tabir surya, baik itu saat cuaca panas, mendung, atau bahkan hujan. Skincare ini melindungi kulitmu dari bahaya sinar UV yang dapat menyebabkan kulit terbakar dan memicu penuaan dini.

Pilih tabir surya dengan sun protection factor (SPF) minimal 30. Oleskan kembali setiap dua jam atau lebih sering jika kamu sedang beraktivitas di bawah terik matahari.

Baca juga:

Diet Harus Sesuai dengan Kondisi Kesehatan Tubuh

Jaga Kesehatan Tubuh di Tengah Cuaca Panas
Hindari mengenakan baju warna hitam. (Foto: Unsplash/Meysam Jarahkar)

Jangan lupa juga untuk menggunakan pakaian yang tertutup, seperti lengan panjang dan celana panjang. Hindari baju berwarna gelap, karena warna ini menyerap panas dan hanya akan membuatmu semakin kepanasan.

Lebih baik menggunakan pakaian berwarna cerah, longgar, dan berbahan lembut, seperti poliester, rayon, dan katun. Jangan lupa juga pakai topi dan kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan guna melindungi mata dan kulit wajah dari paparan sinar matahari.

Seringkali, cuaca panas membuat nafsu makan menurun. Nah, agar tetap berenergi, kamu bisa mengonsumsi makanan ringan dalam porsi kecil tapi lebih sering. Pilihlah snack yang kaya akan protein, seperti yoghurt, kuaci, hazelnut, walnut, atau kacang mete.

Terakhir, sebisa mungkin hindari beraktivitas di luar ruangan saat panas matahari sedang terik-teriknya, yakni pukul 10-14. Jika tidak memungkinkan, kamu bisa menyiasatinya dengan sering-sering berteduh ditempat yang sejuk. (and)

Baca juga:

Cuaca Panas Menyengat, Jangan Lupa Sunscreen

#Kesehatan #Cuaca Panas #Udara Panas
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Berita Foto
Jakarta Makin Gerah, Ini Penjelasan BMKG soal Kondisi Cuaca
Sejumlah pejalan kaki memakai payung saat beraktivitas di Kawasan Dukuh Atas, Bundaran HI, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 21 Oktober 2026
Jakarta Makin Gerah, Ini Penjelasan BMKG soal Kondisi Cuaca
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Dunia
Cuaca Panas Ekstrem Bahayakan Ibu Hamil dan Newborn
suhu panas ekstrem yang terjadi selama kehamilan makin terikat dengan kelahiran prematur, bayi lahir mati, berat rendah, serta komplikasi maternal pada ibu.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
  Cuaca Panas Ekstrem Bahayakan Ibu Hamil dan Newborn
Bagikan