Travel

Jaga Kesehatan Pencernaan saat Melancong

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 04 Agustus 2022
Jaga Kesehatan Pencernaan saat Melancong

Cara menjaga agar kesehatan pencernaan tetap baik selama traveling. (Foto: Pexels/Andrei Tanase)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MELANCONG merupakan hal yang sangat menyenangkan. Namun, kesehatan diri sendiri biasanya tidak menjadi prioritas dan fokus utama saat melancong, apalagi kalau sudah mencicipi beragam kuliner khas di tempat tujuan kamu.

Menurut ahli gastroenterologi di NewYork-Presbyterian dan Columbia University Medical Center Shilpa Ravella waktu melancong bisa jadi saat tersibuk bagi seseorang. Orang akan sibuk mencoba berbagai kuliner baru dan kurang mengonsumsi makanan sehat, sehingga menyebabkan kesehatan pencernaan jadi sedikit terganggu.

Baca Juga:

Melancong Jangan Lupa Bawa Kotak P3K

Oleh karena itu, seperti dilansir healthline, ada beberapa tips untuk menjaga kesehatan pencernaan agar hari liburan tetap menyenangkan, antara lain:

1. Jangan makan terlalu banyak

Salah satu bagian menyenangkan dari melancong adalah mencoba berbagai makanan dan minuman baru yang tak ada di tempat lain. Nah, ternyata hal ini cenderung membuat seseorang makan terlalu banyak atau overeating. Ravella menjelaskan overeating bisa membuat organ pencernaan melebar dan berpotensi mendapatkan penanganan medis karena sembelit.

Overeat dapat menyebabkan perut mudah sakit. (Foto: Pexels/Adrienn)

2. Tetap mengonsumsi makanan berserat

Mendapatkan makanan yang sehat sesuai kebutuhan tubuh bisa jadi agak sulit di daerah asing. Namun, usahakan tetap mengonsumsi sayur dan buah-buahan agar organ pencernaan bisa memproses makanan lebih mudah. Jika susah menemukan pasar di sana, kamu bisa menyiasatinya dengan memesan makanan mengandung sayur, buah, kacang, dan biji-bijian.

3. Minum air dengan cukup

Kurangnya cairan dalam tubuh dapat meningkatkan risiko konstipasi. Tentunya kamu tidak mau menghabiskan waktu liburan dengan sakit perut, kan? Untuk itu, pastikan asupan air mineral tetap cukup setiap hari. Pastikan juga air yang diminum bersih dari bakteri dan kotoran supaya tidak menganggu kesehatan organ pencernaan. Jika takut sulit menemukan minum, kamu bisa membawa botol minum sendiri.

Baca Juga:

Packing Jangan Berlebihan saat Melancong

4. Bawa sejumlah obat-obatan

Kondisi kesehatan seseorang tentu berbeda-beda. Untuk itu, penting memahami diri sendiri dan kebutuhan obat-obatan sebelum bepergian. Kamu bisa membawa obat-obatan umum untuk mengatasi beberapa gejala ringan seperti heartburn, sakit perut, dan pusing. Pada orang dengan kondisi kesehatan yang lebih buruk, obat-obatannya bisa disesuaikan.

Makanan beserat dapat membantumu menghindari sembelit. (Foto: Pexels/Jill Wellington)

5. Rajin mencuci tangan

Mencuci tangan penting untuk menjaga diri dari masuknya bakteri dan virus, terutama di masa pandemi seperti ini. Gunakan sabun dan air mengalir saat mencuci tangan. Pastikan juga kamu mencuci tangan selama minimal 20 detik sesuai anjuran WHO. Cuci tangan dari ujung jari sampai ke pergelangan tangan supaya kebersihannya tetap terjaga. (mcl)

Baca Juga:

Hindari Melakukan Ini agar Pengalaman Melancong Maksimal

#Kesehatan #Travel
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan