Jadi Terlapor, Polisi Tidak Istimewakan Kaesang
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Argo Yuwono. (MP/John Abimanyu)
Polda Metro Jaya memastikan akan bersikap profesional dalam penanganan kasus dugaan penodaan agama dan ujaran kebencian dengan terlapor anak bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep. Kepolisian tidak akan mengistimewakan Kaesang meskipun ia putra orang nomor satu di Republik ini.
"Biasa aja. Gak masalah, kita lakukan penyelidikan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (5/7).
Argo menegaskan, tak akan mengistimewakan penyelidikan kasus ini hanya karena terlapor adalah anak seorang presiden. Kaesang sendiri nantinya akan diperiksa penyidik. Selain Kaesang, pihak pelapor juga akan dimintai keterangan.
"Namanya juga ada laporan ya kita terima. Kita lakukan penyelidikan, apakah itu masuk unsur pidana apa tidak," ucap Argo.
Selain pelapor dan terlapor, penyidik juga akan memanggil saksi ahli untuk melihat apakah ada tindak pidana dalam laporan yang dibuat Muhammad Hidayat.
"Itu nanti ada ahli yang akan menyampaikan apakah masuk (pidana) atau tidak," jelas Argo.
Sebelumnya, Kaesang dilaporkan oleh warga Bekasi bernama Muhammad Hidayat S ke Polres Metro Bekasi Kota atas tuduhan tindak pidana penodaan agama dan ujaran kebencian melalui media sosial.
Merahputih.com mencoba menelusuri video yang dijadikan dasar laporan oleh Hidayat di laman Youtube. Dalam sebuah video yang di-upload pada 27 Mei 2017, ditemukan video milik Kaesang Pangarep, anak bungsu Presiden Jokowi.
Video berdurasi 2 menit 41 detik itu memperlihatkan Kaesang tengah duduk mengenakan kaos oblong dengan memakai topi. Di awal video, Kaesang menyinggung adanya oknum yang sukanya meminta-minta proyek ke pemerintah.
Setelah itu, Kaesang menyinggung pentingnya menjaga generasi muda dari hal-hal negatif. Di sela-sela Kaesang berbicara, terselip beberapa video memperlihatkan adanya aksi unjuk rasa.
Berikut adalah transkrip utuh ucapan Kaesang dalam video berdurasi 2 menit 41 detik:
'Ini adalah salah satu contoh, seberapa buruknya generasi masa depan kita. Lihat saja... (Tiba-tiba muncul video beresolusi kecil yang menampilkan anak-anak tengah berdemo dan berteriak 'bunuh, bunuh, bunuh si Ahok. Bunuh si Ahok sekarang juga').
Di sini aku bukannya membela Pak Ahok. Tapi aku di sini mempertanyakan, kenapa anak seumur mereka bisa begitu? Sangat disayangkan kenapa anak kecil seperti mereka itu udah belajar menyebarkan kebencian? Apaan coba itu? dasar n**** (sensor). Ini ajarannya siapa coba? dasar n**** (sensor).
Ndak jelas banget. Ya kali ngajarin ke anak-anak untuk mengintimidasi dan meneror orang lain. Mereka adalah bibit-bibit penerus bangsa kita. Jangan sampai kita itu kecolongan dan kehilangan generasi terbaik yang kita punya.
Untuk membangun Indonesia yang lebih baik, kita tuh harus kerja sama. Iya kerja sama. Bukan malah saling menjelek-jelekan, mengadu domba, mengkafir-kafirkan orang lain. Apalagi ada kemarin itu, apa namanya, yang enggak mau mensalatkan padahal sesama muslim, karena perbedaan dalam memilih pemimpin. Apaan coba? Dasar n**** (sensor). Kita itu Indonesia, kita itu hidup dalam perbedaan. Salam Kecebong.' (Ayp)
Baca juga berita terkait Kaesang Pangarep dilaporkan ke polisi di: Ini Video Kaesang Putra Jokowi yang Membuatnya Dilaporkan ke Polisi
Bagikan
Berita Terkait
Operasi Keselamatan Jaya 2026: Polisi Janji Tak Cari Kesalahan, Tapi Jangan Kasih Alasan Buat Ditilang
Polda Metro Jaya Ancam Pidanakan Oknum Polisi yang Diduga Main Tangkap Pedagang Es Jadul di Kemayoran
dr Richard Lee Daftar Permohonan Praperadilan Usai Terancam 12 Tahun Kurungan, Begini Respons Polisi
Pandji Pragiwaksono Sindir Ibadah Salat di 'Mens Rea', Novel Bamukmin Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Jual Online 50 Senjata Api Ilegal, Sindikat Pabrik Rumahan Untung Rp 3-5 Juta per Pucuk
Pabrik Senpi Rumahan Terbongkar, Belajar Merakit Sejak 2018 Mulai Dijual Online 2024
Marak Pejahat Bersenjata Api di Wilayah Polda Metro, Ternyata Banyak Dijual Online
Rocky Gerung Hingga Profesor Pencetus UU ITE Bakal Diseret ke Pusaran Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dapat SP3 dari Polda Metro Jaya, Roy Suryo Langsung Curiga