MerahPutih.com - Istana Kepresidenan menilai wacana pemanfaatan kantin sekolah sebagai dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari upaya perbaikan tata kelola yang saat ini tengah dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, Kamis (11/6), penggunaan kantin sekolah menjadi salah satu alternatif skema yang sedang dipertimbangkan guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program MBG.
"Itu bagian dari yang sekarang proses penataan menyeluruh di Badan Gizi Nasional," ujar Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6).
Baca juga:
Mensesneg: Anggaran MBG Bukan Dipangkas, Kebutuhan Program Sedang Dihitung Ulang
Prasetyo menegaskan, hingga saat ini pemerintah belum mengambil keputusan terkait pemanfaatan kantin sekolah sebagai dapur MBG.
Menurut dia, BGN masih melakukan kajian menyeluruh terhadap berbagai aspek teknis maupun operasional sebelum menentukan skema yang akan diterapkan.
Sebagai mungkin salah satu alternatif skema, barangkali itu juga masuk menjadi salah satu yang coba akan kita lihat, apakah tepat untuk diberlakukan di beberapa zona tertentu. Itu bagian dari yang sedang ditata oleh BGN,
Mensesneg, Prasetyo Hadi.
Jadi Alternatif di Wilayah Tertentu
Dalam pembahasan yang berlangsung, salah satu usulan yang muncul adalah memanfaatkan kantin sekolah yang sudah beroperasi sebagai bagian dari pelaksanaan program MBG.
Skema tersebut dinilai dapat menjadi solusi alternatif, khususnya di daerah yang memiliki keterbatasan lahan atau belum memungkinkan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun dapur baru.
Dengan memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia, pelaksanaan program diharapkan dapat berjalan lebih efisien tanpa harus selalu membangun infrastruktur baru.
Baca juga:
Meski demikian, Prasetyo menekankan bahwa seluruh usulan yang berkembang saat ini masih berada dalam tahap pembahasan dan kajian internal BGN.
"Salah satunya misalnya ada usul atau ada ide untuk yang tadi Saudara sebutkan adalah melibatkan kantin-kantin sekolah. Tapi semua sedang dikaji oleh teman-teman pimpinan BGN yang baru," pungkasnya. (Knu)