Israel Tegaskan Takkan Pernah Berhenti Berperang
Armada pesawat tempur Israel. Foto: Foto: defenseindustrydaily.com
MerahPutih.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin melalui telepon bahwa Israel akan terus berperang melancarkan tindakan terhadap keberadaan militer Iran di Suriah.
Dilansir Xinhua-OANA, Sabtu (21/7), Netanyahu mengungkapkan bersama Putin membicarakan perkembangan kawasan tersebut serta keadaan di Suriah.
Dalam kunjungannya di Moskow pada 11 Juli, Netanyahu mengatakan kepada pemimpin Rusia itu, dikutip Antara, "kerja sama di antara kami merupakan unsur utama dalam mencegah ketegangan yang tak terkendali dan kemunduran masalah ini serta situasi-situasi lainnya".
Media negara Suriah menuding Israel telah melakukan serangan semalamam pada 15 Juli ke sebuah posisi militer di provinsi Aleppo di Suriah utara.
Sementara itu, media Israel mengutip pasukan pemberontak Suriah, yang mengatakan bahwa 22 orang tewas dalam serangan itu, termasuk sembilan warga Iran. Angkatan Bersenjata Israel tidak memberikan komentar atas laporan itu.
Netanyahu telah berkali-kali menegaskan bahwa Israel tidak akan membiarkan Iran menjejakkan keberadaan militernya di wilayah manapun di Suriah. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Nyatakan Indonesia siap Berperang Melawan Israel
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
Presiden Lebanon Utamakan Bahasa Negosiasi Ketimbang Perang Hadapi Israel
Disidang dalam Kasus Korupsi, Benjamin Netanyahu Minta Pengampunan dari Presiden Israel
Israel 591 Kali Langgar Gencatan Senjata Sejak 10 Oktober, Tewaskan 357 Warga Palestina