MerahPutih.com - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan bahwa lalu lintas komersial dan perkapalan di Selat Hormuz akan dibuka secara penuh selama gencatan senjata berlangsung.
“Mengingat gencatan senjata di Lebanon, lalu lintas bagi semua kapal komersial di Selat Hormuz dinyatakan dibuka sepenuhnya selama waktu gencatan senjata yang tersisa,” kata Araghchi melalui media sosial X.
Menlu Iran mengatakan bahwa jalur perkapalan yang dibuka adalah sesuai koordinasi sebagaimana diumumkan otoritas pelabuhan dan kemaritiman Republik Islam Iran.
Lebih dari 30 kapal komersial saat ini berlayar menuju Selat Hormuz, terdiri atas 23 kapal dari Teluk Persia dan delapan kapal dari Teluk Oman, menurut data MarineTraffic yang dianalisis RIA Novosti.
Baca juga:
Kemenperin Pastikan Stok Plastik Aman Meski Selat Hormuz Masih Bergejolak
Sebanyak 23 kapal, sebagian besar kapal kargo kering, mendekati jalur maritim tersebut dari Teluk Persia dan dari sisi sebaliknya, dari Teluk Oman, delapan kapal sedang dalam perjalanan, enam di antaranya adalah kapal tanker minyak, menurut data tersebut.
Sebelumnya pada hari itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa jalur pelayaran kapal komersial melalui Selat Hormuz sepenuhnya terbuka selama gencatan senjata berlangsung.
Sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlaku penuh hingga kesepakatan dengan Iran diselesaikan, dan menambahkan bahwa sebagian besar poin telah dinegosiasikan.
Pada hari yang sama, Komando Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan bahwa berdasarkan "tatanan baru" untuk navigasi di selat tersebut, kapal sipil hanya boleh berlayar di sepanjang rute yang telah ditentukan.