MerahPutih.com - Jakarta terus memperluas jaringan transportasi massal dengan rencana pembangunan MRT fase empat yang akan menghubungkan Fatmawati hingga Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Jalur ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan di kawasan selatan dan timur Jakarta yang dikenal padat. Dengan adanya jalur Fatmawati–TMII, masyarakat di kawasan timur Jakarta akan memiliki akses lebih cepat menuju pusat kota.
Baca juga:
MRT Stasiun Fatmawati Bakal Tembus ke Taman Mini, Relnya Semua Bawah Tanah
"Diharapkan bisa mempercepat konektivitas antarwilayah, sehingga tidak terjadi kemacetan total yang ada di Jakarta,"kata Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat dalam acara peresmian Blok M Hub Gojek di Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, dikutip Antara, Senin (9/2).
Skema Pembiayaan Kerja Sama Swasta
MRT mengungkapkan berbeda dengan fase sebelumnya yang dibiayai melalui pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA), pembangunan fase empat akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Menurut Tuhiyat, skema ini memungkinkan keterlibatan swasta dalam pendanaan, sehingga beban fiskal pemerintah dapat ditekan. "Sebentar lagi akan diputuskan pada Agustus atau September tahun ini," tandasnya.
Baca juga:
9 Titik Kawasan Komersial Transit MRT, Ada yang Tembus 2 Hotel di Bundaran HI
10 Stasiun MRT Fatmawati-Taman Mini
Tuhiyat menambahkan proyek MRT Fatmawati-Taman MIni ini diproyeksikan melintasi 10 stasiun strategis. Ke-10 stasiun itu nantinya dibangun semuanya berada di bawah tanah.
"Dari loop line Fatmawati-Kampung Rambutan-Taman Mini, ini full underground (bawah tanah)," tandas Dirut MRT itu.
Sepuluh stasiun MRT bawah tanah itu posisinya akan berada tepat di bawah sejajar mengikuti ruas tol Jakarta Outer Ring Road TB Simatupang. Berikut titik-titiknya:
- Fatmawati
- Antasari
- Ampera
- Warung Jati
- Tanjung Barat
- Ranco
- Jalan Raya Bogor
- Tanah Merdeka
- Kampung Rambutan
- TMII
(*)