Inilah yang Terjadi Pada Ahok Saat Blok Teroris di Mako Brimob Rusuh
Tim pengacara Ahok, I Wayan Sudirta. (MP/Yohanes Abimanyu)
MerahPutih.com - Pengacara Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, I Wayan Sudirta membeberkan kondisi kliennya usai kerusuhan di blok teroris sel Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, Jumat (10/11) lalu.
Wayan mengatakan, kegiatan Ahok sama sekali tidak terpengaruh dengan kerusuhan tersebut. Aktifitas rutin seperti membaca, olahraga, dan menerima surat berjalan sebagaimana biasanya.
"Biasa saja, tidak ada yang perlu dirisaukan, karena blok penjara Ahok dan lokasi peristiwa berjauhan, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan," kata Wayan saat dikonfirmasi, Senin (13/11).
Sehubungan dengan peristiwa tersebut, Wayan juga membantah adanya pemindahan sel tahanan Ahok. "Tidak ada informasi itu, kondisi di sana cepat terkendali," katanya.
Ahok sendiri, kata Wayan, tidak memedulikan peristiwa tersebut. Usai kerusuhan, dia tetap melakukan aktivitas seperti biasa.
"Tidak ada hubungannya sama Ahok, dia tetap beraktifitas seperti biasa," katanya.
Kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok berawal dari seorang napi teroris yang bersikeras tak mau digeledah petugas saat pemeriksaan rutin.
Napi teroris itu kemudian berteriak 'Allahu Akbar' hingga memprovokasi napi lainnya. Salah paham, napi kemudian melakukan aksi anarkis, meriksa sejumlah blok tahanan. Beruntung, peristiwa tersebut dapat segera diatasi petugas.
"Petugas bergerak cepat sehingga kondisi dapat teratasi dengan cepat, ini patut ditiru petugas sipir seluruh Indonesia," kata Wayan memuji. (Fdi)
Baca berita terkait kerusuhan di Mako Brimob lainnya di: Pelemparan Alquran Saat Keributan di Mako Brimob Hoax
Bagikan
Berita Terkait
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
12 Orang Meninggal Akibat Penembakan di Pantai Bondi Australia
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Apel Kasatwil 2025 Digelar 3 Hari, Lebih dari 600 Pejabat Kepolisian Hadir di Mako Brimob
Polisi Dalami Pola Perekrutan Anak di Game Online Buat Aksi Terorisme
Polisi Bongkar Sindikat Teroris ‘ISIS’ Perekrut Anak-Anak, Lakukan Propaganda via Gim Online sampai Medsos