Inilah yang Terjadi Pada Ahok Saat Blok Teroris di Mako Brimob Rusuh

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 13 November 2017
  Inilah yang Terjadi Pada Ahok Saat Blok Teroris di Mako Brimob Rusuh

Tim pengacara Ahok, I Wayan Sudirta. (MP/Yohanes Abimanyu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengacara Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, I Wayan Sudirta membeberkan kondisi kliennya usai kerusuhan di blok teroris sel Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, Jumat (10/11) lalu.

Wayan mengatakan, kegiatan Ahok sama sekali tidak terpengaruh dengan kerusuhan tersebut. Aktifitas rutin seperti membaca, olahraga, dan menerima surat berjalan sebagaimana biasanya.

"Biasa saja, tidak ada yang perlu dirisaukan, karena blok penjara Ahok dan lokasi peristiwa berjauhan, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan," kata Wayan saat dikonfirmasi, Senin (13/11).

Sehubungan dengan peristiwa tersebut, Wayan juga membantah adanya pemindahan sel tahanan Ahok. "Tidak ada informasi itu, kondisi di sana cepat terkendali," katanya.

Ahok sendiri, kata Wayan, tidak memedulikan peristiwa tersebut. Usai kerusuhan, dia tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

"Tidak ada hubungannya sama Ahok, dia tetap beraktifitas seperti biasa," katanya.

Kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok berawal dari seorang napi teroris yang bersikeras tak mau digeledah petugas saat pemeriksaan rutin.

Napi teroris itu kemudian berteriak 'Allahu Akbar' hingga memprovokasi napi lainnya. Salah paham, napi kemudian melakukan aksi anarkis, meriksa sejumlah blok tahanan. Beruntung, peristiwa tersebut dapat segera diatasi petugas.

"Petugas bergerak cepat sehingga kondisi dapat teratasi dengan cepat, ini patut ditiru petugas sipir seluruh Indonesia," kata Wayan memuji. (Fdi)

Baca berita terkait kerusuhan di Mako Brimob lainnya di: Pelemparan Alquran Saat Keributan di Mako Brimob Hoax

#Terorisme #Mako Brimob
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Indonesia
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Presiden RI, Prabowo Subianto, meneken Perpres RAN PE. DPR pun mengapresiasi pencegahan terorisme.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Indonesia
Aturan Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme Belum Diputus, Masih Dirumuskan
untuk aspek penegakan hukum, peran Polri tetap menjadi yang utama. Sementara itu, pelibatan TNI akan disesuaikan dengan bentuk dan tingkat ancaman terorisme yang dihadapi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 10 Februari 2026
Aturan Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme Belum Diputus, Masih Dirumuskan
Indonesia
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Rencana pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme tuai kritik. SETARA Institute menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan supremasi sipil dan sistem peradilan pidana.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Januari 2026
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Indonesia
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
70 anak di 19 provinsi kini terpapar konten kekerasan. Pemerintah pun akan menyiapkan aturan perlindungan di sekolah.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Dunia
Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Polisi menyatakan ayah dan anak tersebut tidak menjalani pelatihan atau melakukan ‘persiapan logistik’ di Filipina untuk serangan pada 14 Desember.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Desember 2025
  Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Indonesia
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Pelaku menggunakan akun email milik mantan pacarnya dan mengaku sebagai dirinya. Hal ini dilakukan untuk mengelabui agar identitas aslinya tak terlacak.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Dunia
Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
Akram juga menghadapi 40 dakwaan menyebabkan luka berat dengan niat membunuh, serta satu dakwaan melakukan tampilan publik simbol organisasi teroris terlarang.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
 Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
Bagikan