MerahPutih.Com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai, pemakzulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dilakukan oleh House of Representatives (HOR) atau DPR AS tidak akan memperkeruh kondisi ekonomi dan berpengaruh di Indonesia.
Menurut Sri, proses politik yang terjadi di Amerika sudah berlangsung lama.
Baca Juga:
Trump Anggap Upaya Pemakzulan Sebagai 'Kudeta Bunuh Diri' Demokrat
"Mungkin tidak [berpengaruh] karena itu sudah cukup lama prosesnya, kita lihat saja," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/12).
Ia mengatakan bahwa Indonesia perlu menghormati proses politik yang terjadi di AS.
"Itu (pemakzulan) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump] proses politik yang di Amerika kita hormati saja," ujarnya.
Sri Mulyani menambahkan pasar sudah memperhitungkan perkembangan politik AS.
Sebagai negara dengan perekonomian terbesar, situasi AS tentu bisa mempengaruhi seluruh dunia dari sisi stabilitas politik dan kepastian kebijakan.
Dari sisi ekonomi, pelaku akan melihat bagaimana hubungannya dengan keberlanjutan perjanjian perdagangan dengan China.
"Tetapi, saya rasa itu proses politik di mana Amerika memiliki mekanisme untuk bisa menyelesaikannya," ujarnya.
Trump resmi menjadi pemimpin AS ketiga yang menghadapi proses pemakzulan setelah Dewan Perwakilan sepakat mendakwa dengan dua pasal pada Rabu (18/12) malam waktu setempat.
Baca Juga:
Ia dituding melakukan kecurangan terhadap proses pemilu dan melakukan intervensi atas kebijakan dalam negeri Ukraina untuk kepentingan pribadi.
Selanjutnya, nasib Trump akan ditentukan dalam hasil sidang Senat. Senat, yang didominasi Partai Republik, membutuhkan suara minimal dua pertiga untuk benar-benar memakzulkan dan mendepak Trump dari Gedung Putih.(Knu)
Baca Juga:
Donald Trump Kesal Tuding Google Sembunyikan Berita Baik Seputar Dirinya