Ini Penyebab Marissa Mayer Mundur dari Yahoo

Luhung SaptoLuhung Sapto - Rabu, 11 Januari 2017
Ini Penyebab Marissa Mayer Mundur dari Yahoo

Marissa Mayer (Glamour via Pinterest)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Dunia - CEO Yahoo Marissa Mayer meletakkan jabatannya sebagai direksi Yahoo. Langkah Marissa Mayer ini diikuti beberapa direksi Yahoo lainnya.

Kabar kurang sedap di awal tahun 2017 ini muncul pertama kali Yahoo sendiri melalui dokumen resmi Komisi Bursa Efek (SEC) Amerika Serikat pada Senin (10/1). Belum diketahui apakah Marissa Mayer akan mundur juga dari jabatannya sebagai CEO Yahoo dan pimpinan perusahaan.

Keputusan mundurnya Marissa Mayer terkait dengan akusisi raksasa internet Yahoo oleh Verizon senilai US$4,8 miliar atau setara Rp64 triliun pada 23 Juli 2016 lalu. Saat itu tidak ada pembahasan Marissa Mayer akan kehilangan jabatannya di jajaran direksi.

Tim Armstrong, CEO AOL, salah satu anak perusahaan Verizon mengungkapkan Yahoo akan terus berkembang bahkan setelah akuisisi pihaknya akan meningkatkan investasi. Sementara Marissa Mayer mengatakan, dirinya menyayangi Yahoo dan ingin melihatnya maju.

Namun, sebanyak 500 juta akun email pengguna Yahoo diretas pada 2014. Sebelumnya, sebanyak 1 miliar akun email pengguna Yahoo diretas pada 2013. Tampaknya peretasan data akun pengguna Yahoo dalam tiga bulan terakhir ini mempengaruhi kesepakatan bisnis antara Yahoo dan Verizon.

Armstrong mengatakan kepada Fox News beberapa waktu lalu, bahwa pihak Yahoo melakukan penyelidikan kebocoran data akun pengguna email Yahoo.

"Ketika Anda membeli aset dan terjadi perubahan maka akan mempengaruhi kesepakatan. Tapi, saya kira masih terlalu dini membahasnya karena Yahoo masih melakukan penyelidikan," katanya.

Menurut Armstrong, keamanan data sangat penting karena melibatkan kepercayaan antara pelanggan dan penyedia jasa.

Hal lain yang menyebabkan mundurnya Marissa Mayer karena akuisisi Yahoo dan berubah nama menjadi Altaba. Altaba merupakan perusahaan patungan yang sahamnya dimiliki Alibaba Group (15 persen) dan Yahoo Jepang (35,5 persen). Yahoo Jepang merupakan perusahaan yang dimiliki Softbank dan ARM.

Buntut dari akuisisi ini adalah pengurangan jumlah anggota direksi dari 11 menjadi 5. Selain Marissa Mayer, lima jajaran direksi Yahoo yang tidak masuk dalam Altaba adalah co-founder Yahoo David Filo, Eddy Hartenstein, Richard Hill, Jane Shaw, dan Maynard Webb.

Sedangkan yang tetap bertahan adalah Tor Braham, Eric Brandt, Catherine Friedman, Thomas McInerney, dan Jeffrey Smith. Brandt ditunjuk sebagai Ketua Dewan Direksi Yahoo. Ketentuan ini langsung berlaku pada tanggal yang sama saat dokumen diterbitkan, yakni 9 Januari 2017.

#Yahoo #Marissa Mayer #Email #Internet
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Beras Digital Tak Lagi Dirampas: Bebas dari Hangus, Terkunci Sengkarut Aturan Telco
Jadi, konsep masa aktif dan hangusnya saldo diciptakan secara sistematis buat mendaur ulang (recycle) nomor yang nggak produktif
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
Beras Digital Tak Lagi Dirampas: Bebas dari Hangus, Terkunci Sengkarut Aturan Telco
Indonesia
Alasan MK Kabulkan Sebagian Gugatan Kuota Hangus dan Pilih Tafsir Jaminan Sisa Kuota
Putusan MK tidak sepenuhnya mengabulkan permohonan para pemohon yang meminta kewajiban data rollover.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 24 Juli 2026
Alasan MK Kabulkan Sebagian Gugatan Kuota Hangus dan Pilih Tafsir Jaminan Sisa Kuota
Indonesia
Mahkamah Konstitusi Putuskan Sisa Kuota Internet tak Boleh Hangus, Operator Wajib Sediakan Layanan ini
Mahkamah Konstitusi memutuskan sisa kuota internet tak boleh hangus. Operator wajib menyediakan layanan ini.
Soffi Amira - Kamis, 23 Juli 2026
Mahkamah Konstitusi Putuskan Sisa Kuota Internet tak Boleh Hangus, Operator Wajib Sediakan Layanan ini
Indonesia
16.557 Sekolah Bakal Terkoneksi Internet Pada 2026 Ini
Seluruh satuan pendidikan wajib memiliki akses terhadap layanan pendidikan yang berkualitas, modern, dan berbasis teknologi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
16.557 Sekolah Bakal Terkoneksi Internet Pada 2026 Ini
Indonesia
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
Masyarakat yang bekerja memiliki kontribusi penggunaan internet terbesar dengan penetrasi mencapai 84,9 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
Indonesia
Pembatasan Akun Anak Berlaku: X & Bigo Live Paling Patuh, Grup Meta Masih 'Bandel'
Untuk penerapan awalnya berlaku kepada delapan platform digital yaitu YouTube, TikTok, Facebook, Threads, Instagram, X, Bigo Live, dan Roblox.
Wisnu Cipto - Sabtu, 28 Maret 2026
Pembatasan Akun Anak Berlaku: X & Bigo Live Paling Patuh, Grup Meta Masih 'Bandel'
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Layanan Internet Digratiskan Selama Bulan Ramadan
Informasi yang menyebut adanya program internet gratis selama Ramdaan 1477 H tengah viral di media sosial.
Frengky Aruan - Selasa, 03 Maret 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Layanan Internet Digratiskan Selama Bulan Ramadan
Berita Foto
Indosat Hadirkan Program #LebihBaikIndosat Sambut Idul Fitri 1447 H
SVP-Head of Corporate Communications Ovidia Nomia, SVP-Head of Network Operations Raden Tofan saat meluncurkan #LebihBaikIndosat di Jakarta (20/2/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 20 Februari 2026
Indosat Hadirkan Program #LebihBaikIndosat Sambut Idul Fitri 1447 H
Indonesia
Kabar Gembira, Bakal Ada Layanan Internet Murah Bagi 10,8 Juta Rumah Tangga
Kemkomdigi terus mengupayakan agar layanan akses internet murah dengan kecepatan lebih dari 100 Mbps tersedia di daerah pelosok yang sudah terjangkau jaringan fixed broadband.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Januari 2026
Kabar Gembira, Bakal Ada Layanan Internet Murah Bagi 10,8 Juta Rumah Tangga
Indonesia
DPRD DKI Desak Penyaringan Konten Kekerasan, Minta Pemprov Gandeng Komdigi untuk Hindari Overblocking
DPRD DKI mendorong Pemprov menggandeng Komdigi untuk merumuskan aturan penyaringan konten kekerasan, tanpa membatasi akses internet bagi pelajar.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 November 2025
DPRD DKI Desak Penyaringan Konten Kekerasan, Minta Pemprov Gandeng Komdigi untuk Hindari Overblocking
Bagikan