MerahPutih.com - Direktorat Lalu Lintas memperkenalkan alat baru untuk membantu kinerja anggota lalu lintas di lapangan. Alat itu dikenal dengan bodycam di mana sudah memiliki beberapa kelebihan untuk membantu polisi.
Kasie STNK Direktrat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kompol Arif Fazlurahman menerangkan, bodycam adalah alat perekam yang sudah menjadi kelengkapan pokok kepolisian di negara maju seperti di Eropa, Singapura dan Tiongkok.
Baca Juga:
Bikin Rusuh, 14 Mahasiswa Ditangkap Polisi Saat Peringatan Hari HAM
"Awal alat ini digunakan itu tahun 2005 di Inggris kemudian dikembangkan dan digunakan ke negara lain," kata dia kepada wartawan di Jakarta Rabu (11/12).
Selain itu, kelebihan alat ini juga bisa membantu Direktorat Reserse Kriminal Umum ketika polisi mendeteksi kendaraan yang dicurigai sebagai pelaku kriminal atau kendaraan curian, maka anggota yang memegang bodycam ini akan lakukan live streaming.
"Jadi nanti anggota yang terdekat dari lokasi kendaraan yang dicurigai akan diminta untuk mengejar dan menghentikan kendaraan itu," tegas dia.
Mantan Kapolsek Kelapa Gading ini mengatakan, bodycam ini tidak harus selalu live streaming. Hal itu dilakukan apabila diminta saja oleh operator yang memerintahkan.
"Jadi live streaming ini bisa dilakukan secara otomatis dari server NTMC. Kemudian juga alat ini akan terus merekam tanpa streaming. Bahkan, kalau anggota mematikan, tapi camera ini masih terekam tanpa disadari," tutur Arief.
Baca Juga:
AJI Kecam Intimidasi Wartawan Saat Hari HAM, Polisi Ngaku Belum Dapat Info
Saat mendapatkan perintah pengejaran, maka bodycam ini akan secara otomatis melakukan live streaming. Sebab, signal yang digunakan menggunakan provaider tertentu dan sudah bekerja sama dengan pemerintah.
"Alat ini bisa merekam 20 jam karena terpasang memori 32 GB, untuk baterai mampu merekam selama 8 jam. Camera ini juga 32 mega pixel jadi sangat jelas ya saat merekam dilengkapi juga infra merah. Sudah kita jajal juga di malam hari hasilnya cukup jelas," ucap dia.
Harga per unit camera ini juga tebilang cukup fantastis karena jika dirupiahkan mencapai kurang lebih Rp13 juta sampai Rp 15 jutaan. Tentunya harga bodycam segitu sudah memiliki kelebihan di antaranya antiair dan debu.
"Ini juga anti-hacker jadi kami gunakan cooporate tertentu yang disediakan pemerintah," ungkap dia. (Knu)
Baca Juga:
Kader PDIP Polisikan Rocky Gerung, Pengamat: Rusak Citra Jokowi