Ke

Ini Dampak Bahaya Asap Karhutla Bagi Lansia dan Anak-anak

Muchammad YaniMuchammad Yani - Rabu, 25 September 2019
Ini Dampak Bahaya Asap Karhutla Bagi Lansia dan Anak-anak

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pekanbaru dibantu Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru memadamkan bara api yang membakar lahan gambut. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/hp

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) menjadi masalah yang belum terselesaikan. Akibatnya, kepulan asap pekat nampak di sejumlah daerah di Indonesia. Bahkan asap tersebut sampai ke negara tetangga, Malaysia.

Asap yang dihasilkan dari karhutla sangat berbahaya dan mengganggu kesehatan. Banyak orang termasuk anak-anak yang terkena infeksi saluran pernapasan (ispa). Beberapa di antaranya bahkan harus meregang nyawa.

Baca juga:

Generasi PlayStation Berikutnya, Paling Ramah Lingkungan

Pakar Internis Pulmonologistdari UGM, dr Sumardi menjelaskan kelompok yang paling rentan terkena bahaya asap karhutla adalah lansia, anak-anak dan ibu hamil. "Kabut asap ini perlu diwaspadai terutama bagi kelompok rentan,” tuturnya di Yogyakarta, Selasa (24/9).

Pakar Internis Pulmonologistdari UGM, dr Sumardi (Foto: MP/Teresa Ika)
Pakar Internis Pulmonologistdari UGM, dr Sumardi (Foto: MP/Teresa Ika)

Pada lansia papar kabut karhutla bisa memicu penyakit bawaan. Misalnya ketika memiliki penyakit jantung, maka hal itu bisa kambuh akibat terpapar kabut asap.

Sementara bagi masyarakat yang punya penyakit paru kronis seperti asma, TBC maupun bekas TBC, batuk berdahak, serta penyakit paru kronis karena merokok, paparan kabut asap akan semakin memperburuk penyakit yang diderita.

Baca juga:

Pentingnya Manikur dan Pedikur, Jangan Dianggap Remeh!

Selain itu kabut asap juga bisa menimbulkan gangguan hipoksia yang membahayakan ibu hamil. "Ibu hamil yang kena hipoksia akan mudah mengalami kekurang pasokan oksigen dalam tubuh," terang pakar penyakit dalam paru ini.

Berkurangnya pasokan oksigen ini akan menganggu pertumbuhan janin. Dampaknya yang dirasakan adalah perkembangan otak maupun organ janin terganggu dan kebanyakan terlahir dengan berat badan rendah.

Asap pekat karhutla menyelimuti jalan lintas sumatera rute Pekanbaru - Padang di Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (17/9). (ANTARA/FB Anggoro)
Asap pekat karhutla menyelimuti jalan lintas sumatera rute Pekanbaru - Padang di Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (17/9). (ANTARA/FB Anggoro)

Kabut asap ini juga berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Kabut asap dapat membuat perkembangan otak terganggu. Efeknya kecerdasan anak ikut terganggu.

Mardi menghimbau masyarakat untuk menggunakan masker. Dia pun menyarankan agar bagian luar masker juga dibasahi dengan air bersih sebelum dipakai agar partikel-partikel polusi di udara bisa langsung menempel di masker.

Baca juga:

Hujan Buatan Tak Semudah yang Diucapkan

“Gunakan masker dan jika mulai terasa sesak segera ganti,” katanya.

Apabila memungkinkan ia menyarankan bagi kelompok rentan untuk mengungsi ke daerah yang terbebas dari kabut asap sementara waktu. Dengan begitu diharapkan dapat meminimalisir dampak kambuhnya penyakit akibat kabut asap.

Tulisan dari Teresa Ika kontributuor merahputih.com untuk wilayah DI. Yogyakarta dan sekitarnya.

#Info Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Belum Dapat 'Lampu Hijau' DPR, Legislator Soroti Pentingnya Keadilan Sosial dan Akurasi Data Penerima Bantuan Iuran
Irma mendorong BPJS Kesehatan untuk bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik
Angga Yudha Pratama - Kamis, 28 Agustus 2025
Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Belum Dapat 'Lampu Hijau' DPR, Legislator Soroti Pentingnya Keadilan Sosial dan Akurasi Data Penerima Bantuan Iuran
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis Dinilai Langkah Maju untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Program ini bertujuan memberikan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat secara cuma-cuma
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Februari 2025
Cek Kesehatan Gratis Dinilai Langkah Maju untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Indonesia
DPR Minta Nakes yang Terlibat Program Cek Kesehatan Gratis Punya Kompetensi
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit
Angga Yudha Pratama - Jumat, 07 Februari 2025
DPR Minta Nakes yang Terlibat Program Cek Kesehatan Gratis Punya Kompetensi
Indonesia
Pemeriksaan Kesehatan Gratis Diharap Mencakup Seluruh Penyakit di Setiap Tingkat Usia
Banyak orang yang tidak mendaftarkan akun karena data nama tidak sesuai dengan data KTP
Angga Yudha Pratama - Jumat, 07 Februari 2025
Pemeriksaan Kesehatan Gratis Diharap Mencakup Seluruh Penyakit di Setiap Tingkat Usia
Indonesia
Besok Pemkot Solo Mulai Terapkan Cek Kesehatan Gratis di 17 Puskesmas
PKG merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Win) Presiden Prabowo Subianto
Angga Yudha Pratama - Minggu, 02 Februari 2025
Besok Pemkot Solo Mulai Terapkan Cek Kesehatan Gratis di 17 Puskesmas
Video
Manfaat Vitamin E untuk Tubuh
Berikut tiga manfaat yang bisa kamu dapat dengan rutin mengonsumsi vitamin E.
Rezita Kesuma - Senin, 22 Juli 2024
Manfaat Vitamin E untuk Tubuh
Video
Naik Tangga Bikin Kita Berpanjang Umur
“Sudah lama diketahui kurangnya aktivitas fisik dikaitkan dengan beban penyakit kardiovaskular yang signifikan, sehingga banyaknya pedoman dan kebijakan untuk meningkatkan aktivitas fisik jika memungkinkan," kata penulis utama studi Sophie Paddock, MD dari University of East Anglia dan Norfolk.
Rezita Kesuma - Rabu, 29 Mei 2024
Naik Tangga Bikin Kita Berpanjang Umur
Fun
3 Macam Jenis Anxiety, Ketahui Gejalanya
Ikhsan Aryo Digdo - Selasa, 02 April 2024
3 Macam Jenis Anxiety, Ketahui Gejalanya
Lifestyle
Obat Kumur Bisa Tingkatkan Gula Darah Pasien Diabetes
Obat kumur ternyata bisa menyebabkan kadar gula darah pasien diabetes meningkat.
Soffi Amira - Sabtu, 17 Februari 2024
Obat Kumur Bisa Tingkatkan Gula Darah Pasien Diabetes
Bagikan