Obat Kumur Bisa Tingkatkan Gula Darah Pasien Diabetes

Soffi AmiraSoffi Amira - Sabtu, 17 Februari 2024
Obat Kumur Bisa Tingkatkan Gula Darah Pasien Diabetes

Obat kumur bisa meningkatkan kadar gula darah. Foto: Unsplash/ Towfiqu barbhuiya

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menjaga kebersihan mulut dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah terhadap infeksi gusi dan kondisi kesehatan, seperti diabetes dan Alzheimer.

Penelitian terbaru menunjukkan, bahwa penggunaan obat kumur antiseptik pada beberapa pasien diabetes dapat meningkatkan kadar gula darah.

Baca juga:

Cegah Diabetes, Ini Batas Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak Versi Kemenkes

Mengutip Medical Daily, periodontitis merupakan infeksi gusi yang merusak jaringan lunak di sekitar gigi yang terkait dengan kondisi kesehatan, seperti diabetes, demensia, penyakit kardiovaskular, dan infeksi saluran pernapasan.

Pada studi terbaru ini, para peneliti menemukan, bahwa ketika individu dengan diabetes tipe 2 berkumur dengan obat kumur antiseptik, ada penurunan yang signifikan dalam jumlah bakteri yang terkait dengan periodontitis.

Selain itu, ketika tingkat bakteri berkurang, ada kontrol yang lebih baik terhadap kadar gula darah pada beberapa pasien diabetes, menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports.

"Ada tiga spesies bakteri yang sangat virulen yang terkait dengan periodontitis, atau penyakit dari jaringan di sekitar gigi. Kami memutuskan untuk melihat apakah kami dapat mengurangi ketiga spesies ini Porphyromonas gingivalis, Treponema denticola, dan Tannerella forsythia pada pasien dengan diabetes tipe 2 menggunakan obat kumur yang mengandung antiseptik klorheksidin glukonat," kata Penulis Utama studi tersebut Saaya Matayoshi.

Temuan ini didasarkan pada studi selama satu tahun yang melibatkan 173 pasien. Untuk menentukan efektivitas berkumur dengan obat kumur, para peserta diminta untuk menggunakan air dan berkumur selama enam bulan pertama. Kemudian, beralih ke obat kumur antiseptik dalam enam bulan berikutnya.

Baca juga:

Kontribusi Indonesia Terhadap Pasar Obat Bahan Alami Masih Rendah

Kadar gula darah pasien bisa meningkat akibat penggunaan obat kumur
Kadar gula darah pasien bisa meningkat akibat penggunaan obat kumur. Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya

Para peneliti juga mengumpulkan sampel saliva dan darah bulanan atau dua bulanan. Sampel saliva membantu mengidentifikasi tiga spesies bakteri yang terkait dengan periodontitis. Sementara itu, sampel darah mengukur kadar HbA1c yang menunjukkan kontrol gula darah.

"Kami tidak terkejut melihat bahwa berkumur dengan air tidak memiliki efek pada spesies bakteri atau kadar HbA1c. Namun, ada penurunan secara keseluruhan pada spesies bakteri ketika pasien beralih ke obat kumur, selama mereka berkumur setidaknya dua kali sehari," jelas Penulis Senior studi tersebut, Kazuhiko Nakano.

Meski tidak ada perubahan secara keseluruhan dalam kadar HbA1c ketika pasien berkumur dengan obat kumur antiseptik, para peneliti mencatat bahwa ada variasi besar dalam respons individu.

Ketika partisipan dibagi menjadi pasien yang lebih muda dan lebih tua, pasien yang lebih muda memiliki penurunan yang lebih besar dalam spesies bakteri. Lalu, adanya peningkatan signifikan dalam kontrol gula darah ketika menggunakan obat kumur dibandingkan dengan air.

Para peneliti percaya, jika pasien yang kemungkinan besar akan merespons baik terhadap obat kumur antiseptik dapat diidentifikasi, hal itu akan menjadi pengobatan yang mudah digunakan untuk orang dengan penyakit yang terkait dengan periodontitis. (*)

Baca juga:

Penderita Diabetes Jangan Asal Coba Pengobatan Herbal

#Kesehatan #Penyakit Diabetes #Info Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan