Ini 3 Cara Membersihkan Sedotan Reusable Agar Tetap Higienis

annehsannehs - Kamis, 15 Juli 2021
Ini 3 Cara Membersihkan Sedotan Reusable Agar Tetap Higienis

Coastal Basement. (Foto Coastal Basement)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SELAMA beberapa waktu terakhir, kesadaran orang-orang terhadap krisis lingkungan semakin meningkat. Produk reusable seperti botol minum dan alat makan pun banyak digunakan oleh orang-orang ketika berpergian. Selain sustainable dan ramah lingkungan, alat makan personal ini juga lebih terjaga kebersihannya.

Meski begitu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk benar-benar menjaga higienitas sedotan besi yang biasa kamu bawa kemana-mana. Bayangkan saja, mungkin kamu telah menggunakan sedotan kamu untuk minum milk tea brown sugar, es teh manis, air kelapa, dan sebagainya. Jika tidak mencuci sedotan dengan baik, ada berapa banyak kuman, virus, dan jamur yang berbahaya bagi kesehatan tubuhmu.

Dilansir dari Life Hacker, berikut merupakan cara terbaik membersihkan sedotan besi.

Baca juga:

Meninggalkan Cucian Piring Semalaman, Apakah Berbahaya?

1. Sikat kecil

Gunakan sikat kecil. (foto- troveofgaia.com)
Gunakan sikat kecil. (foto- troveofgaia.com)

Sedotan reusable bisa terbuat dari berbagai bahan seperti metal, plastik, bambu, silikon, dan lain-lain. Tiap jenis sedotan pun bisa dibersihkan dengan metodenya masing-masing. Meski begitu, sikat kecil merupakan metode yang berlaku bagi semua bahan.

Walaupun hanya digunakan untuk minum air putih saja, jangan berasumsi bahwa sedotanmu bisa "bersih sendiri" ya! Selalu gunakan sikat kecil yang biasanya diperoleh ketika kamu pertama kali membeli sedotan reusable.

Baca juga:

6 Kesalahan Membersihkan Mesin Pembuat Kopi

2. Dishwasher

dishwasher. (foto: pixabay/congerdesign)
dishwasher. (foto: pixabay/congerdesign)

Kamu bisa memanfaatkan mesin dishwasher jika hendak membersihkan sedotan reusable berbahan metal, bambu, dan silikon. Pastikan untuk meletakkan sedotanmu di atas keranjang silverware pada posisi berdiri agar deterjen dan semprotan air yang kencang mampu meraih sampai ke bagian dalam sedotan.

Meski begitu, jangan mencuci sedotan plastik reusable kamu menggunakan dishwasher karena berpotensi rusak, pecah, atau bengkok.

3. Direbus air mendidih

Paket sedotan reusable dari Coastal Basement. (Foto Coastal Basement)
Paket sedotan reusable dari Coastal Basement. (Foto Coastal Basement)

Kamu bisa mensterilkan sedotan reusable yang kamu miliki dengan cara merebusnya dengan air mendidih. Metode ini bisa digunakan untuk bahan sedotan silikon, logam, dan bambu. Meski begitu, coba cek washing instruction (instruksi mencuci barang) terlebih dahulu untuk berjaga-jaga. (SHN)

Baca juga:

Minimkan Penggunaan Plastik, Cara Tepat Jadi Traveler Keren

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan