Relasi

Ingin Pertahankan Hubungan? Salahkan Saja Pandemi!

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 03 Desember 2020
Ingin Pertahankan Hubungan? Salahkan Saja Pandemi!

Ternyata COVID-19 memberikan dampak negatif terhadap hubungan. (Foto: Unsplash/Martin Sanchez)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MESKIPUN banyak ditemukan peningkatan angka kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT selama pandemi. Ternyata penelitian terbaru menemukan adanya efek positif wabah COVID-19 pada hubungan.

Hannah Williamson, Ph.D., is an Assistant Professor of Human Development and Family Science di University of Texas, AS mempelajari peran stres dalam hubungan. "Ketika pandemi COVID-19 melanda di awal 2020, saya tentu ingin tahu apa pengaruhnya terhadap hubungan. Apa yang saya temukan dalam penelitian saya yang baru diterbitkan benar-benar mengejutkan," tulisnya dalam psychologytoday.com (2/12).

Baca Juga:

Meira Anastasia, Survive Julidnya Netizen

pasangan
Pasangan yang bahagia tetap bahagia. (Foto: 123RF/geargodz)

Lebih dari 650 orang Amerika melaporkan hubungan mereka sebelum dan selama penutupan pandemi. Meskipun seharian bersama di rumah sambil menghadapi stres dan kekacauan pada hari-hari awal pandemi COVID-19, kebahagiaan orang secara keseluruhan dengan pasangan mereka tidak berubah. Pasangan yang bahagia dengan hubungan mereka sebelum pandemi tetap seperti itu, dan sayangnya pasangan yang tidak bahagia tetap seperti itu pula.

Cara orang memikirkan dan menjelaskan perilaku pasangannya itulah yang oleh peneliti disebut "atribusi". Misalnya, jika pasanganmu membentak ketika ditanya ingatkah untuk membuang sampah, apakah menurutmu ini karena mereka brengsek dan egois, atau karena mereka mengalami hari yang penuh tekanan?

Baca Juga:

Cara Seorang Suami Menangani Kesedihan Ketika Pasangannya Keguguran

pasangan
Lebih memaklumi pasangannya. (Foto: 123RF/ginnyyj)

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa lebih baik untuk hubunganmu jika dapat menyalahkan keadaan eksternal atas perilaku negatif pasangan. Ini, tentu saja, tidak berarti menerima perilaku kasar dari pasangan, tetapi ini berarti memaklumi pelanggaran kecil alih-alih membesar-besarkannya.

"Penelitian saya menemukan bahwa orang-orang lebih mungkin melakukan ini selama pandemi daripada sebelumnya. Mereka secara signifikan meningkatkan atribusi eksternal yang sehat yang mereka buat untuk perilaku pasangan yang kurang dari ideal. Dengan kata lain, mereka sepertinya menyalahkan pandemi," jelas Williamson.

Baca Juga:

Pentingnya Peran Ayah dalam Kehidupan Anak

pasangan
Lebih memaafkan pasangannya. (Foto: 123RF/dotshock)

Fakta bahwa stres yang kita alami di luar hubungan kita dapat "tumpah" dan menyebabkan kita berperilaku buruk dalam hubungan telah diketahui oleh para peneliti. Namun, sulit bagi pasangan untuk mengenali proses ini dalam kehidupan sehari-hari. Pandemi COVID-19 telah memberikan hasil positif yang tidak terduga, yaitu membantu orang mengetahui efek stres pada pasangan mereka dan lebih memaafkannya.

Dia menambahkan, menjelang akhir tahun 2020, perubahan akibat pandemi bukan lagi hal baru dan menakutkan. Menyesuaikan diri dengan "normal baru" dapat berarti bahwa kita berada dalam zona bahaya "stres sedang". Saat kita mencoba melanjutkan hidup, jangan biarkan pelajaran positif yang tidak terduga dari pandemi ini terlupakan. Saat pasangan Anda bersikap dingin, pertimbangkan bahwa itu mungkin karena dia stres. Ini mungkin akan lebih baik untuk hubunganmu. (Aru)

Baca Juga:

Berawal dari Penyintas Postpatrum Depresi, Nur Yana Yirah Berhasil Mendirikan Mother Hope Indonesia

#Relasi #Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Indonesia
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Hingga kini, belum ada kasus Nipah di Indonesia. Polri menekankan kewaspadaan Polri dan pentingnya komunikasi publik agar masyarakat tidak panik.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Penggunaan ponsel secara berlebihan dalam kondisi minim cahaya memang dapat menimbulkan gangguan kesehatan mata, seperti computer vision syndrome dengan gejala mata lelah, penglihatan kabur, mata merah, mata kering, hingga sakit kepala.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Indonesia
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
kajian kesehatan perlu dilakukan guna Memastikan ikan sapu-sapu layak dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Bagikan