HT Dengarkan Trik dan Saran Jokowi Ini Kalau Mau Perindo Masuk 3 Besar!

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 18 September 2018
HT Dengarkan Trik dan Saran Jokowi Ini Kalau Mau Perindo Masuk 3 Besar!

Presiden Jokowi membuka acara pembekalan para caleg dari Partai Perindo. Foto:partaiperindo.com

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Partai Perindo besuta taipan media Hary Tanoesudibjo (HT) menargetkan masuk tiga besar dalam pemilu legislatif 2019 mendatang. Bahkan, dalam acara pembekalan para caleg dari Partai Perindo turut menghadirkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberikan nasihat.

Meskipun terhitung partai baru, HT tidak ingin Perindo hanya menjadi penggembira dalam pesta demokrasi tahun depan. Bos MNC Grup itu menargetkan partainya masuk dalam jajaran penguasa DPR.

"Kami hadir bukan untuk meramaikan, melainkan ingin menjadi bagian penting, bahkan sangat penting, target bisa mencapai tiga besar," kata HT, di Jakarta Concert Hall INews Center, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, yang turut dihadiri Kepala Negara.

ht jokowi
Ketum Perindo Hary Tanoesudibjo menyambut Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto: partaiperindo.com

Lalu bagaimana reaksi Presiden atas target Perindo itu? Jokowi sempat memberikan nasihat dan trik agar salah satu partai koalisi yang menyokong dirinya kembali maju dalam Pilpres 2019 itu dapat mewujudkan cita-citanya.

Jokowi mengakui Perindo sukses memperkenalkan diri ke publik lewat 'serangan udara', alias sosialisasi melalui iklan televisi di bawah Grup MNC.

"Saya lihat dari sisi serangan udara Partai Perindo saya kira sudah selesai. Saya kalau tengah malam di semua channel MNC itu semuanya Perindo sampai nyanyinya, saya, istri saya hafal semuanya. Artinya, sisi udaranya rampung," tutur dia, dikutip Antara.

perindo
Acara pembekalan para caleg dari Partai Perindo. Foto:partaiperindo.com

Namun, Jokowi mengingatkan popularitas di televisi bukan berarti menyelesaikan seluruhnya. Presiden pun berbagi pengalaman bagaimana dirinya selalu sukses memenangkan pemilu, mulai dari Pilkada Solo, DKI Jakarta sampai Pilpres 2014 silam.

"Memang yang sekarang ini baru ramai diperbincangkan, yakni micro targeting, micro campaigning, dan canvasing, itu yang saya lakukan 14 tahun yang lalu. Ini belum ada saya sudah melakukan. Jadi, saat itu, jadi 2004 ada pilkada, pemilihan wali kota, tanya di Solo, apa kenal tidak tahun itu yang namanya Jokowi enggak ada sama sekali," papar Kepala Negara.

Kepada para caleg Partai Perindo, Jokowi berharap marketing politik harus ada diferensiasi. "Dari pengalaman saya berjualan produk saya lihat-lihat jualan produk dan politik itu mirip-mirip. Harus ada diferensiasi, ada branding, marketing produk, dan marketing politik. Itu saya bawa," tandas Jokowi. (*)

#Jokowi #Persatuan Indonesia (Perindo) #Hary Tanoesoedibjo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka ni menegaskan pihaknya akan hadiri sidang asalkan surat panggilan diterima.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Indonesia
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Jaksa akan memanggil Jokowi dan Syarif di persidangan pada Kamis (5/11).
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Indonesia
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Jaksa akan menghadirkan Jokowi sebagai saksi dalam sidang Roy Suryo pekan depan. Roy menyebut kehadiran mantan presiden itu telah lama dinantikan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi kemungkinan munculnya upaya pemakzulan Gibran setelah MK membacakan putusan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Indonesia
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Jokowi menegaskan Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan S1 saat menanggapi putusan MK soal ijazah SMA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Bagikan