MerahPutih.com - Partai Perindo besuta taipan media Hary Tanoesudibjo (HT) menargetkan masuk tiga besar dalam pemilu legislatif 2019 mendatang. Bahkan, dalam acara pembekalan para caleg dari Partai Perindo turut menghadirkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberikan nasihat.
Meskipun terhitung partai baru, HT tidak ingin Perindo hanya menjadi penggembira dalam pesta demokrasi tahun depan. Bos MNC Grup itu menargetkan partainya masuk dalam jajaran penguasa DPR.
"Kami hadir bukan untuk meramaikan, melainkan ingin menjadi bagian penting, bahkan sangat penting, target bisa mencapai tiga besar," kata HT, di Jakarta Concert Hall INews Center, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, yang turut dihadiri Kepala Negara.
Lalu bagaimana reaksi Presiden atas target Perindo itu? Jokowi sempat memberikan nasihat dan trik agar salah satu partai koalisi yang menyokong dirinya kembali maju dalam Pilpres 2019 itu dapat mewujudkan cita-citanya.
Jokowi mengakui Perindo sukses memperkenalkan diri ke publik lewat 'serangan udara', alias sosialisasi melalui iklan televisi di bawah Grup MNC.
"Saya lihat dari sisi serangan udara Partai Perindo saya kira sudah selesai. Saya kalau tengah malam di semua channel MNC itu semuanya Perindo sampai nyanyinya, saya, istri saya hafal semuanya. Artinya, sisi udaranya rampung," tutur dia, dikutip Antara.
Namun, Jokowi mengingatkan popularitas di televisi bukan berarti menyelesaikan seluruhnya. Presiden pun berbagi pengalaman bagaimana dirinya selalu sukses memenangkan pemilu, mulai dari Pilkada Solo, DKI Jakarta sampai Pilpres 2014 silam.
"Memang yang sekarang ini baru ramai diperbincangkan, yakni micro targeting, micro campaigning, dan canvasing, itu yang saya lakukan 14 tahun yang lalu. Ini belum ada saya sudah melakukan. Jadi, saat itu, jadi 2004 ada pilkada, pemilihan wali kota, tanya di Solo, apa kenal tidak tahun itu yang namanya Jokowi enggak ada sama sekali," papar Kepala Negara.
Kepada para caleg Partai Perindo, Jokowi berharap marketing politik harus ada diferensiasi. "Dari pengalaman saya berjualan produk saya lihat-lihat jualan produk dan politik itu mirip-mirip. Harus ada diferensiasi, ada branding, marketing produk, dan marketing politik. Itu saya bawa," tandas Jokowi. (*)