Industri Garmen di Dalam Tahanan Rutan Surakarta, Ubah Penjahat Jadi Penjahit

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 09 September 2021
Industri Garmen di Dalam Tahanan Rutan Surakarta, Ubah Penjahat Jadi Penjahit

Puluhan warga binaan Rutan Kelas 1 Surakarta menjadi Karyawan pabrik garmen di dalam rutan, Kamis (9/9). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dea (25) tampak mengerakkan kakinya menginjak mesin jahit. Tangannya bergerak mengikuti arah jarum mesin jahit. Siang itu, ia bersama puluhan warga binaan sedang mengerjakan pesanan ribuan goodie bag.

Pekerjaan menjahit dilakukan warga binaan dari pagi sampai siang. Rutinas memberdayakan warga binaan menjadi karyawan pabrik garmen ini merupakan terobosan baru yang digagas Rutan Kelas 1 Surakarta, Jawa Tengah

Baca Juga

Dukung Ciptakan Lapangan Kerja, Rutan Solo Bangun Pabrik Garmen Pertama di Jateng

"Saya awalnya sama sekali tidak mengetahui teknik menjahit. Setelah mengikuti pelatihan beberapa hari akhirnya bisa menjahit," ujar Dea saat berbincang dengan MerahPutih.com, Kamis (9/9).

Perempuan yang terjerat kasus penyalahgunaan narkotika ini mengaku beruntung bisa lolos seleksi menjadi karyawan menjahit program industri Rutan Surakarta. Dengan mengikuti kegiatan ini, ia bisa punya penghasilan dari upah menjahit.

"Saya ditahan, tapi bisa punya penghasilan setelah mengikuti kegiatan ini," katanya.

Kepala Rutan Surakarta, Urip Dharma Yoga. (MP/Ismail)
Kepala Rutan Surakarta, Urip Dharma Yoga. (MP/Ismail)

Berbekal dengan keahlian ini, ia mengaku saat bebas nanti akan tobat dan membuka usaha menjadi penjahit baju di rumah.

"Nanti setelah bebas bisa saya kembangkan lagi. Bisnis online mungkin lebih cocok,” kata dia

Kepala Rutan Surakarta, Urip Dharma Yoga mengatakan dalam membuat industri garmen di dalam rutan ini pihaknya kerjasama dengan pihak ketiga CV Amura Pratama.

Para warga binaan pemasyarakatan (WBP) dituntut terampil dalam produksi garmen yang terus berdatangan ke Rutan Industri Solo.

"Para narapidana dituntut terampil dalam menjahit. Warga binaanbang sebelumnya penjahat kini narapidana sebagai penjahit," kata Urip.

Dikatakannya, untuk bisa menjadi penjahit tidak asal-asalan. Prosesnya harus melalui asesmen dengan Bapas Solo. Narapidana yang dirasa aman dan bersemangat tinggi merubah jalan hidupnya baru bisa masuk.

"Hanya 50 orang saja yang bisa dan telah tersertifikasi pelatihan dari ratusan warga binaan di Rutan Surakarta,” katanya.

Menurutnya, asesmen itu untuk mencegah hal-hal yang dirasa membahayakan. Meski merupakan WBP pilihan, prosedur ketat berupa penggeledahan saat masuk dan keluar ruangan garmen.

"Itu untuk mencegah alat-alat menjahit seperti jarum hingga gunting berada di luar ruangan garmen," ucap dia.

Urip mengatakan untuk awal September ini sudah ada pesanan 3.000 jersey dari Tangerang. Sebelumnya, pihaknya mendapatkan ribuan goodie bag.

"Setiap satu produk dibuat, warga binaan dapat uang. Kami bahkan sampai menolak pesanan lain karena pengerjaan penuh,” tandanya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

513 Warga Binaan Rutan Kelas 1 Surakarta Terima Vaksin Dosis Kedua

#Kota Solo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Solo Makin Jauh Dari Kota Paling Toleran, Wali Kota Siapkan Berbagai Festival
Pihaknya optimis dengan upaya-upaya ini dapat memperkuat citra Kota Solo sebagai daerah yang menjunjung tinggi keberagaman dan kerukunan antar umat beragama.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Solo Makin Jauh Dari Kota Paling Toleran, Wali Kota Siapkan Berbagai Festival
Indonesia
Motif di Balik Apel ASN Solo Hari Pertama Masuk Kerja Usai Lebaran Depan Gunungan Sampah
Lokasi apel yang tidak biasa ini dipilih sebagai simbol bahwa persoalan sampah di Kota Surakarta adalah tantangan nyata yang harus ditangani serius.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 Maret 2026
Motif di Balik Apel ASN Solo Hari Pertama Masuk Kerja Usai Lebaran Depan Gunungan Sampah
Indonesia
Dana Transfer Daerah Dipangkas Rp 218 Miliar, Pemkot Solo Lakukan Rasionalisasi APBD 2026
Sekda Kota Solo tegaskan pemotongan TKD bersifat sementara dan akan disesuaikan kembali mengikuti perkembangan ekonomi nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 19 Oktober 2025
Dana Transfer Daerah Dipangkas Rp 218 Miliar, Pemkot Solo Lakukan Rasionalisasi APBD 2026
Indonesia
UEA Resmi Hibahkan RS Kardiologi Emirates-Indonesia Senilai Rp 417,3 Miliar ke Pemkot Solo
RS Kardiologi dibangun menggunakan dana hibah UEA nilai mencapai Rp 417,3 miliar atau setara USD 25 juta saat pemerintahan Walkot Solo Gibran Rakabuming Raka.
Frengky Aruan - Selasa, 30 September 2025
UEA Resmi Hibahkan RS Kardiologi Emirates-Indonesia Senilai Rp 417,3 Miliar ke Pemkot Solo
Indonesia
Rudy Jabat Plt DPD PDIP Jateng, Teguh Gantikan Jadi Ketua PDIP Solo
“Dalam rapat yang digelar Jumat malam dihadiri anggota dewan, Pengurus DPC dan PAC, saya dipilih menjadi Plt Ketua DPC PDIP Kota Solo menggantikan FX Hadi Rudyatmo yang ditunjuk Ketum Megawati Soekarnoputri menjadi Plt Ketua DPD PDIP Jateng,” kata Teguh
Frengky Aruan - Sabtu, 23 Agustus 2025
Rudy Jabat Plt DPD PDIP Jateng, Teguh Gantikan Jadi Ketua PDIP Solo
Indonesia
501 Warga Binaan Rutan Kelas 1 Solo Dapat Remisi
Remisi ini dapat mengurangi angka penghuni di Rutan Kelas 1 Surakarta.
Frengky Aruan - Selasa, 19 Agustus 2025
501 Warga Binaan Rutan Kelas 1 Solo Dapat Remisi
Indonesia
Rumah Kecil Pahlawan Nasional Slamet Riyadi Memprihatinkan, DPRD Solo Ajukan Dana Revitalisasi APBD
Rumah kecil Slamet Riyadi terakhir direhab tahun 1937.
Frengky Aruan - Senin, 18 Agustus 2025
Rumah Kecil Pahlawan Nasional Slamet Riyadi Memprihatinkan, DPRD Solo Ajukan Dana Revitalisasi APBD
Indonesia
SDN Masih Kurang Siswa, DPRD Solo Pertanyakan Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Jenjang SD
Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo, Sugeng Riyanto mengatakan sampai saat ini mendapatkan penjelasan resmi terkait mekanisme seleksi, rekrutmen siswa, kurikulum, hingga dampak terhadap keberadaan SD reguler yang sudah eksis di Kota Solo.
Frengky Aruan - Jumat, 25 Juli 2025
SDN Masih Kurang Siswa, DPRD Solo Pertanyakan Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Jenjang SD
Indonesia
Terlempar dari Daftar 10 Besar Kota Toleransi, Walkot Solo: Kami Sedang Menyusun Perda
Pemkot Solo akan membuat program supaya Solo masuk lima besar kota paling toleransi di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Mei 2025
Terlempar dari Daftar 10 Besar Kota Toleransi, Walkot Solo: Kami Sedang Menyusun Perda
Indonesia
Demo Hari Buruh Internasional Solo, Massa Soroti Gelombang PHK Massal
Massa mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang tidak prorakyat.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Mei 2025
Demo Hari Buruh Internasional Solo, Massa Soroti Gelombang PHK Massal
Bagikan