Indonesia Mulai Keluar Dari Jalur Resesi
Perkantoran Jakarta. (Foto: Antara)
MerahPutih.com - Perekonomian Indonesia pada triwulan II-2021 diproyeksikan tumbuh positif di level dua persen, setelah pada triwulan I masih terkontraksi 0,74 persen (yoy). Beberapa faktor yang dapat merealisasikan proyeksi pertumbuhan positif tersebut seiring dengan upaya penanganan COVID-19 yang terus ditingkatkan.
"Itu sudah cukup baik artinya Indonesia keluar dari jalur resesi,” kata Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira di Jakarta, Selasa (19/5).
Baca Juga:
Rp115 Triliun Sudah Dikucurkan Untuk Pemulihan Ekonomi di 2021
Ia menegaskan, lenanganan COVID-19 tetap penting sebab kunci kepercayaan konsumen adalah penurunan kasus harian disertai dengan pulihnya mobilitas penduduk. Karena, faktor yang mampu mendorong pemulihan ekonomi triwulan II adalah mempertahankan konsumsi masyarakat, mengoptimalkan ekspor hingga membangkitkan geliat usaha di daerah.
Ia menyebutkan peran UMKM juga penting dalam menjamin serapan kerja terbuka saat sektor formal belum merata pemulihannya seperti saat ini. Kemudian pemerintah perlu mengantisipasi potensi kenaikan kasus COVID-19 dengan menyediakan fasilitas kesehatan dan mempercepat vaksinasi, terutama setelah libur lebaran.
"Jika kasus naik tinggi bisa saja berakibat pada pembatasan sosial yang lebih ketat,” ujarnya.
Anggaran PEN sampai 11 Mei 2021 terealisasi Rp172,35 triliun atau 24,6 persen dari pagu Rp699,43 triliun dan bertambah Rp49,01 triliun dari realisasi triwulan I-2021 yang sebesar Rp123,26 triliun dan mengendapknya Rp182 triliun dana pemda di perbankan harus segera dibelanjakan.
"Pemerintah juga masih perlu mendorong belanja yang merupakan komponen penting dalam pemulihan ekonomi sebab sepanjang 2021 ini belum menunjukkan performa yang sesuai ekspektasi," katanya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan program vaksinasi gotong royong dapat membantu pencapaian target pertumbuhan ekonomi tujuh persen pada kuartal II 2021, setelah sejak kuartal II 2020 ekonomi domestik selalu berada di zona negatif.
"Vaksinasi ini juga kita harapkan bisa memulihkan ekonomi kita," kata Presiden Jokowi di kawasan industri Jababeka, Bekasi, Jawa Barat.
Pada kuartal I 2021 lalu pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia membaik, namun masih berada di zona kontraksi yakni -0,74 persen secara tahunan (year on year/yoy).
"Dengan kerja keras, kita semua berharap pada kuartal kedua 2021, di bulan April, Mei, Juni, kita sesuai dengan target yaitu kurang lebih tujuh persen bisa kita capai," ujarnya dikutip Antara. (*)
Baca Juga:
Pemulihan Ekonomi Dunia Masih Timpang
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Pesawat ATR 400 Yogyakarta-Makassar Hilang Kontak di Maros, Angkut 11 Orang
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Maluku Tengah Sabtu (17/1) Pagi, Tak Berpotensi Tsunami
Persija Resmi Umumkan Bergabungnya Alaeddine Ajaraie, Bomber Asal Maroko, Berharap Akhiri Musim dengan Senyum Bahagia
KPK Periksa Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono Terkait Suap Proyek Bekasi
Penurunan Daya Beli Warga Akibat Pekerja Sektor Formal Minim
Defisit Anggaran Capai Rp 695 Triliun, Airlangga Yakin Ekonomi Kuartal 4 Tumbuh Tinggi
Ekonomi Melambat, PHK Bakal Terus Terjadi di 2026
Hasil Super League 2025/2026: Gagal Kalahkan Persik, Persib Tidak Mampu Kembali ke Puncak Klasemen
Dihantam Gelombang Tinggi, Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo
Gempa M5,6 Guncang Bengkulu Utara, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami