Indonesia Kena Tarif Impor Tinggi, Prabowo akan ‘Hadapi’ Langsung Donald Trump

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 11 Juli 2025
Indonesia Kena Tarif Impor Tinggi, Prabowo akan ‘Hadapi’ Langsung Donald Trump

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Kantor Staf Kepresidenan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Presiden RI Prabowo Subianto dikabarkan akan menemui Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait tarif impor sebesar 32 persen.

Pertemuan tersebut untuk melobi tarif resiprokal impor AS yang diberlakukan Trump.

"Ada (rencana pertemuan Prabowo dan Trump), tetapi saya belum bisa memastikan kapan," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Jakarta, Jumat (11/7).

Negosiasi diharapkan dapat menurunkan tarif impor 32 persen yang dikenakan Amerika Serikat terhadap produk asal Indonesia.

Baca juga:

AS Kenakan Indonesia Tarif Resiprokal 32 Persen, Pemerintah Diminta Lindungi Industri dalam Negeri

Dampak ‘Mengerikan’ Tarif Impor 32 Persen dari AS, Industri di Indonesia Bangkrut dan Pengangguran Meningkat

Pemerintah meyakini bahwa penurunan tarif masih berpeluang tercapai karena proposal yang diserahkan telah menjawab tuntutan Washington.

"Intinya adalah kami berharap apa yang menjadi kebijakan Pemerintah Amerika Serikat dapat ditinjau kembali sehingga memberikan keuntungan bagi perdagangan kita," imbuh Prasetyo.

Baca juga:

Dampak ‘Mengerikan’ Tarif Impor 32 Persen dari AS, Industri di Indonesia Bangkrut dan Pengangguran Meningkat

Pakar Beberkan Solusi Hadapi Kebijakan Trump yang Menaikkan Tarif Impor 32 Persen untuk Indonesia

Prasetyo mengatakan, saat ini tim lobi Indonesia yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto masih fokus untuk melanjutkan negosiasi dengan sejumlah pejabat penting di AS.

"Saat ini belum dipastikan untuk akan adanya pertemuan (Prabowo) dengan Presiden Trump," ungkap politikus Gerindra ini.

Sebelumnya, Trump tak mengubah tarif sebesar 32 persen terhadap sejumlah produk asal Indonesia. Beberapa kalangan menganggap, kebijakan ini dinilai dapat mengganggu sektor perdagangan nasional. (Knu)

#Tarif Resiprokal #Impor #Presiden Prabowo #Prasetyo Hadi #Mensesneg
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Harga Jual Thrifting Lebih Murah 20 Kali Lipat Dibanding Produl Lokal
Total belanja masyarakat untuk sandang diperkirakan mencapai Rp 10 triliun per bulan atau setara Rp 119,8 triliun per tahun.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 04 Februari 2026
Harga Jual Thrifting Lebih Murah 20 Kali Lipat Dibanding Produl Lokal
Indonesia
Presiden Prabowo Beri Perintah Jaksa Periksa Mantan Petinggi BUMN, Ini Komentar KPK
KPK dalam histori penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi banyak dibantu oleh Kejaksaan maupun Kepolisian.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 04 Februari 2026
Presiden Prabowo Beri Perintah Jaksa Periksa Mantan Petinggi BUMN, Ini Komentar KPK
Indonesia
Presiden Prabowo Sentil Bali Banyak Sampah, Gubernur Koster: itu Kiriman
Musim hujan menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Provinsi Bali karena membutuhkan waktu lama untuk menormalisasi kondisi tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Presiden Prabowo Sentil Bali Banyak Sampah, Gubernur Koster: itu Kiriman
Indonesia
Ekspor Indonesia Tertekan Tarif Trump
Tren melemah terjadi sejak Agustus 2025, diperburuk oleh penurunan harga komoditas utama seperti batu bara.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 03 Februari 2026
Ekspor Indonesia Tertekan Tarif Trump
Indonesia
DPR Minta RI Aktif dan Kritis di Board of Peace
Kita bukan negara follower. Kita punya hak bersuara dan ikut menentukan arah.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
DPR Minta RI Aktif dan Kritis di Board of Peace
Indonesia
Bertemu Abraham Samad dan Mantan Kabareskrim, Presiden Prabowo Minta Masukan soal Pemberantasan Korupsi
Jubir Prabowo sekaligus Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkapkan pertemuan antara Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh itu untuk berdiskusi.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Bertemu Abraham Samad dan Mantan Kabareskrim, Presiden Prabowo Minta Masukan soal Pemberantasan Korupsi
Indonesia
Masa Depan Jurnalis tak Menentu Jadi Ironi Jelang Hari Pers Nasional 2026, Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan
Setidaknya ada lima persoalan besar yang dihadapi pers nasional saat ini, seperti ekonomi media, kemerdekaan pers, profesionalisme wartawan dan disrupsi digital, serta regulasi belum berpihak penuh pada pers.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Masa Depan Jurnalis tak Menentu Jadi Ironi Jelang Hari Pers Nasional 2026, Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan
Indonesia
Presiden Prabowo Sindir Pihak yang tak Suka Dengannya Dikendalikan Asing, Tantang untuk Bertarung di Pemilu 2029
Menurutnya, bila ada yang tidak sepakat dengan kebijakannya, mereka sebaiknya bertarung secara langsung dalam Pemilu 2029.
Dwi Astarini - Senin, 02 Februari 2026
Presiden Prabowo Sindir Pihak yang tak Suka Dengannya Dikendalikan Asing, Tantang untuk Bertarung di Pemilu 2029
Indonesia
Bukan Omon-Omon, Presiden Prabowo Ancam Bos BUMN yang Bikin Rugi Negara akan Ditangkap Kejaksaan
Para pemimpin BUMN yang ketahuan melakukan akal-akalan akan ditangkap.
Dwi Astarini - Senin, 02 Februari 2026
Bukan Omon-Omon, Presiden Prabowo Ancam Bos BUMN yang Bikin Rugi Negara akan Ditangkap Kejaksaan
Indonesia
Di Depan Ribuan Kepala Daerah Seluruh Indonesia, Presiden Prabowo Sebut Rakyat Butuh Ketenangan dan tak Suka Pemimpin Egois
Jajaran pemerintahan, dari tingkat pusat hingga daerah yang paling dekat dengan rakyat, harus memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin rakyat.
Dwi Astarini - Senin, 02 Februari 2026
Di Depan Ribuan Kepala Daerah Seluruh Indonesia, Presiden Prabowo Sebut Rakyat Butuh Ketenangan dan tak Suka Pemimpin Egois
Bagikan