Indonesia-Belanda Kerjasama Perangi Radikalisme dan Terorisme
MerahPutih.com - Ancaman terorisme dan radikalisme global menjadi permasalahan bersama. Oleh karena itu, negara-negara di dunia perlu bekerjasama untuk mencegah serangan terorisme dan radikalisme.
Berkaitan dengan hal tersebut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama National Coordinator for Security and Counterterrorism (NCTV) atau Badan Anti Teror Kerajaan Belanda.
Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Kepala BNPT, Komjen Pol. Suhardi Alius bersama Kepala NCTV, H.W.M Schoof dengan disaksikan Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Rob Swartbol, di kantor perwakilan BNPT yang berada di salah satu Gedung kantor Kementerian di Jakarta, pada Rabu (19/7) lalu.
Suhardi mengatakan pendekatan BNPT dalam menanggulangi terorisme di negara dengan populasi penduduk beragama Islam paling banyak di dunia menarik bagi NCTV.
"Terlebih isu Foreign Terrorists Fighters (FTF) returnees merupakan isu baru bagi Belanda. Selain demi pembelajaran, kedua belah pihak mengharapkan pertukaran informasi seiring dengan adanya penandatanganan MoU," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (20/7).
NCTV ingin melakukan kerjasama dengan BNPT karena Kerajaan Belanda telah program deradikalisasi BNPT yang dinilai cukup berhasil.
“Pendekatan yang dilakukan dalam program ini jarang ditemui di negara lain, yang melibatkan ulama, aparat, psikolog dan sosiolog. Mereka ini dapat berinteraksi secara langsung dengan narapidana teroris dalam tahanan,” ucap Suhardi.
Sementara Kepala NCTV, H.W.M Schoof mengatakan MoU ini akan memperkuat kerjasama antara kedua belah pihak. Ia juga menekankan pentingnya penandatangan MoU antara dua organisasi dari dua negara ini.
“Meskipun kita hari ini menandatangani MoU, namun Presiden Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte kerap menyebut adanya MoU ini selama G20 Summit lalu di Hamburg, Jerman. Maka ini penting untuk direalisasikan,” kata H.W.M Schoof.
Bagikan
Berita Terkait
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
BNPT Sampaikan Rilis Akhir Tahun dan Perkembangan Tren Terorisme Indonesia 2025
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
12 Orang Meninggal Akibat Penembakan di Pantai Bondi Australia
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Polisi Dalami Pola Perekrutan Anak di Game Online Buat Aksi Terorisme