Indikator Ekonomi Indonesia Diklaim Masih Kuat

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 27 Oktober 2023
Indikator Ekonomi Indonesia Diklaim Masih Kuat

Suasana Gedung di Jakarta. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bank Indonesia memperkirakan Produk Domestik Bruto Indonesia secara keseluruhan akan tumbuh 4,5 sampai 5,3 persen di 2023 dan meningkat pada 2024 dan inflasi tetap pada sasaran yaitu 3 plus minus 1 persen pada 2023 dan 2,5 plus minus 1 persen pada 2024.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aida S Budiman mengatakan Indonesia mampu menjaga momentum pemulihan ekonomi di tengah ketidakpastian dan gejolak ekonomi global.

Baca Juga:

Pj Walkot Cimahi Dicopot Karena Tidak Bisa Kendalikan Inflasi

"Di tengah berbagai tantangan tersebut Indonesia tetap mampu menjaga pemulihan ekonomi dengan baik," kata Aida.

Aida menuturkan, ada sejumlah tantangan utama yang dihadapi perekonomian global antara lain pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan melemah, eskalasi geopolitik, dan suku bunga kebijakan negara maju termasuk Fed Fund Rate (FFR) yang bertahan tinggi dalam waktu lama.

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan kedua 2023 tumbuh 5,17 persen, dan capaian itu menandai pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen selama tujuh triwulan berturut-turut.

Pertumbuhan ekonomi tersebut didorong terutama oleh permintaan domestik dan keyakinan konsumen yang tetap tinggi.

Sementara itu, indikator-indikator ekonomi terkini juga masih menunjukkan perkembangan yang baik. Kuatnya daya tahan ekonomi Indonesia juga didukung oleh stabilitas perekonomian yang terjaga.

Inflasi pada September 2023 tercatat 2,28 persen, yang berada di bawah target 3 plus minus satu persen. Selain itu, stabilitas sistem keuangan juga tetap terjaga dengan pertumbuhan kredit yang tetap kuat yakni per September 2023 tercatat 8,96 persen, dan kondisi likuiditas perbankan (alat likuid per DPK) baik yakni di posisi 25,83 persen per September 2023.

Kualitas kredit terjaga, tercermin dari Non Performing Loan (NPL) yang tercatat 2,5 persen untuk yang bruto dan 0,79 persen untuk yang neto, sedangkan rasio kecukupan modal juga berada di level yang tinggi pada 27,62 persen.

"Selain itu, kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital juga tetap kuat didukung sistem pembayaran yang aman, lancar dan handal," katanya. (Asp)

Baca Juga:

Beras Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar

#Ekonomi #Inflasi #Krisis Ekonomi #Pemulihan Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Klaim Kondisi Ekonomi Indonesia masih Kokoh di Tengah Gejolak Global
Dinamika global masih perlu diwaspadai karena sejumlah kekuatan ekonomi utama dunia tengah menghadapi ketidakpastian.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
Pemerintah Klaim Kondisi Ekonomi Indonesia masih Kokoh di Tengah Gejolak Global
Indonesia
2 Tahun Prabowo-Gibran, 6 Kali IHSG Sentuh Titik Kritis
Hingga penutupan 16 Oktober, kondisi IHSG di 5.185. Ada penurunannya sekitar 33,29 persen, dari level saat pelantikan 7.772,60.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
2 Tahun Prabowo-Gibran, 6 Kali IHSG Sentuh Titik Kritis
Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
Pekan Pertama Oktober, Harga Harga Alami Kenaikan 2 Sampai 9 Persen
Sebanyak 292 kabupaten/kota mengalami kenaikan IPH cabai merah pada minggu pertama Oktober. Sementara itu, cabai rawit tercatat mengalami kenaikan di 259 kabupaten/kota.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pekan Pertama Oktober, Harga Harga Alami Kenaikan 2 Sampai 9 Persen
Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Beredar konten yang menyebut Indonesia keluar dari keanggotaan World Bank. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Indonesia
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia diperkirakan menuju kapitalisme negara atau welfare state. Ekonom mengungkapkan risikonya.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Independensi tidak boleh mengorbankan koordinasi antarlembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Indonesia
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
BI merupakan bank sentral yang wewenangnya bebas dari campur tangan pemerintah atau pihak lain.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
Indonesia
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
BI melaporkan ULN Indonesia triwulan II-2026 naik 4,4% yoy menjadi USD 453,4 miliar dengan rasio ULN terhadap PDB 30,6%.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
Bagikan