India Larang TikTok, Aplikasi Ini Malah Jadi Populer

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Minggu, 05 Juli 2020
India Larang TikTok, Aplikasi Ini Malah Jadi Populer

Popularitas TikTok digeser oleh Aplikasi Video Lokal India (Foto: anadoluagency)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

INDIA larang TikTok demi keamanan negaranya. Aplikasi TikTok diduga terlibat dalam kegiatan yang merugikan kedaulatan, integritas India, pertahanan India, keamanan negara dan ketertiban umum.

Hal ini terjadi setelah Tiongkok dan India bentrok di perbatasan Himalaya. Pemerintah India menyatakan pemblokiran aplikasi untuk keamanan data pengguna.

Baca juga:

Facebook Matikan Aplikasi Lasso, Gagal Saingi TikTok?

Akibat ketegangan antara India dan Tiongkok, Aplikasi TikTok dilarang di India (Foto: pixabay/shivamjoker)

Buntut dari pelarangan aplikasi TikTok tersebut menjadi angin segar bagi aplikasi video lokal untuk meraih popularitas. Alhasil Roposo yang merupakan salah satu aplikasi video lokal India, popularitasnya mendadak meroket tajam.

Seperti yang dilansir dari laman Reuters, sejak diterapkannya larangan aplikasi TikTok di India, Roposo dibanjiri 22 juta pengguna dalam waktu dua hari.

Roposo merupakan aplikasi berbagi video India mirip TikTok. Aplikasi ini dua tahun lebih tua dari TikTok. Popularitasnya juga sangat kalah dari TikTok.

Baca juga:

India Larang Penggunaan Aplikasi TikTok dan WeChat, Ada Apa?

Lonjakan drastis pengguna baru membuat tim Roposo harus kerja lebih keras demi kenyamanan pengguna. "Pada beberapa hari terakhir ini, saya tidur total hanya lima jam, begitu juga seluruh tim kami," ucap pendiri Roposo Mayank Bhangadia.

Aplikasi video lokal Roposo mendadak dibanjiri oleh pengguna di India (Foto: fresherlive)

Sebelum TikTok dilarang pemerintah India, jumlah unduhan Roposo di Play Store sekitar 50 juta. Namun saat ini aplikasi tersebut telah didownload lebih dari 80 juta orang. Mayank Bhangadia menargetkan bisa menjaga momentum tersebut dan mencapai lebih dari 100 juta unduhan.

Saat ini perusahaan Roposo yang berbasis di Bengaluru, India, memiliki 200 orang staf. Seiring melonjaknya popularitas Roposo, perusahaan berencana untuk mempekerjakan sekitar 10 ribu orang dalam dua tahun ke depan. (ryn)

Baca juga:

Ketika Robot Artificial Intelligence Jadi Peran Utama dalam Film

#Aplikasi TikTok #TikTok
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Lifestyle
Lirik Lagu 'Call Me Maybe' yang Mendadak Viral Lagi dan Menjajah FYP TikTok
Bagian hook yang mudah diingat serta nuansa lagu yang unik membuat trek berdurasi tiga menit itu semakin melekat di benak pendengar
Angga Yudha Pratama - Minggu, 31 Mei 2026
Lirik Lagu 'Call Me Maybe' yang Mendadak Viral Lagi dan Menjajah FYP TikTok
ShowBiz
'EVERYTHING HALLELUJAH' Viral di TikTok, Bentuk Refleksi Diri Justin Bieber
Lagu “EVERYTHING HALLELUJAH” banyak dipakai sebagai latar video karena memiliki nuansa emosional yang kuat sekaligus mudah melekat di telinga pendengar.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
'EVERYTHING HALLELUJAH' Viral di TikTok, Bentuk Refleksi Diri Justin Bieber
Fun
1 dari 3 Pengguna TikTok di Indonesia Suka Museum, 51% Suka Sejarah
Lebih dari 1 dari 3 pengguna TikTok di Indonesia tertarik pada museum.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
1 dari 3 Pengguna TikTok di Indonesia Suka Museum, 51% Suka Sejarah
Indonesia
Raup Rp 50 Juta Sebulan, NS Belajar Bikin Kosmetik Bermerkuri dari YouTube Dijual di 3 Akun TikTok Ini!
Tersangka NS mempelajari cara membuat kosmetik ilegal melalui video di YouTube dan memasarkan produknya melalui akun TikTok Lavia Skincare, Fiana Store, dan Hetty Skincare.
Wisnu Cipto - Rabu, 20 Mei 2026
Raup Rp 50 Juta Sebulan, NS Belajar Bikin Kosmetik Bermerkuri dari YouTube Dijual di 3 Akun TikTok Ini!
Indonesia
Hati-Hati Beli Kosmetik di TikTok dari Cirebon, 5 Akun Jual Krim Bermerkuri Laku Rp 70 Juta Sebulan
Jaringan produsen kosmetik ilegal mengandung merkuri yang dijual melalui sejumlah akun TikTok digerebek Bareskrim di Cirebon, Jawa Barat. Empat orang diamankan, termasuk pemilik akun TikTok.
Wisnu Cipto - Rabu, 20 Mei 2026
Hati-Hati Beli Kosmetik di TikTok dari Cirebon, 5 Akun Jual Krim Bermerkuri Laku Rp 70 Juta Sebulan
Indonesia
Kemkomdigi Ultimatum Flatform Digital Pada Juni 2026 Laporkan Hapus Akun di Bawah 16 Tahun
Kemkomdig) menegaskan, 6 Juni 2026 menjadi batas akhir bagi penyelenggara sistem elektronik (PSE) untuk melaporkan evaluasi mandiri atau self-assesment risiko
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 April 2026
Kemkomdigi Ultimatum Flatform Digital Pada Juni 2026 Laporkan Hapus Akun di Bawah 16 Tahun
Indonesia
TikTok Tutup 1,7 Juta Akun Anak, Jadi Pertama Penuhi Kewajiban PP Tunas
Selain menyampaikan angka deaktivasi akun anak di bawah usia 16 tahun, Meutya mengatakan bahwa TikTok juga telah menyampaikan rencana aksi kepatuhan yang lebih rinci dan terukur di masa mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 April 2026
TikTok Tutup 1,7 Juta Akun Anak, Jadi Pertama Penuhi Kewajiban PP Tunas
Indonesia
Australia Bikin Aturan Pajak Baru, Paksa Raksasa Teknologi Beli Konten dari Media Lokal
Meta, Google, dan TikTok akan diberi kesempatan untuk menjalin kesepakatan konten dengan penerbit berita lokal.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
  Australia Bikin Aturan Pajak Baru, Paksa Raksasa Teknologi Beli Konten dari Media Lokal
ShowBiz
Viral di TikTok, 'Meski Takkan Selalu Indah' Adiw Sering Masuk FYP
Salah satu alasan lagu ini cepat viral yakni karena sering dipakai sebagai latar musik dalam konten Reza Arap dan Lula Lahfah.
Dwi Astarini - Kamis, 16 April 2026
Viral di TikTok, 'Meski Takkan Selalu Indah' Adiw Sering Masuk FYP
Indonesia
Patuhi Regulasi, TikTok Mulai Nonaktifkan Pemilik Akun Berusia 16 Tahun ke Bawah
Pengguna TikTok yang berusia di atas 16 tahun tetapi terdampak penonaktifan akun nantinya dapat mengajukan upaya banding
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 April 2026
Patuhi Regulasi, TikTok Mulai Nonaktifkan Pemilik Akun Berusia 16 Tahun ke Bawah
Bagikan