Impor Baja Lapis Seng China Rugikan Industri Dalam Negeri, KADI Selidiki Dugaan Dumping

Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Impor Baja Lapis Seng China Rugikan Industri Dalam Negeri, KADI Selidiki Dugaan Dumping

Aktivitas bongkar muat kontainer berlangsung di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (16/9/2022). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Komite Anti Dumping melakukan penyelidikan antidumping terhadap impor baja lapis seng atau galvanis (BJLS) asal China.

Produk BJLS yang menjadi objek penyelidikan tercakup dalam kode Harmonized System (HS) 7210.49.11, 7210.49.17, 7210.49.18, 7210.49.19, 7212.30.12, 7212.30.13, 7212.30.19, 7225.92.90, dan 7225.99.90 berdasarkan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2022.

Baca juga:

Tutup Keran Impor, Mobil Listrik BYD Kini 100 Persen Buatan Lokal Indonesia

Ketua KADI, Frida Adiati, mengatakan, penyelidikan BJLS asal China merupakan tindak lanjut permohonan yang diajukan PT Tata Metal Lestari dan PT Arcelormittal Nippon Steel Indonesia yang mewakili industri dalam negeri.

"Berdasarkan hasil kajian terhadap kecukupan dan ketepatan bukti awal, KADI menemukan adanya peningkatan impor BJLS asal China yang mengakibatkan kerugian bagi industri dalam negeri," ujar Frida, Selasa (15/9).

Frida menjelaskan, pada periode 1 Januari 2023-31 Desember 2025, total impor BJLS Indonesia dari dunia tercatat sebesar 2.562.407 metrik ton (MT). Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.075.801 MT atau sekitar 81 persen berasal dari China.

Baca juga:

2 Warga Negara China Jadi Tersangka Tambang Emas Ilegal di Sulawesi Utara

Penyelidikan Antidumping

Frida menambahkan, penyelidikan antidumping akan dilakukan dalam jangka waktu paling lama 12 bulan dan dapat diperpanjang menjadi 18 bulan apabila diperlukan.

Pelaksanaan penyelidikan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2011 tentang Tindakan Antidumping, Tindakan Imbalan, dan Tindakan Pengamanan Perdagangan.

Baca juga:

KADI Selidiki Interim Review Antidumping Impor Produk Tinplate Asal China

KADI telah menyampaikan pemberitahuan mengenai dimulainya penyelidikan kepada pihak yang berkepentingan, termasuk industri dalam negeri, importir, serta eksportir dan produsen BJLS asal China yang diketahui.

"Informasi tersebut juga telah disampaikan kepada perwakilan Pemerintah China di Indonesia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di China," imbuh Frida. (Asp)

#KADI #Bea Masuk Anti Dumping #Besi Baja
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Impor Baja Lapis Seng China Rugikan Industri Dalam Negeri, KADI Selidiki Dugaan Dumping
Penyelidikan antidumping akan dilakukan dalam jangka waktu paling lama 12 bulan dan dapat diperpanjang menjadi 18 bulan apabila diperlukan.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Impor Baja Lapis Seng China Rugikan Industri Dalam Negeri, KADI Selidiki Dugaan Dumping
Indonesia
KADI Selidiki Interim Review Antidumping Impor Produk Tinplate Asal China
Berdasarkan hasil kajian atas kecukupan dan ketepatan bukti awal, KADI menemukan adanya peningkatan impor dari China, baik secara absolut maupun relatif.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
KADI Selidiki Interim Review Antidumping Impor Produk Tinplate Asal China
Indonesia
PHK Krakatau Osaka Steel Jadi Alarm, DPR Desak Pemerintah Selamatkan Industri Baja Nasional
PHK Krakatau Osaka Steel menjadi alarm. DPR mendesak pemerintah untuk menyelamatkan industri baja nasional.
Soffi Amira - Jumat, 08 Mei 2026
PHK Krakatau Osaka Steel Jadi Alarm, DPR Desak Pemerintah Selamatkan Industri Baja Nasional
Indonesia
Beli Kapas dan Serat Buatan AS, Tekstil Indonesia Bisa Dapat Tarif Trump Nol
Perjanjian ini bersifat dinamis karena kedua belah pihak sepakat bahwa perubahan kesepakatan dapat dilakukan di masa depan berdasarkan persetujuan tertulis bersama.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 20 Februari 2026
Beli Kapas dan Serat Buatan AS, Tekstil Indonesia Bisa Dapat Tarif Trump Nol
Indonesia
Baja Impor Banjiri Pasar, Ketua Komisi VI DPR Soroti Lemahnya Perlindungan
Anggia mengingatkan bahwa industri baja merupakan indikator penting dari kesehatan ekonomi nasional
Angga Yudha Pratama - Selasa, 11 November 2025
Baja Impor Banjiri Pasar, Ketua Komisi VI DPR Soroti Lemahnya Perlindungan
Indonesia
Pemerintah Tolak Pengenaan Bea Masuk Anti Dumping Impor Benang Filamen Sintetis Asal China
Mendag Busan mengatakan bahwa keputusan ini mempertimbangkan kondisi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional secara menyeluruh, serta masukan dari para pemangku kepentingan terkait.
Frengky Aruan - Kamis, 19 Juni 2025
Pemerintah Tolak Pengenaan Bea Masuk Anti Dumping Impor Benang Filamen Sintetis Asal China
Indonesia
Kemendag Segel Baja Lembaran tak Sesuai SNI Senilai Rp 23,76 Miliar
Menteri Perdagangan akan memanggil pelaku usaha yang melanggar ketentuan SNI baja lembaran lapis seng untuk klarifikasi.
Wisnu Cipto - Rabu, 18 Desember 2024
Kemendag Segel Baja Lembaran tak Sesuai SNI Senilai Rp 23,76 Miliar
Bagikan