Imbas Kecelakaan di SDN 01 Kalibaru, BGN Bakal Benahi Sistem Keselamatan Sopir Mobil MBG
Polisi berjaga di dekat mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak siswa dan guru di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta, Kamis (11/12/2025). Kejadian tersebut mengakibatkan sebany
MerahPutih.com - Badan Gizi Nasional (BGN) akan berbenah untuk kelanjutan program Makanan Bergizi Gratis (BMG) di sekolah-sekolah.
Hal itu buntut kecelakaan mobil Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menabrak siswa dan guru SDN 01 Kalibaru Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12) kemarin.
BGN akan mengevaluasi aspek keselamatan pengemudi dan kendaraan, hingga kedisiplinan SOP pendistribusian MBG ke sekolah-sekolah.
"BGN akan memperketat standar pengawasan, termasuk verifikasi sopir, penyedia armada, serta kedisiplinan implementasi SOP di lapangan," ucap Nanik dalam keterangannya, Jumat (12/12).
Baca juga:
Tabrak Belasan Siswa, Sopir Mobil MBG Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara
Nanik juga menegaskan, bahwa proses hukum terhadap sopir pembawa MBG ke SDN 01 Kalibiru tetap berlanjut.
"Kami memastikan seluruh proses hukum berjalan sesuai ketentuan," tegasnya.
Nanik juga menyampaikan, saat ini penanganan korban menjadi prioritas lembaganya. Ia menegaskan pentingnya penguatan pengawasan dan kelayakan operasional MBG.
"Kami sangat terpukul dengan kejadian ini. Prioritas kami adalah memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan terbaik, serta memberikan dukungan penuh kepada keluarga yang terdampak," ujar Nanik.
Baca juga:
Terungkap, Pengemudi Mobil MBG yang Tabrak Siswa SDN 01 Kalibaru Ternyata Sopir Pengganti
Sementara itu, Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya mengaku, pihaknya telah berordinasi dilakukan dengan pihak sekolah, polisi, hingga fasilitas pelayanan kesehatan.
Sony juga mengungkapkan, bahwa biaya perawatan seluruh korban akan ditanggung BGN.
Diketahui, satu unit mobil pengangkut MBG bernomor polisi B 2093 UIU menabrak sejumlah murid yang sedang upacara di lapangan olah raga SDN Kalibaru 01, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12) pagi.
Insiden terjadi pada pukul 06.39 WIB saat ratusan siswa sudah duduk di lapangan untuk mengikuti kegiatan literasi mingguan.
Insiden ini menyebabkan 21 orang terluka, terdiri dari 20 pelajar dan satu guru. Korban langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Upacara Bendera di Sekolah Wajib Dilakukan Setiap Hari Senin, Kini Ada Ikrar Pelajar Indonesia
Politikus Daerah Kritik Ketimpangan Gaji dan Pengangkatan Pegawai Dapur MBG dan Guru Honorer
DPR Minta Guru dan Murid Korban Bencana Tak Sekadar Dibangunkan Gedung, Tapi Dipulihkan Mentalnya
Siswa Aceh Utara Belajar di Lumpur, DPR Desak Bantuan Perabotan
2.080 PPPK BGN Tahap I Naik Status Jadi ASN
Wakil Ketua Komisi IX DPR Usul 2 Skenario Pembagian MBG selama Ramadan
BGN Angkat 32 Ribu PPPK Februari, 97% Lebih Jalur Khusus untuk Kepala SPPG
Dugaan Siswa Fiktif Terima MBG Gegerkan Sampang, Legislator Tegaskan Wajib Diusut
BPOM Apresiasi SPPG Polri, Makanan Anak Diuji Layaknya Hidangan VIP
BPOM Tinjau SPPG Polri, Standar Keamanan Pangan Dinilai Unggul