Imbangi Olahraga dengan Makanan Bernutrisi

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Senin, 18 Desember 2023
Imbangi Olahraga dengan Makanan Bernutrisi

Ilutrasi makanan sehat. (Pexels/Ella Olsson)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK orang salah kaprah soal membentuk pola hidup sehat. Olahraga saja rupanya tidak cukup. Kamu harus mengimbanginya dengan mengonsumsi makanan bernutrisi dan istirahat yang cukup.

Makanan bernutrisi dianjurkan harus mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. Jika kamu ingin ngemil, pastikan untuk memilih camilan sehat bernutrisi dan hindari konsumsi camilan manis secara berlebihan.

Baca Juga:

Selain Makan dan Olahraga, Tidur juga Menentukan Keberhasilan Diet

Kombinasi Makanan Sehat Setelah Berolahraga
Gunakan roti gandumg dibandingkan roti putih biasa. (Unsplash/Wesual Click)

Ada beberapa kombinasi makanan sehat. Dilansir Alodokter, makanan bernutrisi yang bisa kamu konsumsi adalah nasi dan dada ayam. Keduanya mengandung karbohidrat dan protein saling mendukung untuk mempercepat pemulihan setelah letih berolahraga, serta meningkatkan pembentukan protein otot baru.

Tidak hanya itu, kandungan vitamin B6 dalam dada ayam juga penting untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Tentu untuk mendapatkan beragam nutrisi, kamu bisa menambahkan sayuran yang disukai dengan porsi yang cukup.

Kalau kamu ingin mengonsumsi makanan yang lebih ringan, bisa mengombinasikan antara roti panggang dan telur. Telur yang menjadi sumber protein lengkap sangat bermanfaat dalam membangun dan mempertahankan otot. Sementara roti dengan kandungan karbohidrat kompleksnya bermanfaat untuk mempercepat pemulihlan setelah berolahraga.

Baca Juga:

Enggak Perlu Ribet, Makanan ini Cocok Disantap Setelah Olahraga

Kombinasi Makanan Sehat Setelah Berolahraga
Dada ayam mengandung protein yang tinggi. (Unsplash/Egor Gordeev)


Untuk pemilihan roti, kamu bisa memilih roti gandum utuh dibandingkan roti putih biasa. Karena selain mengandung lebih banyak nutrisi, roti gandum utuh memiliki ragam manfaat untuk kesehatan tubuh, salah satunya membantu meningkatkan kesehatan sistem pencernaan.

Kombinasi ubi jalar dan salmon juga efektif untuk mengembalikan tenaga setelah lelah berolahraga. Ikan yang dikenal tinggi akan protein dan omega 3 ini bahkan bermanfaat meringankan peradangan otot pasca-olahraga.

Untuk ubi, kamu bisa mengolahnya dengan cara dipanggang atau ditumbuk. Namun ingat, jangan gunakan mentega dan krim berkalori tinggi saat mengolah ubi jalar.

Selain makanan, kamu juga harus mencukupi kebutuhan cairan setelah berolahraga agar tetap terhidrasi. Minuman air mineral sebenarnya sudah cukup jika kamu berolahraga kurang dari satu jam. Namun, jika kamu berolahraga lebih lama, dianjurkan untuk mengonsumsi minuman elektrolit. (and)

Baca Juga:

Konsumsi Makanan Ini Sebelum Olahraga

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan