MerahPutih.com - Siapa bilang keberadaan ikan sapu-sapu tak dapat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Nyatanya, ikan sapu-sapu bisa diolah menjadi pupuk organik.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Haeru Rahayu saat mendampingi Gubernur Pramono Anung membasmi ikan sapu-sapu di RW06 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (17/4).
"Merespons dipakai untuk apa sih (ikan sapu-sapu) sebetulnya gitu. Banyak ya, salah satu yang paling gampang adalah dipakai untuk pupuk organik," ungkap Haeru.
Selain itu, ikan sapu-sapu juga berpotensi dimanfaatkan menjadi tepung ikan. Namun, pemanfaatan ini masih memerlukan kajian lebih lanjut.
"Yang kedua ada sebetulnya usulan dipakai untuk tepung ikan. Cuma ada cumanya, kami memiliki kekhawatiran yang cukup tinggi residunya cukup tinggi," ujar Haeru.
Baca juga:
Pramono Anung Perintahkan PJLP Basmi Ikan Sapu-Sapu di Jakarta, Populasinya Mengkhawatirkan
Oleh sebab itu, menurutnya, perlu kajian mendalam agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
"Kalau jadikan tepung ikan kemudian dimakan oleh ikan, ikannya dimakan oleh manusia, maka punya potensi untuk apa masuk ke manusia. Itu anunya (residunya)," tuturnya.
Lebih lanjut, Haeru menjelaskan bahwa terdapat jenis ikan lain yang memiliki karakter serupa dengan ikan sapu-sapu, yakni ikan red devil yang kini mendominasi Danau Toba, Sumatera Utara.
"Dulu 20 tahun yang lalu masyarakat sana kalau ngejala itu dapat ikan nila, ikan mujair segala macam. Sekarang itu kalau ngejala itu pasti isinya 90 persen ikan red devil," ucap Haeru.
Baca juga:
Ikan Sapu-Sapu Langsung Dihancurkan, Wali Kota Jakpus: Agar tak Disalahgunakan
Karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kini berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengkaji pemanfaatan ikan sapu-sapu dan red devil agar memiliki nilai guna lebih.
"Ini tidak enak dikonsumsi begitu sehingga saat ini kami bekerja sama dengan BRIN untuk bisa memanfaatkan agar bisa lebih apa namanya utilize begitu. Salah satunya adalah untuk bahan tepung ikan," pungkasnya. (Asp)