MerahPutih Nasional- Indonesia Coruption Watch (ICW) bekerjasama dengan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Muhammadiyah menggalang dukungan melalui Madrasah Anti Korupsi untuk menyelamatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari berbagai bentuk tindakan yang mengarah pada penghancuran lembaga antirasuah itu.
"Diharapkan ada kader anti korupsi, mereka kerjasama dengan ICW untuk sosialisasi hingga membongkar kasus," kata Koordinator ICW Ade Irawan, di Jakarta, Minggu (8/2).
Menurut Ade, Madrasah Anti Korupsi ini nantinya juga akan menyusun sebuah kurikulum yang akan digunakan di sekolah-sekolah maupun kampus-kampus. Kurikulum itu berisi tentang pemahaman anti korupsi.
Ia mengatakan, semua bisa bergabung. Bahkan, gerakan ini nantinya juga akan menyasar anak-anak yang masih duduk di bangku SMA dan berbagai etnis dan agama.
"Kami sudah buat perencanaan jauh-jauh hari, jadi momentum ini mendorong save KPK, karena KPK sekarang kritis dalam tekanan," kata Ade.
Ia berharap, Jokowi belajar dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyo (SBY) dalam menangani permasalahan KPK Vs Polri. SBY dinilai cukup cepat dengan menghentikan sumber-sumber yang dapat menimbulkan permasalahan berkepanjangan.
Baca Juga: Kuasa Hukum Budi Gunawan: Tinggal Tunggu Waktu Pengumunan Status Tersangka Samad
"SBY bisa atasi ini, kalau satu kata harus berani," kata Ade.
Ia menambahkan, pihaknya membela mati-matian KPK bukan lantaran diberi 'tips' oleh mereka. Ia menegaskan itu hanya fitnah.
"Fitnah, ini bukan hal baru. ICW ikut bongkar korupsi, menurut kami terbiasa gosip murahan pada akhirnya tak bisa dibuktikan," tegasnya. (mad)

