Ibu Terduga Gergaji Anak Jalani Pemeriksaan di Polres Jakarta Selatan

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 08 Juli 2015
Ibu Terduga Gergaji Anak Jalani Pemeriksaan di Polres Jakarta Selatan

Ilustrasi Kekerasan terhadap anak (foto: kesekolah.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih Kriminal - Leasa Sharon Rose ibu yang diduga menggergaji anaknya GT (12) hari ini Rabu (8/7) memenuhi panggilan polisi. Leasa Sharon Rose menjalani pemeriksaan di Mapolrel Jakarta Selatan. Wanita itu dilaporkan tetangganya terkait kasus kekerasan anak.

Leasa Sharon Rose datang tanpa didampingi kuasa hukum. Dengan mengenakan baju coklat bermotif bunga, Leasa Sharon Rose langsung menuju ruang pemeriksaan tim penyidik Polres Jakarta Selatan.

"Saya datang ke sini memenuhi pemanggilan sebagai saksi," ungkap Sharon kepada awak media yang menunggunya sejak pagi, Jakarta, Rabu (8/7).

Leasa Sharon Rose diduga melakukan kekerasan terhadap anaknya GT sehingga sang anak melarikan diri ke rumah tetangga. Namun usai menjalani pemeriksaan polisi, Leasa Sharon Rose membantah kalau dirinya melakukan kekerasan terhadap anaknya sendiri.

"Saya saja sangat sayang dengan anak seniman jalanan. Nggak mungkin saya melakukan hal tersebut dengan anak saya,"

Ia pun mengaku rindu berjumpa dengan putranya itu. Makanya saat mendatangi polisi, ia membawa serta putrinya yang tak lain kakak GT.

Ketika disinggung hasil visum Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) yang menyebut adanya luka bekas kekerasan pada bagian tubuh GT, pun ditanggapinya enteng.

"Oh ya saya sudah tahu (hasil visum) itu sudah keluar. Nanti itu biar Pak Audie (Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Selatan) yang menjelaskan," pungkasnya sambil berlalu.(gms)

 

Baca Juga:

Kekerasan Anak Meningkat, Sekjen KPAI Minta Tambah Dana

Komisioner KPAI: Kekerasan Anak Jangan Dibiarkan

Tekan Kekerasan Anak, KPAI Sarankan Pendidikan Calon Pengantin

 

 

#Polres Jakarta Selatan #Tindak Kekerasan #Kekerasan Anak # Leasa Sharon Rose
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Menag Nasaruddin Umar Tegas: Tak Ada Toleransi untuk Kekerasan dan Pelecehan di Pesantren
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan zero tolerance terhadap kekerasan di pesantren dan memperkuat pengawasan serta pembinaan lembaga pendidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 06 Mei 2026
Menag Nasaruddin Umar Tegas: Tak Ada Toleransi untuk Kekerasan dan Pelecehan di Pesantren
Indonesia
Kekerasan di Daycare Mencuat, DPR Wacanakan Revisi UU Perlindungan Anak
DPR RI tengah mengkaji langkah penguatan regulasi sebagai bagian dari strategi pencegahan kekerasan terhadap anak.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Mei 2026
Kekerasan di Daycare Mencuat, DPR Wacanakan Revisi UU Perlindungan Anak
Indonesia
Video 'Bro Ron' PSI Kena Bogem Mentah Viral, Polisi Langsung Ciduk Dua Pelaku di Menteng
Polisi segera mengambil tindakan tegas dengan menyeret dua orang terduga pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya
Angga Yudha Pratama - Selasa, 05 Mei 2026
Video 'Bro Ron' PSI Kena Bogem Mentah Viral, Polisi Langsung Ciduk Dua Pelaku di Menteng
Indonesia
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Presiden RI, Prabowo Subianto, meneken Perpres RAN PE. DPR pun mengapresiasi pencegahan terorisme.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Indonesia
Komisi X DPR RI Bakal Perketat Izin Daycare Lewat Regulasi Pendidikan Informal
Meskipun pembahasan sempat tertunda akibat masa reses parlemen, Komisi X memastikan isu ini menjadi prioritas utama
Angga Yudha Pratama - Senin, 04 Mei 2026
Komisi X DPR RI Bakal Perketat Izin Daycare Lewat Regulasi Pendidikan Informal
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
DPR Minta Sanksi Berat untuk Dosen PTN yang Terlibat Kasus Kekerasan Daycare
DPR melalui Esti Wijayanti mendesak penonaktifan dosen terduga pelaku kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
DPR Minta Sanksi Berat untuk Dosen PTN yang Terlibat Kasus Kekerasan Daycare
Indonesia
43% Daycare Tak Berizin, DPR Desak Razia Besar Demi Lindungi Anak
DPR mendesak razia daycare ilegal setelah maraknya kekerasan anak. Data menunjukkan 43 persen daycare belum berizin dan minim standar pengasuhan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
43% Daycare Tak Berizin, DPR Desak Razia Besar Demi Lindungi Anak
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Maman menilai fenomena ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang tua yang menitipkan buah hati mereka
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Secara aturan, kasus ini memenuhi syarat untuk restitusi karena korbannya bayi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Bagikan