Hujan Mengguyur, Pencemaran Udara di Sumatera Menurun

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Minggu, 20 September 2015
Hujan Mengguyur, Pencemaran Udara di Sumatera Menurun

Kaum muslimin berdoa di halaman Masjid saat usai melaksanakan salat Istisqa' (minta hujan) di Masjid Agung An'nur Pekanbaru, Riau, Senin (7/9). Dengan dilaksanakanya salat istisqa' warga berharap huja

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Peristiwa - Hujan yang turun di beberapa wilayah Sumatera terdampak kabut asap menurunkan kadar pencemaran udara yang masih tinggi. Data indeks stadar pencemaran udara (ISPU) menunjukkan, bahwa hujan telah menurunkan kadar pencemaran udara di beberapa wilayah terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah di Sumatera.

"Hujan kemarin membuat kualitas udara agak membaik. Semoga bisa segera (udara berstatus) SEHAT kembali," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho yang merilis kembali gambar melalui jejaring sosial Facebook, ‏@Sutopo_BNPB.

Hujan yang turun di Sumatera sangat berpengaruh pada perbaikan kualitas udara yang tercemar akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan. Dalam sehari saja, hujan telah menurunkan tingkat pencemaran di beberapa wilayah dari kualitas udara berbahaya menjadi tidak sehat.

Ada tiga wilayah yaitu Kampar, Pekanbaru dan Bengkalis yang tingkat pencemarannya menurun dari berbahaya menjadi tidak sehat, atau dalam data ISPU dari status bertanda warna merah menjadi kuning.

Data ISPU tanggal 19 September 2015 menunjukkan, kualitas udara di Provinsi Riau dalam kondisi sedang dan berbahaya. Sementara, data sebaran pencemaran udara di Pekanbaru berstatus berbahaya, yaitu di Kampar pencemaran udara berstatus berbahaya, Siak sangat tidak sehat hingga berbahaya, Bengkalis sedang hingga berbahaya, Jambi tidak sehat, dan di Sumatera Selatan (Sumsel) kualitas udara berstatus tidak sehat.

"Sesuai dengan klasifikasi ISPU, kondisi kualitas udara di Pekanbaru (Panam, Pekanbaru Kota, dan Rumbai), Kampar (Petapahan), Siak (Siak), Rokan Hilir (Libo), dan Bengkalis (Duri Camp) berbahaya secara umum dapat merugikan kesehatan serius pada populasi," demikian surat edaran Kementari Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Sabtu (19/9).

Sementara, data ISPU pada hari ini (20/9), bahwa pencemaran udara di daerah Pekanbaru yaitu di Panam berstatus tidak sehat dan Rumbai berbahaya, di wilayah Kampar tidak sehat, Siak berbahaya, Dumai sedang, Rokan Hilir yaitu di wilayah Bangko dan Libo tidak sehat, di Bengkalis yaitu wilayah Duri Camp dan Duri Field tidak sehat, dan pencemaran udara di Jambi yaitu di wilayah Kota Jambi berstatus tidak sehat.

 

Baca Juga:

  1. Ini Penampakan Kabut Asap di Sumatera-Kalimantan dari Udara
  2. Evakuasi Warga Malaysia Akibat Kabut Asap
  3. Meme Lucu Kabut Asap #TerimaKasihIndonesia Dibalas #SamaSamaMalaysia
  4. 200 Warga Malaysia Dievakuasi Akibat Kabut Asap
  5. Masyarakat Riau Adukan Kabut Asap ke Komnas HAM
#BNPB #Dampak Asap Bagi Kesehatan #Kabut Asap
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Hari Kedelapan Pencarian Longsor Cisarua, BNPB Sebut 6 Korban Belum Ditemukan
BNPB melaporkan enam korban longsor Cisarua Bandung belum ditemukan. Pencarian korban sudah memasuki hari kedelapan.
Soffi Amira - Selasa, 03 Februari 2026
Hari Kedelapan Pencarian Longsor Cisarua, BNPB Sebut 6 Korban Belum Ditemukan
Indonesia
Awal Februari Ini, Berbagai Daerah Dilanda Longsor, Banjir, Karhutla dan Cuaca Ekstrem
BNPB juga meminya masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana, khususnya bantaran sungai dan pesisir, untuk rutin memantau kondisi lingkungan,
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 01 Februari 2026
Awal Februari Ini, Berbagai Daerah Dilanda Longsor, Banjir, Karhutla dan Cuaca Ekstrem
Indonesia
48 Rumah Warga Korban Longsor Cisarua Bakal Direlokasi, Segera Dapat Huntara
Masyarakat akan dipindahkan ke hunian sementara atau diberikan dana tunggu hunian sebesar Rp 600 ribu per kepala keluarga per bulan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
48 Rumah Warga Korban Longsor Cisarua Bakal Direlokasi, Segera Dapat Huntara
Indonesia
Hujan Lebat yang Dapat Disertai Angin Kencang Akan Terjadi di Sejumlah Wilayah di Indonesia hingga 29 Januari, BNPB Imbau Tingkatkan Kewaspadaan
Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Papua Pegunungan berpeluang diguyur hujan lebat yang dapat disertai angin kencang.
Frengky Aruan - Senin, 26 Januari 2026
Hujan Lebat yang Dapat Disertai Angin Kencang Akan Terjadi di Sejumlah Wilayah di Indonesia hingga 29 Januari, BNPB Imbau Tingkatkan Kewaspadaan
Indonesia
Kesulitan Akses Alat Berat, Masih Ada Puluhan Korban Tertimbun Longsor di Cisarua Bandung
Tim SAR gabungan menyebut telah mengevakuasi 29 jenazah korban longsor Cisarua dan menyerahkannya kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Januari 2026
Kesulitan Akses Alat Berat, Masih Ada Puluhan Korban Tertimbun Longsor di Cisarua Bandung
Indonesia
Arahan dari Prabowo, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek
BNPB menggelar operasi modifikasi cuaca di Jabodetabek. Hal ini mendapat arahan langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Minggu, 25 Januari 2026
Arahan dari Prabowo, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek
Indonesia
Sumatera Barat Masuki Fase Pemulihan, BNPB Tekankan Validasi Lahan Aman Hunian
BNPB juga terus melakukan validasi lahan dan penetapan zona aman
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Januari 2026
Sumatera Barat Masuki Fase Pemulihan, BNPB Tekankan Validasi Lahan Aman Hunian
Indonesia
Korban Bencana Sumatra Tembus 1.189 Orang, 195 ribu Jiwa Masih Bertahan Hidup di Tenda Pengungsian
Jumlah korban bencana Sumatra menembus 1.189 orang. 195 ribu jiwa masih bertahan hidup di tenda pengungsian.
Soffi Amira - Rabu, 14 Januari 2026
Korban Bencana Sumatra Tembus 1.189 Orang, 195 ribu Jiwa Masih Bertahan Hidup di Tenda Pengungsian
Indonesia
Curah Hujan Tinggi, BNPB Turun Tangan Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta
BNPB menggelar operasi modifikasi cuaca selama lima hari untuk meredam hujan ekstrem di Jakarta. BPBD mencatat banjir mulai berangsur surut.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Curah Hujan Tinggi, BNPB Turun Tangan Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta
Indonesia
Listrik di Talaud Kembali Menyala Usai Digoyang Gempa Dahsyat Magnitudo 7,1
Pusat gempa sendiri berada di laut dengan kedalaman 17 kilometer
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Januari 2026
Listrik di Talaud Kembali Menyala Usai Digoyang Gempa Dahsyat Magnitudo 7,1
Bagikan