Hujan Mengguyur, Pencemaran Udara di Sumatera Menurun
Kaum muslimin berdoa di halaman Masjid saat usai melaksanakan salat Istisqa' (minta hujan) di Masjid Agung An'nur Pekanbaru, Riau, Senin (7/9). Dengan dilaksanakanya salat istisqa' warga berharap huja
MerahPutih Peristiwa - Hujan yang turun di beberapa wilayah Sumatera terdampak kabut asap menurunkan kadar pencemaran udara yang masih tinggi. Data indeks stadar pencemaran udara (ISPU) menunjukkan, bahwa hujan telah menurunkan kadar pencemaran udara di beberapa wilayah terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah di Sumatera.
"Hujan kemarin membuat kualitas udara agak membaik. Semoga bisa segera (udara berstatus) SEHAT kembali," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho yang merilis kembali gambar melalui jejaring sosial Facebook, @Sutopo_BNPB.
Hujan yang turun di Sumatera sangat berpengaruh pada perbaikan kualitas udara yang tercemar akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan. Dalam sehari saja, hujan telah menurunkan tingkat pencemaran di beberapa wilayah dari kualitas udara berbahaya menjadi tidak sehat.
Ada tiga wilayah yaitu Kampar, Pekanbaru dan Bengkalis yang tingkat pencemarannya menurun dari berbahaya menjadi tidak sehat, atau dalam data ISPU dari status bertanda warna merah menjadi kuning.
Data ISPU tanggal 19 September 2015 menunjukkan, kualitas udara di Provinsi Riau dalam kondisi sedang dan berbahaya. Sementara, data sebaran pencemaran udara di Pekanbaru berstatus berbahaya, yaitu di Kampar pencemaran udara berstatus berbahaya, Siak sangat tidak sehat hingga berbahaya, Bengkalis sedang hingga berbahaya, Jambi tidak sehat, dan di Sumatera Selatan (Sumsel) kualitas udara berstatus tidak sehat.
"Sesuai dengan klasifikasi ISPU, kondisi kualitas udara di Pekanbaru (Panam, Pekanbaru Kota, dan Rumbai), Kampar (Petapahan), Siak (Siak), Rokan Hilir (Libo), dan Bengkalis (Duri Camp) berbahaya secara umum dapat merugikan kesehatan serius pada populasi," demikian surat edaran Kementari Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Sabtu (19/9).
Sementara, data ISPU pada hari ini (20/9), bahwa pencemaran udara di daerah Pekanbaru yaitu di Panam berstatus tidak sehat dan Rumbai berbahaya, di wilayah Kampar tidak sehat, Siak berbahaya, Dumai sedang, Rokan Hilir yaitu di wilayah Bangko dan Libo tidak sehat, di Bengkalis yaitu wilayah Duri Camp dan Duri Field tidak sehat, dan pencemaran udara di Jambi yaitu di wilayah Kota Jambi berstatus tidak sehat.
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Hari Kedelapan Pencarian Longsor Cisarua, BNPB Sebut 6 Korban Belum Ditemukan
Awal Februari Ini, Berbagai Daerah Dilanda Longsor, Banjir, Karhutla dan Cuaca Ekstrem
48 Rumah Warga Korban Longsor Cisarua Bakal Direlokasi, Segera Dapat Huntara
Hujan Lebat yang Dapat Disertai Angin Kencang Akan Terjadi di Sejumlah Wilayah di Indonesia hingga 29 Januari, BNPB Imbau Tingkatkan Kewaspadaan
Kesulitan Akses Alat Berat, Masih Ada Puluhan Korban Tertimbun Longsor di Cisarua Bandung
Arahan dari Prabowo, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek
Sumatera Barat Masuki Fase Pemulihan, BNPB Tekankan Validasi Lahan Aman Hunian
Korban Bencana Sumatra Tembus 1.189 Orang, 195 ribu Jiwa Masih Bertahan Hidup di Tenda Pengungsian
Curah Hujan Tinggi, BNPB Turun Tangan Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta
Listrik di Talaud Kembali Menyala Usai Digoyang Gempa Dahsyat Magnitudo 7,1