Hotel Bintang 3 Jadi Pilihan Mayoritas Warga Menginap di Jakarta

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Mei 2024
Hotel Bintang 3 Jadi Pilihan Mayoritas Warga Menginap di Jakarta

Pemesanan tiket transportasi dan akomodasi pun melonjak. (Foto: Pexels Donald Tong)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta memaparkan, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Jakarta pada Maret 2024 mencapai 44,08 persen atau turun 7 persen dibandingkan Februari 2024 dan turun sebesar 9,29 persen dibandingkan Maret 2023.

Di mana,tingkat penghunian kamar hotel bintang empat menempati posisi paling tinggi sebesar 45,23 persen. Sementara itu, TPK pada hotel non bintang pada Maret mencapai 37,64 persen atau turun sebesar 5,5 persen dibandingkan Februari 2024, namun naik 3,75 persen dibandingkan Maret 2023.

BPS mencatat hotel bintang tiga menjadi pilihan utama bagi tamu, termasuk wisatawan Indonesia yang menginap.

"Berdasarkan proporsi tamu hotel bintang, hotel bintang tiga menjadi pilihan utama menginap tamu Indonesia sebanyak 44,15 persen," kata Plt. Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta Dwi Paramita Dewi di Jakarta, Kamis (2/5).

Baca juga:

Rupiah Awal Maret Ditutup Menguat, Dipicu Rilis BPS dan Turunnya Inflasi AS

Dwi merinci, pada Maret 2024, mayoritas tamu hotel bintang di Jakarta merupakan tamu Indonesia sebesar 89,41 persen, sedangkan sisanya 10,59 persen berasal dari tamu asing.

Ia menegaskan, tamu Indonesia dan tamu asing memiliki preferensi yang berbeda ketika memilih kelas hotel bintang yang disinggahi. Tamu Indonesia banyak yang memilih menggunakan hotel bintang tiga, sedangkan tamu asing lebih memilih menggunakan hotel bintang lima

Pada kelompok tamu Indonesia, sebanyak 44,15 persen menginap di hotel bintang tiga, sementara 25,57 persen lainnya di hotel bintang empat. Sementara itu, sebanyak 48,54 persen tamu asing menginap di hotel bintang lima.

Secara nasional, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang pada Maret 2024 mencapai 43,41 persen, mengalami penurunan sebesar 2,85 poin (y-on-y), dan turun sebesar 6,04 poin (m-to-m).

Baca juga:

BPS Sebut Beras Masih Jadi Penyumbang Inflasi pada Februari

Berbeda dengan TPK hotel Bintang, TPK hotel nonbintang pada Maret 2024 mencapai 22,10 persen, naik 0,84 poin (y-on-y), dan mengalami penurunan 4,16 poin (m-to-m). Sementara itu, rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang mengalami peningkatan sebesar 0,03 poin dibandingkan Maret 2023, yaitu mencapai 1,70 malam. (*)

#Badan Pusat Statistik (BPS) #Hotel #Wisata
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Travel
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Dengan cara tak biasa, Wayan memutuskan membagikan upaya konservasinya melalui Airbnb Experiences.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Indonesia
BPS Ungkap Kinerja Perdagangan Indonesia hingga Agustus 2026, Surplus USD 7,25 Miliar
BPS mencatat perdagangan Indonesia surplus USD 7,25 miliar sepanjang Januari-Agustus 2026. Ekspor USD 193,64 miliar dan impor USD 186,39 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
BPS Ungkap Kinerja Perdagangan Indonesia hingga Agustus 2026, Surplus USD 7,25 Miliar
Indonesia
Jamin Bantuan Pemerintah Tetap Diberikan, Data Desil Diperbaharui Tiap 3 Bulan
Guna memastikan validitas data secara berkelanjutan, pemerintah membuka luas akses partisipasi publik melalui berbagai kanal pemutakhiran mandiri.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Jamin Bantuan Pemerintah Tetap Diberikan, Data Desil Diperbaharui Tiap 3 Bulan
Indonesia
DTSEN Terus Dimutakhirkan, BPS Pastikan Keluarga Penerima Bansos Tercatat Akurat
BPS memperkuat DTSEN untuk memperbaiki akurasi data bantuan sosial. Warga dapat mengajukan perbaikan data melalui sejumlah kanal resmi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
DTSEN Terus Dimutakhirkan, BPS Pastikan Keluarga Penerima Bansos Tercatat Akurat
Indonesia
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Komoditas yang turut memberikan tekanan di wilayah tersebut antara lain cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan daging sapi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Travel
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Industri pariwisata Indonesia berada di ambang era baru yang sangat dinamis.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Indonesia
Begini Cara Melihat Beda Data Kemiskinan Ala BPS Dengan Bank Dunia
BPS dan Bank Dunia menggunakan sumber data yang sama, yakni Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Namun, cara pengukuran kemiskinan yang digunakan berbeda karena memiliki tujuan yang berbeda.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Begini Cara Melihat Beda Data Kemiskinan Ala BPS Dengan Bank Dunia
Indonesia
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Warga, DPR Minta Kemensos dan BPS Bergerak Cepat
DPR menyoroti ketidaksesuaian data desil yang berpotensi membuat warga miskin kehilangan bansos, subsidi energi, hingga bantuan pendidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Warga, DPR Minta Kemensos dan BPS Bergerak Cepat
Indonesia
Mendag Ingin Harga Minyak Terkendali, Neraca Perdagangan Bisa Tetap Surplus
Pemerintah tidak hanya mengandalkan kondisi harga minyak untuk menjaga surplus perdagangan, tetapi juga akan terus mendorong peningkatan ekspor.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Mendag Ingin Harga Minyak Terkendali, Neraca Perdagangan Bisa Tetap Surplus
Bagikan