Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Homestay Warga di Kawasan Pariwisata Strategis Nasional

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 November 2020
Homestay Warga di Kawasan Pariwisata Strategis Nasional

Pemandangan Danau Toba. (Foto: PUPR).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah telah menetapkan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) sebagai salah satu cara untuk menggaet 20 juta wisatawan asing pada 2019 ke Indonesia. Paling tidak ada, 10 wilayah yang jadi prioritas pengembangan dengan 4 wilayah menjadi super prioritas diantaranya Danu Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang.

Bukan hanya penyediaan infrastruktur, tugas Kementerian PUPR mendorong industri pariwisata nasional. Selain itu, agar masyarakat mendapatkan dampak ekonomi dari program pemerintah tersebut, memperbaiki Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) terutama rumah warga agar meningkatkan aktivitas warga di sekitar lokasi destinasi wisata.

Paling tidak, berdasarkan Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJM Nasional Tahun 2020-2024, setidaknya ada lima KSPN yang kini menjadi lokasi program Sarhunta yakni Danau Toba di Sumatera Utara sebanyak 1.811 unit rumah, Borobudur di Jawa Tengah sebanyak 732 unit rumah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 910 unit rumah, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 660 unit dan Likupang di Sulawesi Utara sebanyak 463 unit rumah.

Baca Juga:

Waduk Darma Terus Dipoles sebagai Destinasi Wisata Air Internasional

Sehingga, total rumah yang ditingkatkan kualitasnya untuk mendukung KSPN sebanyak 4.576 unit rumah dengan total anggaran yang disalurkan untuk kegiatan ini adalah Rp374,03 miliar.

"Nantinya masyarakat dapat memanfaatkan hunian yang telah ditingkatkan kualitasnya untuk usaha homestay, workshop, toko, kuliner maupun usaha atau jasa lainnya," kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid di Jakarta, Kamis (5/11).

Ia menegaskan, program Sarhunta bakal meningkatkan keswadayaan masyarakat untuk mewujudkan rumah layak huni dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di destinasi pariwisata prioritas. Program ini juga sebagai pemenuhan akses bagi masyarakat terhadap rumah sebagai pendukung kegiatan pariwisata.

"Selain itu juga untuk mengoptimalkan fungsi hunian dan membentuk konektivitas antar bangunan serta penataan lingkungan," ujar Khalawi.

Ia memaparkan, pihaknya pun telah menetapkan petunjuk pelaksanaan kegiatan peningkatan kualitas rumah swadaya untuk pondok wisata (Homestay) dan usaha pariwisata lainnya dalam mendukung KSPN. Kriteria lokasi yang menjadi lokasi KSPN adalah adanya kemudahan akses, ketersediaan daya tarik wisata, ketersediaan amenitas, dan kesesuaian ruang zonasi.

penataan kawasan wisata di Desa Kuta dan Dusun Gerupuk, Desa Selong,Lombok Tengah
Penataan kawasan wisata di Desa Kuta dan Dusun Gerupuk, Desa Selong,Lombok Tengah. (Foto: PUPR).

Kementerian PUPR dan Bank Dunia sejak tahun 2015 telah merintis kerjasama pengembangan Indonesia Tourism Development Program (ITDP) yang dilakukan pada tiga destinasi prioritas yakni Danau Toba, Borobudur dan Mandalika.

Bank Dunia memberikan pinjaman USD300 juta yang digunakan untuk penyusunan Penyusunan Rencana Induk Pariwisata (Integrated Tourism Master Plan/ITMP) senilai USD6 juta dan pembangunan fisik dan pengembangan sumber daya manusia senilai USD294 juta.

Sementara untuk pelaksanaan kegiatan fisik dan peningkatan kapasitas SDM, pelaksanaannya melalui skema Program for Result (PforR). Melalui skema ini pelaksanaan program didanai dengan APBN dan APBD terlebih dahulu, kemudian diganti dengan dana pinjaman dengan beberapa kriteria yang ditetapkan dan harus dipenuhi.

Beberapa kriteria dimaksud antara lain mendorong partisipasi warga lokal, meningkatkan iklim investasi dan bisnis di sektor pariwisata, dan meningkatkan kelembagaan.

“Diantaranya pembangunan jalan akses menuju maupun jalan pada kawasan pariwisata, penataan kawasan, ketersediaan air bersih di lokasi wisata, sanitasi, drainase dan persampahan,” kata Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Rido Matari Ichwan beberapa waktu lalu.

Kementerian Pariwisata telah menetapkan konsep homestay dengan memadukan antara penginapan dengan biaya terjangkau dan pengalaman budaya lokal yang otentik. Pengembangan homestay akan dilakukan dengan menggerakkan komunitas lokal di desa, sebagai bagian dari pengembangan Desa Wisata.

Homestay Desa Wisata diharapkan, memiliki segi atraksi wisata dan segi amenitas. Segi atraksi wisata berarti bahwa memiliki daya tarik wisata khususnya wisata budaya dengan mengangkat kembali Arsitektur Tradisional Nusantara dan lokasinya yang berada di Desa Wisata sehingga wisatawan dapat berinteraksi dengan masyarakat lokal.

Rencana Strategis Kementerian Pariwisata Tahun 2015 – 2019 dituliskan, untuk segi amenitas, homestay menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi masyarakat dan wisatawan dengan pengelolaan berstandar Internasional.

Baca Juga:

Wisata Domestik Diprediksi Masih Populer

#Wisata Indonesia #Pariwisata Indonesia #Danau Toba #Mandalika #Candi Borobudur #Likupang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Olahraga
Ada Kutukan Marc Marquez di Mandalika, Begini Cerita Pembalap Indonesia Veda Ega
Sirkuit dengan panjang 4,31 km tersebut memang menyuguhkan tantangan tersendiri karena memiliki kondisi angin yang cukup kencang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Ada Kutukan Marc Marquez di Mandalika, Begini Cerita Pembalap Indonesia Veda Ega
ShowBiz
Samosir Music International 2026 Angkat Budaya dan Perkuat Pariwisata Danau Toba
Samosir Music International 2026 digelar 2–4 Juli di Danau Toba dengan musik, budaya, SMI Run, UMKM, serta penampilan Lyodra dan musisi internasional.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
Samosir Music International 2026 Angkat Budaya dan Perkuat Pariwisata Danau Toba
Olahraga
Sean Gelael Siap Gaspol di Sirkuit Mandalika Dalam Gelaran GT World Challenge Asia 2026
Sean turun gunung menjajal sirkuit kebanggaan Indonesia di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada 1-3 Mei mendatang
Angga Yudha Pratama - Selasa, 07 April 2026
Sean Gelael Siap Gaspol di Sirkuit Mandalika Dalam Gelaran GT World Challenge Asia 2026
Indonesia
Sean Gelael Dipastikan Tancap Gas di GT World Challenge Asia 2026 seri Indonesia
Sean akan menjajal Pertamina Mandalika International Circuit, Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 1-3 Mei.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Sean Gelael Dipastikan Tancap Gas di GT World Challenge Asia 2026 seri Indonesia
Olahraga
Maverick Vinales Mundur dari MotoGp AS, Alasannya Sama Waktu di Mandalika
Pembalap KTM, Maverick Vinales, memutuskan mundur dari MotoGP Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of The Americas (COTAS), Texas, yang bakal digelar Minggu (29/3) besok.
Wisnu Cipto - Sabtu, 28 Maret 2026
Maverick Vinales Mundur dari MotoGp AS, Alasannya Sama Waktu di Mandalika
Olahraga
Mandalika Racing Series Tambah 2 Kelas, Ini Jadwal Round
Selain pembinaan atlet, MRS juga dinilai berperan besar dalam mempromosikan sport tourism di kawasan Mandalika.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 08 Februari 2026
Mandalika Racing Series Tambah 2 Kelas, Ini Jadwal Round
Indonesia
Indonesia Kalah Saing dengan Negara Tetangga dalam Urusan Pariwisata, DPR 'Semprot' Pemerintah
Guna mengembalikan kepercayaan dunia, Bambang mendesak pemerintah segera membentuk polisi pariwisata khusus seperti yang telah sukses diterapkan di Malaysia dan Filipina
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
Indonesia Kalah Saing dengan Negara Tetangga dalam Urusan Pariwisata, DPR 'Semprot' Pemerintah
Indonesia
Borobudur Tambah Kuota Wisatawan dari 1.200 Jadi 4.000 Sehari Jadi Sorotan Parlemen
Kapasitas Borobudur yang semula hanya membolehkan maksimal 1.200 orang sekarang menjadi 4.000 pengunjung setiap hari selama delapan jam.
Wisnu Cipto - Selasa, 02 Desember 2025
Borobudur Tambah Kuota Wisatawan dari 1.200 Jadi 4.000 Sehari Jadi Sorotan Parlemen
Indonesia
Stop Manjakan Pariwisata dengan Uang Negara, DPR Desak Pemerintah Fokus Infrastruktur dan Sport Tourism ala Eropa
Peningkatan jumlah wisman ini, terutama melalui long stay akan berdampak signifikan pada devisa.
Angga Yudha Pratama - Selasa, 04 November 2025
Stop Manjakan Pariwisata dengan Uang Negara, DPR Desak Pemerintah Fokus Infrastruktur dan Sport Tourism ala Eropa
Indonesia
DPR Desak Pengusutan Tuntas Tambang Emas Ilegal Dekat Mandalika
Praktik tambang ilegal di kawasan strategis seperti Mandalika sangat ironis.
Dwi Astarini - Minggu, 26 Oktober 2025
DPR Desak Pengusutan Tuntas Tambang Emas Ilegal Dekat Mandalika
Bagikan