[HOAKS atau FAKTA]: Yusril Mundur dari Tim Pengacara Prabowo-Gibran

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Sabtu, 13 April 2024
[HOAKS atau FAKTA]: Yusril Mundur dari Tim Pengacara Prabowo-Gibran

Tangkapan layar informasi hoaks. (Dok. Mafindo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Video beredar di Tiktok menyatakan Yusril Ihza Mahendra akan mundur sebagai pengacara capres-cawapres terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang sedang berjalan di Mahkamah Konstitusi (MK)

Dalam video yang diunggah akun @Harly Barito ini terlihat Yusril sedang berbicara di sidang MK terkait Gibran, dengan narasi merasa salah sudah membela Prabowo, sehingga memilih untuk mundur sebagai pengacara mereka.

Narasi:

Dalam 2-3 hari kedepan Yusril akan mundur dari pengacara 02 karena bertentangan dengan moral penegak hukum. Membela yang salah pengacara terkesan tidak profesional dan ngawur. Kecurangan TSM 02 Semakin Jelas."

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Mahkamah Internasional Larang Prabowo-Gibran Jadi Presiden-Wakil Presiden

FAKTA

Dari penelusuran Turn Back Hoaks (Mafindo), tim pemeriksa fakta menemukan video serupa di kanal Youtube Kompas TV yang berisi tentang pertanyaan Yusril Ihza mengenai putusan 90 Mahkamah Konstitusi yang meloloskan Gibran sebagai cawapres dalam sidang sengketa Pilpres pada tanggal 2 April 2024.

Adapun, pernyataan Yusril secara lebih lengkap, ”Andai kata saya Gibran saya akan minta kepada dia. Kata-kata yang tidak logis. Andai kata saya Gibran saya akan bersikap seperti ini. Ini baru logis. Jadi yang saya ucapkan adalah andai kata saya Gibran, saya memilih saya tidak akan maju karena saya tahu bahwa putusan ini problematik”

“Keadilan dan kepastian hukum adalah suatu yang sulit dipertemukan. Menurut saudara apakah kita akan berdebat pada suatu keadilan yang tidak berujung atau kita akhiri dengan sebuah kepastian hukum”.

Dalam pernyataan di atas itu tidak ada kata-kata atau sikap Yusril Ihza akan mundur dari tim hukum Prabowo. Yusril sendiri hingga saat ini masih tercatat sebagai ketu tim pembela Prabowo-Gibran di MK.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: MUI Minta Aqua Diboikot karena Pro-Israel

KESIMPULAN


Postingan yang beredar di Tiktok dan menyebutkan Yusril Ihza akan mundur dari tim hukum Prabowo-Gibran dapat disimpulkan tidaklah benar alias hoaks. Pasalnya, tidak ada pernyataan dari Yusril akan mundur, hanya narasi yang ditambahkan dalam video. (Knu)

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Sebut Kecurangan Pemilu

##HOAKS/FAKTA
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Pemerintah Larang Toko dan Warung Dibangun Dekat Kopdes Merah Putih
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto memastikan kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tidak akan mematikan usaha warung kelontong.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Pemerintah Larang Toko dan Warung Dibangun Dekat Kopdes Merah Putih
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Tegaskan Pemilik Kulkas, AC, TV dan Sepeda akan Dikenai Pajak Tahun Depan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dikabarkan akan menerapkan pajak untuk TV, Kulkas, hingga AC. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Tegaskan Pemilik Kulkas, AC, TV dan Sepeda akan Dikenai Pajak Tahun Depan
Indonesia
Komdigi Cermati Platform Medsos, Minta Warga Waspadai Konten Hoaks Jelang HUT RI
Konten-konten hoaks yang beredar saat ini, bisa menimbulkan keresahan dan ketakutan bagi anggota masyarakat awam yang kurang berhati-hati
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Komdigi Cermati Platform Medsos, Minta Warga Waspadai Konten Hoaks Jelang HUT RI
Indonesia
Kementerian Komdigi Diminta Segera Tindak Tegas Akun Penyebar Hoaks Hingga Disinformasi
Negara tidak boleh membiarkan ruang digital dipenuhi informasi yang sengaja dipelintir, dimanipulasi, atau disebarkan tanpa dasar
Angga Yudha Pratama - Senin, 03 Agustus 2026
Kementerian Komdigi Diminta Segera Tindak Tegas Akun Penyebar Hoaks Hingga Disinformasi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Toko Klontong Dilarang Berada Dekat Koperasi Merah Putih
Disebutkan, larangan mendirikan kios itu berlaku dalam radius 2 kilometer dan jika ketahuan akan diancam denda.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Toko Klontong Dilarang Berada Dekat Koperasi Merah Putih
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pakai Sendal Jepit saat Naik Motor akan Ditilang Polisi
Pengendara sepeda motor yang berkendara menggunakan sendal jepit akan ditilang, denda Rp 250 ribu. Cek informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pakai Sendal Jepit saat Naik Motor akan Ditilang Polisi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Terbitkan Uang Kertas Rp 5 Juta Bergambar Soekarno
Beredar informasi di media sosial yang menyebut Bank Indonesia menerbitkan uang kertas pecahan Rp 5 Juta bergambar Soekarno. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Terbitkan Uang Kertas Rp 5 Juta Bergambar Soekarno
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Bakal Ubah IKN Jadi Markas Besar TNI
Beredar unggahan di media sosial yang menyebut Prabowo akan mengubah IKN jadi markas besar TNI. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Bakal Ubah IKN Jadi Markas Besar TNI
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : SPBU bakal Dijaga Petugas Samsat untuk Menilang Penunggak Pajak
Pertamina menegaskan tidak ada kebijakan semacam itu dalam pelayanan.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA] : SPBU bakal Dijaga Petugas Samsat untuk Menilang Penunggak Pajak
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ]: Gelombang Panas Eropa Dipicu Paparan 5G
Tidak ada bukti atau mekanisme fisika yang membuktikan bahwa sinyal 5G dapat mengubah cuaca atau memicu gelombang panas.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA ]: Gelombang Panas Eropa Dipicu Paparan 5G
Bagikan