[HOAKS atau FAKTA]: Varian Baru COVID-19 Berasal dari Vaksin
Tangkapan layar soal hoaks varian baru COVID-19 berasal dari vaksin. (Foto: Turnbackhoax.id)
MerahPutih.com - Beredar kembali sebuah video yang menampilkan seseorang ahli virologi dan pemenang Nobel Prize dari Prancis, Luc Montagnier, yang menyatakan bahwa vaksinasi dapat menyebabkan varian baru virus corona.
NARASI:
“V4R14N B4RU MUNCUL D4R1 V4KS1N”
SUMBER: Twitter
https://archive.cob.web.id/archive/1668926895.849847/singlefile.html
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Putin Kirim Senjata Tempur Dukung Indonesia
FAKTA:
Setelah ditelusuri Mafindo, ditemukan klaim senada yang pernah diklarifikasi oleh turnbackhoax.id pada 16 Juni 2021 dengan judul “[SALAH] Vaksinasi Sebabkan Varian Baru COVID-19”.
Artikel tersebut menuliskan bahwa informasi tersebut palsu, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan vaksinasi dapat menyebabkan varian baru COVID-19. Para ahli berpendapat, varian baru COVID-19 disebabkan karena penyebaran infeksi COVID-19 yang masif.
World Health Organization (WHO) menjelaskan, vaksinasi tidak dapat menyebabkan virus corona asli bermutasi menjadi varian baru.
Hal yang menyebabkan virus corona bermutasi adalah karena virus menyebar secara luas dalam populasi yang besar, serta menginfeksi banyak orang.
Dr Robert Bollinger, seorang spesialis penyakit menular di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins menjelaskan kepada Reuters melalui email bahwa orang-orang yang tidak divaksinasi lebih rentan terinfeksi virus, dan dari orang terinfeksi tersebut akan menyebarkan lagi ke orang-orang yang tidak divaksin.
Penyebaran dalam tingkat tinggi itulah yang kemudian menciptakan mutasi baru virus corona hingga menjadi varian baru. Lebih dari 99,9 persen dari semua varian virus corona berasal dari dan menyebar ke orang yang tidak divaksin.
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Akibat Gempa di Cianjur, Pantai Pangandaran Surut
KESIMPULAN:
Berdasarkan penjelasan di atas klaim tentang varian baru COVID-19 muncul dari vaksin COVID-19 adalah salah dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan. (Knu)
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Baswedan Diusir Karena Terobos Rapat Penting KTT G20
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Sekolah Libur Ramadan 16-23 Februari, Lebaran 16-29 Maret
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Naikkan Jumlah Uang Pensiunan sebesar 12 Persen
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
[HOAKS atau FAKTA]: Siswa Dilarang Mengeluh Soal Rasa dan Kualitas Makan Begizi Gratis
[HOAKS atau FAKTA]: BGN Ancam Siswa Tak Komplain dan Viralkan Rasa Makan Bergizi Gratis
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Jual Laut dan Hutan di Sumatra ke Inggris Seharga Rp 90 Triliun
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa