[Hoaks atau Fakta]: Israel Bersekutu Dengan ISIS

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 25 Mei 2021
[Hoaks atau Fakta]: Israel Bersekutu Dengan ISIS

PM Israel Benyamin Netanyahu. (Foto: https://www.israelhayom.co.il).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Beredar sebuah video di media sosial Twitter yang mengklaim, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di depan Knesset Israel tentang detail politik Arab. Terjemahan yang terdapat dalam video tersebut menjelaskan bahwa Syiah dan Yahudi berkaitan erat dan diklaim oleh pengunggah konten sebagai bentuk persekongkolan antara Yahudi dan ISIS untuk menghadapi Arab.

"Karena mereka pengecut tidak ingin berhadap-hadapan. Apakah kalian tidak memperhatikan mereka hanya mahir membunuh penduduk tak berdaya dan bersekutu dengan 72 negara untuk menghancurkan kota2 Iraq. Maka para pemimpin2 tsb. Setelah menguasai $680 Milyar, pada saat harga minyak melonjak dan menyerahkannya ke Iran. Jangan menuntut tentang Houth. Matilah Amerika, matilah Irael… Yaman Mati. Sebagai penutup: Syiah dan Yahudi adalah Satu Kesatuan yang Erat"

https://archive.md/a251N

Baca Juga:

Tuntut Israel Buka Blokade, PBB Serukan Imbauan Bantuan Internasional untuk Gaza

FAKTA

Video serupa sempat tersebar pada tahun 2018 dan telah dibantah oleh institusi media Arab, Jordania Media Credibility Monitor.

Dalam narasi video tersebut Netanyahu mengatakan, tentang keterlibatan Ikhwanul Muslimin dan Syiah dalam penghancuran negara-negara Arab seperti Mesir, Lebanon, Irak, Suriah dan lain-lain.

Wartawan yang mengkhususkan diri dalam urusan Israel di Petra Agency, Yahya Matalqa, telah menyatakan bahwa terjemahan yang dilampirkan pada video itu tidak benar.

"Terjemahan itu tidak benar karena penyertaan urusan Arab yang disebutkan dalam terjemahan yang salah telah ditanggapi. Pidato tersebut adalah par excellence internal Israel," jelas Maltaqa.

Tangkapan layar hoaks. (Foto: Mafindo)
Tangkapan layar hoaks. (Foto: Mafindo)

Setelah ditelusuri, terjemahan yang dilampirkan pada video tersebut tidak diketahui sumbernya dan tampaknya pembuat terjemahan palsu berusaha mencocokkan frasa tertentu dengan gerakan Netanyahu dalam video tersebut.

Maltaqa menjelaskan bahwa video Netanyahu terus ditindaklanjuti setiap beberapa bulan karena selalu berisi terjemahan yang salah dan sering diarahkan untuk mengadopsi narasi politik sebuah partai dan seolah-olah itu datang dari Natanyahu.


KESIMPULAN

Berdasarkan penelusuran Mafindo , klaim tersebut salah dan merupakan hoaks lama yang bersemi kembali. Hokas ini masuk kategori konten yang menyesatkan. (Knu)

Baca Juga:

Pemerintah Diminta Keluarkan Kebijakan Boikot Produk Israel

#Israel #Palestina #ISIS ##HOAKS/FAKTA #Mafindo #Penyebar Hoaks
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Baru untuk Dukung Asta Cita Prabowo
BI memastikan tidak ada pencetakan uang baru untuk mendanai program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita.
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Baru untuk Dukung Asta Cita Prabowo
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ikut Peringatan HUT RI di Istana Negara Harus Bayar
Beredar informasi peserta Peringatan HUT ke-81 RI di Istana Negara dipungut bayaran. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Ikut Peringatan HUT RI di Istana Negara Harus Bayar
Indonesia
Warga Diminta Tidak Terprovokasi Jelang Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia
Panglima meminta masyarakat tidak mudah mempercayai kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta melaksanakan aktivitas seperti biasa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Warga Diminta Tidak Terprovokasi Jelang Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Prabowo Gunakan Board of Peace Tekan Israel
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta pemerintah memanfaatkan posisi Indonesia di Board of Peace untuk menekan Israel menghentikan operasi militer di Gaza.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
DPR Desak Pemerintah Prabowo Gunakan Board of Peace Tekan Israel
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Pemerintah Larang Toko dan Warung Dibangun Dekat Kopdes Merah Putih
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto memastikan kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tidak akan mematikan usaha warung kelontong.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Pemerintah Larang Toko dan Warung Dibangun Dekat Kopdes Merah Putih
Indonesia
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
Polisi mengamankan seorang perempuan yang diduga menyebarkan informasi palsu terkait ajakan demonstrasi menjelang HUT ke-81 RI.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
Indonesia
Indonesia Kecam Serangan Terbaru Israel ke Gaza, Sebut Hambat Implementasi Kesepakatan Perdamaian
Pemerintah Indonesia mengecam serangan terbaru Israel ke Gaza dan menilai tindakan tersebut menghambat implementasi kesepakatan perdamaian.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Indonesia Kecam Serangan Terbaru Israel ke Gaza, Sebut Hambat Implementasi Kesepakatan Perdamaian
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Tegaskan Pemilik Kulkas, AC, TV dan Sepeda akan Dikenai Pajak Tahun Depan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dikabarkan akan menerapkan pajak untuk TV, Kulkas, hingga AC. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Tegaskan Pemilik Kulkas, AC, TV dan Sepeda akan Dikenai Pajak Tahun Depan
Indonesia
Komdigi Cermati Platform Medsos, Minta Warga Waspadai Konten Hoaks Jelang HUT RI
Konten-konten hoaks yang beredar saat ini, bisa menimbulkan keresahan dan ketakutan bagi anggota masyarakat awam yang kurang berhati-hati
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Komdigi Cermati Platform Medsos, Minta Warga Waspadai Konten Hoaks Jelang HUT RI
Indonesia
Kementerian Komdigi Diminta Segera Tindak Tegas Akun Penyebar Hoaks Hingga Disinformasi
Negara tidak boleh membiarkan ruang digital dipenuhi informasi yang sengaja dipelintir, dimanipulasi, atau disebarkan tanpa dasar
Angga Yudha Pratama - Senin, 03 Agustus 2026
Kementerian Komdigi Diminta Segera Tindak Tegas Akun Penyebar Hoaks Hingga Disinformasi
Bagikan