[HOAKS atau FAKTA]: Banjir di Jateng akibat Ulah Anies

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 06 Maret 2021
[HOAKS atau FAKTA]: Banjir di Jateng akibat Ulah Anies

Tangkapan layar Facebook soal hoaks banjir Jawa Tengah akibat ulah Anies Baswedan. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Akun facebook Dukung Jokowi 3 Periode mengunggah foto yang memperlihatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah berdiri di samping kali. Tampak sejumlah orang berada di belakang Anies.

Postingan tersebut mengklaim bahwa banjir di Jawa Tengah adalah ulah Anies yang memindahkan air dari Jakarta ke Jawa Tengah menggunakan portal.

NARASI:

“[Post Ulang Semoga Tidak Diserang React Bot] Pantas saja Jateng kebanjiran ternyata ini ulah Anies. Dengan kekuatan portal dia memindahkan air dari Jakarta menuju Jawa Tengah. Sangat ga bener ini. Anies kapan tobatmu nis…. Tidak bosankah membuat Indonesia menjadi kacau akibat kelakuanmu?”.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Mata Uang Timor Leste Bergambar Pakaian Adat Rote

FAKTA:

Berdasarkan hasil penelusuran Mafindo, foto tersebut adalah hasil suntingan/editan.

Ditemukan foto identik pada artikel jakrev.com berjudul “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Siagakan 450 Pompa Antisipasi Banjir” diunggah pada 13 November 2018. Foto itu diabadikan saat Anies Baswedan melihat debit air di pintu air Manggarai, Jakarta Selatan.

Dilansir dari regional.kompas.com, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan penyebab banjir yang terjadi di sejumlah wilayahnya bukan hanya disebabkan faktor curah hujan yang tinggi, namun ada sejumlah faktor lain yang dinilai cukup mengkhawatirkan jika tidak diitangani dengan baik.

Tangkapan layar Facebook soal hoaks banjir Jawa Tengah akibat ulah Anies Baswedan. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)
Tangkapan layar Facebook soal hoaks banjir Jawa Tengah akibat ulah Anies Baswedan. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

“Jadi ini ada faktor kerusakan hutan dan alih fungsi lahan di gunung dan penurunan tanah (land subsidience) di pesisir pantai. Dan daerah Pantura Jawa Tengah ini termasuk yang penurunan tanahnya cukup mengkhawatirkan,” kata Ganjar dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (16/2/2021).

Menurutnya, faktor penyebab banjir tersebut berakibat terbentuknya cekungan di tengah kota, sehingga debit air yang tinggi dari hulu tidak mengalir ke laut.

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Tentara Israel Tembaki Menara Masjid di Palestina


KESIMPULAN:

Dengan demikian, klaim banjir Jawa tengah karena ulah Anies yang memindahkan air dari Jakarta ke Semarang menggunakan portal adalah tidak benar dan termasuk dalam kategori satire/parodi. (Knu)

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Nadiem Larang Pemakaian Jilbab di Sekolah

##HOAKS/FAKTA #Anies Baswedan #Jawa Tengah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Polres Sukoharjo Kembalikan Barang Ponpes, tak Terkait Perkara Perusakan Warung Mi Babi
Barang-barang tersebut yakni telepon genggam, CPU, kendaraan, dan drone.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Polres Sukoharjo Kembalikan Barang Ponpes, tak Terkait Perkara Perusakan Warung Mi Babi
Indonesia
Angka Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen
Upaya pencegahan dan penanganan perkawinan anak perlu terus diperkuat.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Angka Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen
Indonesia
Pengasuh Ponpes di Sukoharjo Sesalkan Intimidasi saat Penggeledahan, Polres Pastikan Sesuai SOP
Sebanyak 12 santriwati dan 4 ustazah dimintai keterangan sebagai saksi dalam perusakan dan pembakaran warung Mi dan Babi Tepi Sawah Parangjoro, Sukoharjo.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Pengasuh Ponpes di Sukoharjo Sesalkan Intimidasi saat Penggeledahan, Polres Pastikan Sesuai SOP
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: BMKG Sebut Suhu di Indonesia akan Tembus 50 Derajat Celcius di Desember 2026
Viral, info BMKG di media sosial menyebut suhu udara di Indonesia bakal tembus 50 derajat celcius pada Desember 2026. Cek kebenaran Informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA]: BMKG Sebut Suhu di Indonesia akan Tembus 50 Derajat Celcius di Desember 2026
Indonesia
15 Santri di Sukoharjo Dibawa ke Kantor Polisi, Diduga Terkait Pembakaran Mi Babi
Penggeledahan tersebut berkaitan dengan kasus pembakaran dan perusakan warung Mi dan Babi Tepi Sawah Desa Parangjoro, Desa Grogol, September lalu.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
15 Santri di Sukoharjo Dibawa ke Kantor Polisi, Diduga Terkait Pembakaran Mi Babi
Indonesia
Polresta Solo Bongkar Kasus Prostitusi Online, 14 Orang Jadi Tersangka
Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko mengatakan para korban diduga direkrut dan dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial melalui aplikasi daring.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
Polresta Solo Bongkar Kasus Prostitusi Online, 14 Orang Jadi Tersangka
Indonesia
7 Tahun Koma Dikeroyok Bubarkan Bentrok Antarpesilat, Eks Kasatreskrim Polres Wonogiri Meninggal
Aditia berpulang setelah menjalani perawatan intensif panjang setelah insiden pengeroyokan brutal yang dialaminya pada Rabu, 8 Mei 2019 malam.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
7 Tahun Koma Dikeroyok Bubarkan Bentrok Antarpesilat, Eks Kasatreskrim Polres Wonogiri Meninggal
Indonesia
Karhutla Gunung Lawu Belum Padam, Water Bombing Terganggu Cuaca Cuaca
Penanganan karhutla di Gunung Lawu membutuhkan kerja bersama pemerintah, TNI-Polri, BNPB, BPBD, Perhutani, dan masyarakat
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Karhutla Gunung Lawu Belum Padam, Water Bombing Terganggu Cuaca Cuaca
Indonesia
Dukung Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan di Indonesia, Wamen KKP Gandeng UMS
Kolaborasi tersebut dinilai membutuhkan kontribusi lintas bidang keilmuan yang dimiliki perguruan tinggi, termasuk UMS.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Dukung Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan di Indonesia, Wamen KKP Gandeng UMS
Indonesia
Pekerjakan Orang Luar Sukoharjo, Pabrik Obat Terlarang Raup Omzet Rp 3 Miliar per Hari
Seluruh pekerja yang beraktivitas di dalam pabrik obat ilegal beromzet miliaran rupiah tersebut diketahui berasal dari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Pekerjakan Orang Luar Sukoharjo, Pabrik Obat Terlarang Raup Omzet Rp 3 Miliar per Hari
Bagikan