[HOAKS atau FAKTA]: Agar Sembuh, Penderita Prostat Disarankan Buang Urine Sambil Lompat

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 29 Juni 2020
[HOAKS atau FAKTA]: Agar Sembuh, Penderita Prostat Disarankan Buang Urine Sambil Lompat

Tangkapan layar berita tentang pengobatan alternatif penderita prostat. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Beredar pesan berantai WhatsApp yang berisikan informasi mengenai metode alternatif bagi lelaki berusia di atas 50 tahun yang kesulitan membuat air seni.

Metode bernama “Jumping Urine” tersebut menyaratkan untuk melompat-lompat agar air seni dapat keluar.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2024 Dibatalkan, Ditunda hingga 2029

Berikut narasi dalam pesan berantai tersebut:

“JUMPING URINE Saran buat semua laki2 di atas usia 50, apabila mengalami kesulitan buang air seni gara2 ada pembesaran prostat.

SEKEDAR INFO:

Penting bagi yang Usia Lanjut manfaatnya “JUMPING URINE”.

Apa yang harus dilakukan, jika Anda tidak bisa mengeluarkan air kencing secara tiba2…?
Baru2 ini saya bertemu dgn seorang dokter allopathy yg terkenal karena artikel medis. Dia berusia 70-an, adalah spesialis THT.
Sungguh mengherankan untuk mendengarkan salah satu pengalamannya yg dia bagikan.
Pagi hari itu, ketika dia terbangun, dia punya masalah. Dia memiliki dorongan untuk buang air kecil, tapi entah kenapa dia tidak bisa melakukannya..

Pada usia ini, beberapa orang menghadapi masalah seperti itu, umumnya mengerang kesakitan dan pergi ke rumah sakit. Tetapi bgmn bila berada di pelosok dan sendirian…???

Upaya terus-menerusnya tidak menghasilkan apapun, lalu dia sadar, ada beberapa masalah. Meskipun dia seorang dokter, tapi dia tidak terkecuali dgn masalah fisik seperti dia, juga terbuat dari daging dan darah yg sama seperti semua orang.

Sekarang perut bagian bawahnya menjadi berat dan dia tidak bisa duduk atau berdiri dan menderita karena hal tsb.

Pada saat itu dia menerima sebuah panggilan masuk yg kebetulan berasal dari dokter allopathy lain dari kotanya.

Dengan susah payah dokter THT menjelaskan situasinya kepada dokter teman masa kecilnya.

Temannya berkata dgn enteng, “Oh, kandung kemih Anda sudah penuh dan Anda tidak bisa buang air kecil. Jangan khawatir, lakukan seperti yang saya sarankan Anda akan bisa buang air kecil”.
Dan dia mulai memberi instruksi:

“Berdiri dan melompat dgn kuat…, sambil melompat mengangkat kedua tangan Anda se-olah2 Anda memetik buah mangga. Lakukan seperti ini 15 sampai 20 kali “.
Apa…??? Saat kandung kemih penuh, dia ingin aku melompat…???

Meski sedikit skeptis, dokter THT itu mulai mencobanya.

Apa yg terjadi..? Setelah dalam 5 sampai 6 kali Jumping Urine, mulai terasa ingin buang air kecil dan.., akhirnya keluarlah air seninya dgn banyak.
Dokter THT merasa sangat gembira dan merasa bersyukur.., karena saran dari dokter teman masa kecilnya bisa menyelesaikannya dgn cara yg sederhana.

Jika tidak, mengharuskan saya masuk ke rumah sakit, di mana mereka memasukkan kateter di dlm kandung kemih, suntikan, antibiotics dll sehingga menghasilkan tagihan jumlahnya yg cukup besar, di samping itu juga akan ada tekanan fisik dan mental untuknya. Minimum 3 hari opname, check up.., bila perlu operasi batu ginjal…

Silahkan berbagi, untuk kepentingan orang lain dan sosialisasikan JUMPING URINE ini…!!

SEMOGA BERMANFAAT & TETAP SEHAT….!!
MOHON BANTU MENYEBARKAN INI BIAR BISA BANTU ORANG YG MEMBUTUHKAN.

SALAM”

Tangkapan layar berita tentang pengobatan alternatif penderita prostat. (Foto: MP/turnbackhoax.id)
Tangkapan layar berita tentang pengobatan alternatif penderita prostat. (Foto: MP/turnbackhoax.id)


FAKTA:

Berdasarkan hasil penelusuran Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) diketahui bahwa sejumlah dokter tidak menyarankan metode tersebut. Sebab, metode tersebut disinyalir dapat membawa implikasi medis lainnya.

Dilansir dari thequint.com, Dr Pawan Kesarwani, Direktur Departemen Urologi di Max Super Speciality Hospital menyatakan bahwa melompat-lompat tidak menjadi rekomendasi untuk mengatasi retensi urin atau kesulitan mengeluarkan air seni (urin).
Apalagi, menurut Dr Kesarwani, metode itu dinilai berbahaya bila diterapkan oleh para lansia, khususnya yang berusia 70 tahun ke atas.

“Khususnya untuk pria berusia 70 tahunan ke atas, melompat-lompat bisa membuat masalah baru. Untuk yang masih muda, lebih baik mencari cara lainnya,” ujarnya.

Dr Vikram Kalra, Direktur Neprologi di Aakash Healthcare menyatakan bahwa metode melompat-lompat bukanlah solusi permanen untuk mengatasi retensi urin.

“Tidak berarti semua retensi dapat diselesaikan sendiri. Seringkali retensi urin dapat disebabkan oleh komplikasi pada jalur kompleks antara kandung kemih dan sfingter, atau penyumbatan seperti kandung kemih atau batu ginjal,” ujarnya.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Pesepeda Meninggal Kekurangan Oksigen karena Pakai Masker

Retensi urin merupakan ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Retensi urin bisa akut atau kronis. Retensi urin akut terjadi secara tiba-tiba dan hanya berlangsung dalam waktu singkat.

Orang dengan retensi urin akut tidak dapat buang air kecil sama sekali, meskipun mereka memiliki kandung kemih penuh. Retensi urin akut, kondisi medis yang berpotensi mengancam jiwa, membutuhkan perawatan darurat segera. Retensi urin akut dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit yang hebat.


KESIMPULAN:

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka metode jumping urine atau melompat-lompat untuk mengeluarkan air seni tidak disarankan oleh para dokter dilakukan oleh para lansia. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori fabricated content atau konten palsu. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Pembakar Bendera PDIP Ternyata Simpatisan Sendiri

##HOAKS/FAKTA
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pembangunan IKN Dihentikan, Anggaran Dialihkan Buat MBG
Hasil pencarian hanya memberitakan jika pembangunan IKN hanya sekali dilaporkan berhenti sementara, yakni pada 10 Agustus 2024 lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pembangunan IKN Dihentikan, Anggaran Dialihkan Buat MBG
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Toko Harian yang Dekat dengan Kopdes Merah Putih Dipaksa Ditutup
Video yang dibagikan merupakan video petugas penertiban PPKM yang bersitegang dengan pemilik warung kopi di Bandar Lampung pada Juli 2021.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Toko Harian yang Dekat dengan Kopdes Merah Putih Dipaksa Ditutup
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Dunia Tempatkan Indonesia Jadi Negara Termiskin 2026
Klasifikasi resmi World Bank sendiri menempatkan Indonesia di kelompok negara berpenghasilan menengah-atas, bukan negara paling miskin.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Dunia Tempatkan Indonesia Jadi Negara Termiskin 2026
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Kota Malang Resmi Tolak MBG
Narasi itu merujuk pada peristiwa yang terjadi hampir tiga bulan sebelumnya, yakni aksi demonstrasi mahasiswa di Kota Malang pada Senin (15/6).
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Kota Malang Resmi Tolak MBG
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Beredar konten yang menyebut Indonesia keluar dari keanggotaan World Bank. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ]: Pemerintah Enggan Keluarkan Anggaran untuk Tangani Karhutla Kalimantan karena Efisiensi
Beredar informasi yang menyebut pemerintah enggan mengeluarkan anggaran untuk penanganan karhutla di Kalimantan. Cek informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
[HOAKS atau FAKTA ]: Pemerintah Enggan Keluarkan Anggaran untuk Tangani Karhutla Kalimantan karena Efisiensi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Pulau Menjangan Kecil di Karimunjawa Dijual Rp 500 Miliar
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan informasi mengenai penjualan Pulau Menjangan Kecil tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Pulau Menjangan Kecil di Karimunjawa Dijual Rp 500 Miliar
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Gunung Lewotobi Langsung Erupsi setelah Gempa Flores
Rekaman yang ditampilkan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada 17 Juni 2025 bukan pascagempa Agustus 2026.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Gunung Lewotobi Langsung Erupsi setelah Gempa Flores
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Gubernur Pramono Anung Larang Warga Non-DKI Kerja di Jakarta
Ketentuan KTP DKI Jakarta tersebut berlaku khusus bagi pendaftar program padat karya, bukan larangan untuk seluruh warga KTP non-DKI untuk bekerja di Jakarta.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Gubernur Pramono Anung Larang Warga Non-DKI Kerja di Jakarta
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Demi MBG, Ratusan Perusahaan BUMN Ditutup Tahun Ini
Pemerintah dikabarkan akan menutup ratusan perusahaan BUMN di akhir tahun 2026.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Demi MBG, Ratusan Perusahaan BUMN Ditutup Tahun Ini
Bagikan