Hipnosis Bisa Membantumu Turunkan Berat Badan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 10 Agustus 2022
Hipnosis Bisa Membantumu Turunkan Berat Badan

Orang mencari ahli hipnotis untuk membantu mereka memperbaiki hubungan dengan makanan. (Foto: freepik/tonodiaz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MASUK akal jika para pejuang diet lelah mencoba pola makan baru dan ingin mencari cara lain. Jika kamu sering mencari alternatif dari diet, penggunaan hipnosis untuk menurunkan berat badan mungkin menjadi salah satu informasi akan kamu temukan.

Tidak banyak orang yang pernah mengalami hipnosis. Kamu mungkin mengetahui teknik ini ketika melihat acara televisi di mana hipnosis membuat orang menggonggong seperti anjing, berbicara seperti zombie, atau melakukan banyak hal memalukan lain.

“Orang sering mengacaukan hipnoterapi dengan hipnosis panggung untuk hiburan, dan kenyataannya, keduanya tidak ada hubungannya satu sama lain,” kata psikolog klinis berlisensi Samantha Gaies, PhD di NY Health Hypnosis and Integrative Therapy. Dia bekerja dengan pasien yang ingin menurunkan berat badan atau menyembuhkan gangguan makan.

Hipnosis untuk menurunkan berat badan tidak seperti yang kita lihat di TV. Tidak sedikit orang yang mencari ahli hipnotis untuk membantu mereka memperbaiki hubungan dengan makanan dan kebugaran. Banyak di antaranya telah menemukan kesuksesan besar.

Baca juga:

Diet Yoyo dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Menghentikan roda hamster

Hipnosis Bisa Membantumu Turunkan Berat Badan
Dengan hipnosis, kamu benar-benar mencoba memotivasi otak untuk mewujudkan gaya hidup sehat. (Foto: freepik/freepic.diller)

Ketika seseorang mencoba untuk membuat perubahan besar dalam hidup, seperti mengatasi obesitas, ada banyak hal yang harus dipikirkan, antara lain: makanan apa yang harus dimakan, bagaimana kamu harus berolahraga, dan pada batas apa kamu akan merasa cukup aman untuk berolahraga.

Penilaian atau ketakutan tertentu mungkin menghalangi pembentukan kebiasaan jangka panjang yang dapat mengubah kesehatan seseorang.

“Saya biasanya menggambarkan hipnosis kepada pasien saya dengan menyamakan pikiran mereka saat ini dengan roda hamster. Ada gerakan atau pemikiran tanpa henti, tapi pemikiran itu biasanya tidak membawa mereka terlalu jauh dalam hal membuat perubahan yang berdampak,” kata Gaies.

Jadi, yang dilakukan oleh seorang hipnoterapis klinis adalah membimbing pasien mereka ke dalam keadaan relaks yang disebut trans, menggunakan sejumlah teknik yang bervariasi dari pernapasan dalam hingga visualisasi.

Berlawanan dengan kepercayaan populer, trans tidak akan membuat kamu berjalan dengan susah payah seperti zombie di The Walking Dead. Faktanya, kebanyakan dari kita mengalami trans ketika melamun atau melakukan tugas rutin.

Pada saat-saat trance, 'otak hamster' kita berhenti berputar dan kita menjadi kurang fokus pada daftar tugas atau stres harian. Begitu memasuki keadaan trans itu, Gaies memandu pasiennya melalui serangkaian latihan untuk membantu mereka menyesuaikan diri dengan keinginan mereka untuk berubah.

Dengan hipnosis, kamu benar-benar mencoba memotivasi otak untuk membuat perubahan untuk mewujudkan gaya hidup sehat.

“Hipnosis efektif karena memungkinkan orang untuk memperlambat obrolan analitis dan intelektual dalam pikiran mereka untuk lebih mudah mengakses dan fokus pada apa yang lebih dalam dan paling penting bagi mereka,” jelas Gaies. Dengan kata lain, hipnosis dapat membantu orang memasuki otak bawah sadar yang sangat mempengaruhi kebiasaan kita.

“Otak bawah sadar adalah tempat banyak perilaku dan motivasi kita. Dalam hipnosis, Anda benar-benar mencoba memotivasi otak untuk membuat perubahan,” kata ahli hipnoterapi bersertifikat dan dokter penyakit dalam di Mayo Clinic, Tony Chon, MD di Rochester, AS seperti diberitakan Prevention.

Baca juga:

Diet Bukan Alasan Lewatkan Makan Malam

Hipnosis digunakan untuk memungkinkan modifikasi perilaku dengan sugesti, demikian dikatakan ahli diet di Culina Health Amanda Holtzer, MS, RD. “Penurunan berat badan membutuhkan perubahan perilaku.

“Bagi sebagian orang, hipnosis mungkin berfungsi dengan baik sebagai langkah pertama dalam perubahan perilaku. Kita harus membuat keputusan mental dan emosional untuk mengambil tindakan berbeda yang akan menyebabkan penurunan berat badan, bukan? Nah, bagi sebagian orang, hipnosis dapat membantu proses pengambilan keputusan itu,” lanjutnya.

Bukan sulap

Hipnosis Bisa Membantumu Turunkan Berat Badan
Diet dan olahraga kemudian cenderung menjadi lebih mudah bagi mereka yang terlibat dalam hipnosis. (Foto: freepik/rawpixel.com)

Hipnosis bukanlah seperti sulap, jadi jangan masuk ke sesi hipnoterapi dan berpikir kamu akan mulai menurunkan berat badan hanya dengan menjentikkan jari.

Seperti yang dikatakan Gaies, hipnosis adalah alat yang dapat membantu mematahkan pola berpikir yang mencegah seseorang mengembangkan rutinitas yang lebih sehat. Pergeseran gaya hidup itulah yang akan menyebabkan penurunan berat badan seiring waktu.

Kebanyakan orang yang melakukan pendekatan hipnoterapi sudah mempersiapkan diri untuk melakukan penyesuaian gaya hidup, seperti mengubah pilihan makanan mereka atau membeli keanggotaan gym, kata Chon.

“Seringkali orang yang berjuang dengan penurunan berat badan atau gangguan makan cenderung merasa terjebak dalam siklus makan berlebihan atau tidak banyak bergerak, yang kemudian diikuti dengan menyalahkan diri sendiri dan rasa malu,” kata Gaies.

“Jenis pola ini biasanya didorong oleh emosi atau pengalaman lain, jadi kami [pasien saya dan saya] cenderung mengeksplorasi aspek-aspek kehidupan mereka dalam konteks sesi. Diet dan olahraga kemudian cenderung menjadi lebih mudah bagi mereka yang terlibat dalam hipnosis karena mereka telah mengubah pikiran dan perasaan mendasar mereka ke pola berpikir yang lebih membantu,” jelasnya.

"Hipnosis itu sendiri tidak akan menyebabkan penurunan berat badan. Penurunan berat badan adalah persamaan ilmiah berdasarkan asupan kalori vs pembakaran kalori," kata Holtzer.

Artinya, kamu benar-benar dapat mencoba hipnosis untuk menurunkan berat badan tetapi, pada akhirnya, hal yang benar-benar akan membantu adalah membakar lebih banyak kalori daripada yang kamu konsumsi. (aru)

Baca juga:

Badan Tetap Ringan dengan Trik Diet ala Rider MotoGP

#Kesehatan #Diet #Penurunan Berat Badan #Hipnotis
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan