Diet Bukan Alasan Lewatkan Makan Malam

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Sabtu, 30 Juli 2022
Diet Bukan Alasan Lewatkan Makan Malam

Tetap harus makan malam meskipun sedang diet. (Pexels/Ella Olsson)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DIET belakangan ini semakin sering dilakukan oleh banyak orang. Entah untuk alasan kesehatan atau keinginan pribadi. Banyak tips dan program diet yang beredar di media sosial membuat orang semakin mudah mengikuti langkah untuk menurunkan berat badan. Salah satu cara atau tips diet yang populer dilakukan adalah dengan melewatkan makan malam.

Skipping dinner dianggap sebagai salah satu cara mengurangi kalori yang masuk ke tubuh. Saat tidur, tubuh biasanya kurang bisa mencerna makanan, terutama yang berlemak dan berkalori tinggi. Padahal, melansir indianexpress, melewatkan makan malam sama sekali lebih banyak memberikan efek negatif ke tubuh.

Perut yang kosong semalaman akan membuat kinerja metabolisme menurun, loh. Padahal, selama kita istirahat, beberapa organ tubuh tetap aktif bekerja dan membutuhkan tenaga. Meskipun tenaga yang dikeluarkan memang tidak sebanyak siang hari.

Selain itu, jarak yang terlalu jauh antara makan siang dan sarapan di hari berikutnya akan membuat pola serta jam alamiah tubuh jadi berantakan.

"Pola makanmu harus berhubungan dengan ritme hidupmu. Tubuhmu bekerja dengan cara yang sama pada malam hari seperti pada siang hari. Jadi, mengisi bahan bakar tubuh secara berkala sangat penting," catat laman republicworld.com.

Baca juga:

Mudahnya Menerapkan Diet Tidak Makan Malam

makan malam

Mengonsumsi makan malam saat diet dapat diakali dengan makanan yang sehat. (Pexels/Trang Doan)

Tapi ini tak harus diartikan kamu harus makan besar saat malam hari. "Makan besar, tinggi gula atau makanan tinggi lemak di malam hari mengacaukan sistem pencernaan," tulis republicworlds.com.

Alasan lain pentingnya makan malam saat diet adalah perut yang kosong terlalu lama akan membuat seseorang cepat merasa lemas karena kurangnya energi.

Ketika hal ini terjadi, level gula dalam darah akan turun drastis. Lalu, esok hari ketika kita sarapan, level gula akan segera naik lagi. Level gula dalam darah yang naik turun secara cepat dalam waktu lama berpotensi menaikkan risiko diabetes.

Mengacu republicworld.com, cara terbaik untuk menjaga tubuh sekaligus lancar melakukan diet adalah dengan mengonsumsi makanan ringan nan sehat ketika malam. Misalnya seperti jus atau smoothie, buah-buahan, atau sedikit sayur-sayuran.

Baca juga:

Bingung Mau Makan Malam? Mudah Buatnya dan Menyehatkan

Melewatkan makan malam memberikan lebih banyak dampak buruk. (Pexels/Andres Ayrton)

Porsi yang kecil tetapi teratur jauh lebih baik dibandingkan tidak makan malam. Selain itu, buah-buahan dan sayur mengandung kalori yang rendah sehingga akan lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh saat tidur.

"Makan besar, tinggi gula atau makanan tinggi lemak di malam hari mengacaukan sistem pencernaan kamu. Jadi sangat penting untuk menjaga keseimbangan," tambah republicworld.com.

Kunci penting dari melakukan diet adalah menjaga keseimbangan tubuh. Mengutip fitbiscuits, salah satu metode diet yang sehat dan aman bagi kesehatan adalah intermittent fasting atau berpuasa selang-seling. Misalnya kamu bisa makan dalam frekuensi dan porsi normal selama 5 hari, lalu mengurangi porsi makan pada 2 hari lainnya.

Yang terpenting, jangan terlalu sering melupakan makan malam, ya. (mcl)

Baca juga:

Kenapa Makanan Mewah Sering Dihidangkan dalam Porsi Kecil? Ini Jawabannya

#Kesehatan #Diet #Jamuan Makan Malam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan