MerahPutih.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan telah berkoordinasi dengan Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen hingga Bank Himpunan Bank Negara (Himbara) untuk melakukan buyback atau membeli kembali saham-saham bank Himbara.
Hal itu merupakan salah satu hasil evaluasi dari situasi perbankan yang saat ini terjadi. Dia mengatakan sebetulnya kondisi perbankan saat ini perkembangannya sangat bagus.
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria meningkatkan kepercayaan kepada pasar modal Indonesia lewat penguatan fundamental BUMN, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Kepercayaan investor merupakan modal penting bagi pertumbuhan pasar modal yang sehat dan berkelanjutan. Karena itu, penguatan fundamental dan tata kelola perusahaan harus terus menjadi prioritas,
ujar Dony.
Baca juga:
Ternyata Penempatan Duit Rp 200 Triliun ke Himbara Tidak Signifikan Turunkan Bunga Kredit
Penguatan fundamental BUMN ditempuh dengan optimalisasi nilai perusahaan, peningkatan kepercayaan investor, serta berbagai opsi korporasi yang dapat mendukung stabilitas pasar dan menjaga daya tarik investasi di Indonesia.
Pasar modal memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, pembiayaan pembangunan, serta penciptaan nilai bagi perusahaan dan investor.
Di tengah dinamika pasar global, penguatan fundamental perusahaan, kepercayaan investor dan stabilitas pasar keuangan menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing ekonomi Indonesia.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, perusahaan-perusahaan BUMN dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) masih menjadi kontributor utama kapitalisasi pasar serta mencatatkan kinerja fundamental yang solid.
Terkait dinamika pasar, Dony menghadiri pertemuan yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama jajaran pemerintah, regulator, serta pimpinan bank-bank BUMN pada Selasa (9/6) untuk membahas berbagai langkah penguatan pasar modal nasional dan peningkatan kepercayaan investor terhadap perusahaan-perusahaan strategis Indonesia.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan pasar modal Indonesia tetap sehat, kompetitif, dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Sinergi antara pemerintah, BUMN, regulator, dan pelaku pasar terus diperkuat guna menciptakan pasar keuangan yang sehat, resilien dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia semakin meningkat, sejalan dengan upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik di kawasan. (*)