Hidup Konvensional Adalah Ciri Orang 'Sigma'
Sigma menunjukan kepribadian mandiri. (Foto: unsplash/warren)
MerahPutih.com - Istilah 'sigma' sering digunakan untuk menggambarkan tipe kepribadian tertentu yang mandiri, tidak terikat pada norma sosial, dan percaya diri.
Seseorang yang dianggap sebagai 'sigma' biasanya memiliki sifat-sifat seperti kreatif, introspektif, dan tidak terlalu peduli pada penilaian orang lain. Dalam beberapa konteks, sigma juga dapat merujuk pada orang yang memilih untuk hidup di luar hierarki sosial yang biasa.
Baca juga:
Asal Usul Istilah Sigma
Asal usul istilah ini dapat ditelusuri ke berbagai budaya dan filosofi. Konsep kepribadian ini mulai muncul di kalangan generasi muda, terutama di platform media sosial seperti TikTok dan Twitter. Meskipun istilah ini tidak memiliki definisi yang resmi, ia menjadi populer dalam diskusi tentang kepribadian dan gaya hidup.
Beberapa orang mengaitkan istilah 'sigma' dengan teori hierarki sosial yang mengkategorikan orang dalam beberapa tipe, seperti 'alpha', 'beta', dan lainnya.
Dalam teori ini, alpha adalah pemimpin yang dominan, sementara sigma dianggap sebagai individu yang beroperasi secara mandiri dan tidak terikat pada kelompok mana pun.
Baca juga:
Seiring meningkatnya popularitas istilah ini, banyak konten di media sosial mulai mengeksplorasi tema sigma. Konten ini sering kali menggambarkan gaya hidup dan filosofi yang dapat diadopsi oleh mereka yang merasa lebih nyaman dengan cara hidup yang tidak konvensional. Ini menciptakan komunitas di mana orang dapat saling mendukung dan berbagi pengalaman.
Baca juga:
Memahami Bahasa Gen Alpha: Berkharisma, Tandanya Kamu 'Rizz'
Istilah 'sigma' mencerminkan sikap mandiri dan kepercayaan diri seseorang yang tidak terikat pada norma sosial. Dengan semakin populernya konsep ini, kita melihat bahwa banyak orang mengadopsi gaya hidup ini untuk mengekspresikan diri mereka dengan cara yang unik.
Dalam dunia yang sering kali mendorong kita untuk mengikuti tren, menjadi sigma bisa jadi pilihan yang menarik dan memberi makna baru dalam hidup. (far)
Bagikan
Berita Terkait
Grok AI Belum Punya Filter Pornografi, DPR Tuntut Langkah Proaktif Kemkomdigi
Kumpulan Ucapan Natal Cocok untuk WhatsApp dan Media Sosial
Imbas Konten Pornografi, X Harus Bayar Denda Rp 80 Juta ke Pemerintah
Polda Jabar Bakal Selidiki YouTuber Resbob Terkait Dugaan Ujaran Kebencian
DPR Usul Buzzer Bisa Langsung Diusut Tanpa Aduan, Revisi UU ITE Kembali Diungkapkan
Indonesia Resmi Atur Anak di Ruang Digital, Sanksi Bagi Platform Tengah Dirumuskan
Menkomdigi Tegaskan Batas Usia Pengguna Medsos Wajib Dipatuhi, PSE Siap Kena Sanksi
Larangan Medsos di Australia, Meta Mulai Keluarkan Anak-Anak dari Instagram dan Facebook
Buntut Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Pramono Kaji Pembatasan Medsos Bagi Siswa
[HOAKS atau FAKTA] : Mark Zuckerberg Sebut, Jika Perang antara AS dan Iran Pecah, Dunia akan Kehilangan Media Sosial Instagram hingga Google