Hidup Damai dengan Trauma

Muchammad YaniMuchammad Yani - Kamis, 08 April 2021
Hidup Damai dengan Trauma

Tumbuh dari rasa trauma (Foto: Pexels/Dids)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TRAUMA yang dihasilkan dari kejadian buruk selalu meninggalkan luka batin mendalam. Begitu menyakitkannya hingga ia membuat seseorang menjadi terpuruk. Tidak sedikit yang berakhir menjadi post trauma stress disorder (PTSD) dan hancur.

Apa itu PTSD? PTSD merupakan kondisi dimana seseorang merasa stres setelah melewati peristiwa yang traumatik. Ia juga akan sekuat mungkin menghindari atau meminimalisir hal-hal yang memicu traumanya untuk muncul. Misalnya saja seseorang trauma karena anggota keluarganya meninggal karena COVID-19, mereka akan menghindari kerumunan sebisa mungkin atau menjadi hygiene freak yang selalu mencuci tangan setiap habis memegang sesuatu.

Baca juga:

Senographe Care Mammography, Menghilangkan Rasa Tidak Nyaman

Bukan hanya menghindar, mereka juga bisa mengalami mimpi buruk berulang. Mimpi tersebut berkaitan dengan peristiwa menyakitkan yang dialami. Ketika larut dalam masalah, mereka juga akan menjadi kurang produktif.

Trauma bisa membuat orang hancur atau tumbuh (Foto: Pexels/Brett Sayles)
Trauma bisa membuat orang hancur atau tumbuh (Foto: Pexels/Brett Sayles)

Namun peristiwa traumatik tidak selalu membuat terpuruk. Tidak sedikit yang justru bertumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat. "Beberapa kali saya melihat pasien pascatraumatik juga berhasil tumbuh dari kejadian tersebut. Ia belajar sesuatu. Mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Belajar dari pengalaman masa lalu agar tidak terulang di kemudian hari," ujar psikiater dr. Aimee Nugroho, SpKJ.

Peristiwa traumatik tentu tidak semudah itu dilupakan. Apalagi jika ada efek nyata yang ditinggalkan. Kendati demikian, kita bisa memilih untuk berdamai dengan keadaan dan menerima kejadian tersebut.

Baca juga:

Atasi Stres dengan Aktivitas ini

"Kemarahan itu ibarat memegang bara api yang panas. Yang merasakan panas dan sakit adalah diri kita sendiri. Untuk itu lebih baik lepaskan saja," saran Dokter Aimee.

Memaafkan dan berdamai dengan diri sendiri. (Foto: Pexels/Engin Akyurt)
Memaafkan dan berdamai dengan diri sendiri. (Foto: Pexels/Engin Akyurt)

Demikian pula jika trauma tersebut merupakan perbuatan seseorang. Dokter Aimee menyarankan untuk memaafkan orang tersebut. “Kalau kita menyimpan amarah atau dendam, yang sakit kita. Orangnya ngga merasa apa-apa. Maafkan mereka. Bukan untuk mereka tapi untuk kebaikanmu sendiri,” tuturnya. Memaafkan bukan berarti kita memberi kesempatan pada mereka melainkan ekspresi dari mencintai diri sendiri

Ketika kita sudah menerima dan berdamai dengan kenyataan, maka kita akan berhasil keluar dari lingkaran setan bernama trauma. Kita pun berhasil memeluk diri sendiri dan menerima diri kita apa adanya. (Avia)

Baca juga:

Varian Baru Virus Corona Ditemukan di Jepang

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Indonesia
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Hingga kini, belum ada kasus Nipah di Indonesia. Polri menekankan kewaspadaan Polri dan pentingnya komunikasi publik agar masyarakat tidak panik.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Penggunaan ponsel secara berlebihan dalam kondisi minim cahaya memang dapat menimbulkan gangguan kesehatan mata, seperti computer vision syndrome dengan gejala mata lelah, penglihatan kabur, mata merah, mata kering, hingga sakit kepala.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Indonesia
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
kajian kesehatan perlu dilakukan guna Memastikan ikan sapu-sapu layak dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Bagikan