Hezbollah Sebut Konfrontasi dengan Israel Masuki Babak Pertempuran Menuntut Balas
Pemboman oleh tentara Israel, pada 23 November 2023. (Ayal Margolin/JINI melalui Xinhua)
MERAHPUTIH.COM - HEZBOLLAH menyatakan anggotanya berhasil menyerang kompleks industri militer Israel Rafael, di bagian utara Kota Haifa, Minggu (22/9). Serangan itu menandai babak baru konfrontasi antara Hezbollah dan Israel.
"Kami telah memasuki babak baru yang disebut Pertempuran Menuntut Balas," kata Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem, seperti dikutip penyiar Al Mayadeen, dilansir ANTARA, Minggu (22/9).
Serangan pada Minggu itu menjadi balasan dari sederet ledakan perangkat elektronik pekan ini. Lebanon menyalahkan Israel atas peristiwa meledaknya beragam alat komunikasi elektronik tersebut.
Baca juga:
Israel Retas Stasiun Radio Lebanon, Ganggu Siaran Peringatan untuk Warga agar Mengungsi
Sejumlah penyeranta dan walkie-talkie meledak di berbagai wilayah Lebanon pada 17-18 September. Insiden itu menewaskan 45 orang dan melukai lebih dari 3.000 orang lainnya.
Otoritas Israel tidak membenarkan atau pun membantah keterlibatan mereka dalam serangan tersebut. Kepala Pertahanan Israel Yoav Gallant, pada Rabu (18/9), mengumumkan babak baru dalam upaya perang Israel di wilayah tersebut, dengan fokus bergeser ke garis depan wilayah utara negara Zionis itu.(*)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Nyatakan Indonesia siap Berperang Melawan Israel
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
Presiden Lebanon Utamakan Bahasa Negosiasi Ketimbang Perang Hadapi Israel
Disidang dalam Kasus Korupsi, Benjamin Netanyahu Minta Pengampunan dari Presiden Israel
Israel 591 Kali Langgar Gencatan Senjata Sejak 10 Oktober, Tewaskan 357 Warga Palestina