Hendardi: Mutasi Jabatan oleh Jenderal Gatot Cacat Administrasi

Luhung SaptoLuhung Sapto - Rabu, 06 Desember 2017
Hendardi: Mutasi Jabatan oleh Jenderal Gatot Cacat Administrasi

Ketua SETARA Institute Hendardi. (MP/Fadhli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tindakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo melakukan mutasi 85 perwira tinggi (Pati) TNI menjelang akhir masa jabatannya tidak melanggar hukum. Tapi, hal itu dinilai tidak etis karena melanggar kepatutan dalam berorganisasi.

"Jika mengacu pada UU Aparatur Sipil Negara yang mengatur pengisian jabatan-jabatan tinggi madya dan utama yang mensyaratkan adanya pertimbangan dari Tim Penilai Akhir (TPA) dan persetujuan presiden maka mutasi tersebut bisa dianggap cacat administratif," Ketua SETARA Institute Hendardi melalui keterangan tertulis, Rabu (6/12).

Hendardi menegaskan, larangan mutasi di masa akhir jabatan di lingkungan TNI memang tidak detail. Hal itu disebabkan prinsip kepatuhan pada pimpinan dan dianggap sebagai urusan rumah tangga TNI, maka Panglima TNI memiliki kewenangan tak terbatas dalam soal mutasi.

"Karena itu di masa yang akan datang perlu dipikirkan suatu regulasi yang mengikat terkait mutasi di masa transisi kepemimpinan. Belajar dari UU Pilkada dan UU ASN, larangan mutasi itu jelas diatur tata caranya, termasuk larangan mutasi di masa transisi," kata Hendardi menambahkan.

Dalam kaitan kepala daerah larangan itu ditujukan untuk menghindari politicking suatu jabatan dalam kontestasi politik. Menurutnya jabatan Panglima TNI juga harus dipandang sebagai jabatan publik dan politis karena pengisian jabatan ini dilakukan melalui mekanisme politik juga, yakni melalui presiden dan persetujuan DPR.

"Oleh karena itu, mutasi di ujung masa jabatan Gatot Nurmantyo, bisa juga dipandang sebagai bagian dari konsolidasi politik yang mungkin saja menguntung Gatot atau tidak menguntungkan bagi pihak-pihak yang tidak satu visi dengan Gatot," tegas Hendardi.

Terkait mutasi jabatan itu, Hendardi menegaskan, ke depan harus diatur lebih detail, sehingga mutasi yang tidak dikehendaki tidak membuat soliditas dan profesionalitas anggota TNI melemah.

"Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dapat saja meninjau ulang mutasi yang dilakukan Gatot jika penempatan-penempatan perwira itu tidak memperkuat organisasi TNI," tukasnya. (*)

#Ketua SETARA Institute Hendardi #Mutasi TNI #Jenderal Gatot Nurmantyo
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Indonesia
SETARA Institute Sebut Gelar Pahlawan untuk Soeharto Langgar Amanat Reformasi dan Hukum
Ketua Dewan Nasional SETARA Institute menyoroti langkah politik Prabowo menuju rehabilitasi nama Soeharto semakin nyata.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Oktober 2025
SETARA Institute Sebut Gelar Pahlawan untuk Soeharto Langgar Amanat Reformasi dan Hukum
Indonesia
Komisi I DPR Ingatkan Panglima TNI Tak Boleh Main Dua Kaki
Pembatalan mutasi perwira tinggi TNI disebut tidak lazim dan menimbulkan tanya di tengah masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 05 Mei 2025
Komisi I DPR Ingatkan Panglima TNI Tak Boleh Main Dua Kaki
Indonesia
Soal Batalnya Mutasi Letjen Kunto, Komisi I DPR: Jangan Diperpanjang
Wakil Ketua Komisi I DPR RI sebut hal ini merupakan ranah internal TNI.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 05 Mei 2025
Soal Batalnya Mutasi Letjen Kunto, Komisi I DPR: Jangan Diperpanjang
Indonesia
Perpindahan Laksda Kresno dari Matra Laut ke Matra Darat Seperti Kecerobohan
Dalam SK tersebut, terdapat dua hal mencolok yang menjadi sorotan publik
Angga Yudha Pratama - Senin, 05 Mei 2025
Perpindahan Laksda Kresno dari Matra Laut ke Matra Darat Seperti Kecerobohan
Indonesia
Pembatalan Mutasi Letjen Kunto Dikaitkan dengan Desakan Pencopotan Gibran, DPR: Jangan Campurkan Urusan TNI dengan Politik
Anggota Komisi I DPR sebut seharusnya TNI tak mudah digoyah oleh urusan politik.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Mei 2025
Pembatalan Mutasi Letjen Kunto Dikaitkan dengan Desakan Pencopotan Gibran, DPR: Jangan Campurkan Urusan TNI dengan Politik
Indonesia
TNI Bantah Pembatalan Mutasi Letjen Kunto karena Sikap Politik Wapres ke-6 Try Sutrisno
Kapuspen TNI sebut keputusan ini murni dari internal lembaga.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Mei 2025
TNI Bantah Pembatalan Mutasi Letjen Kunto karena Sikap Politik Wapres ke-6 Try Sutrisno
Indonesia
7 Perwira Tinggi Batal Dimutasi, TNI Berdalih ada Tugas yang Belum Rampung
Selain Letjen Kunto, ternyata ada mutasi enam perwira tinggi (Pati) TNI lainnya dibatalkan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Mei 2025
7 Perwira Tinggi Batal Dimutasi, TNI Berdalih ada Tugas yang Belum Rampung
Indonesia
Letjen Kunto Dimutasi dari Jabatan Pangkogabwilhan Tak Lama Pasca Ayahnya Dikaitakan dengan Pencopotan Gibran
Putra dari Wakil Presiden RI periode 1993-1998, Try Sutrisno, itu dirotasi ke jabatan Staf Khusus KSAD.
Frengky Aruan - Kamis, 01 Mei 2025
Letjen Kunto Dimutasi dari Jabatan Pangkogabwilhan Tak Lama Pasca Ayahnya Dikaitakan dengan Pencopotan Gibran
Indonesia
Mutasi Pati TNI, Mayjen Achiruddin Kembali Jadi Danpaspampres
Mayjen Achiruddin kembali jadi Danpaspampres dalam mutasi Pati TNI.
Soffi Amira - Senin, 09 Desember 2024
Mutasi Pati TNI, Mayjen Achiruddin Kembali Jadi Danpaspampres
Indonesia
Letjen Richard Tampubolon Jabat Kasum TNI, Mayjen Mohamad Hasan Ditunjuk Jadi Pangkostrad
Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen Richard Tampubolon kini menjabat sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI.
Mula Akmal - Sabtu, 27 Juli 2024
Letjen Richard Tampubolon Jabat Kasum TNI, Mayjen Mohamad Hasan Ditunjuk Jadi Pangkostrad
Bagikan