Haus Tak Selalu karena Dehidrasi, Diabetes Bisa Mengintai

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 21 Juli 2024
Haus Tak Selalu karena Dehidrasi, Diabetes Bisa Mengintai

Ilustrasi air putih. (Unsplash/Brendan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Merasa haus tak selamanya menandakan tubuh memberikan sinyal kamu kurang minum. Penyakit berat seperti diabetes juga memiliki gejala haus.

Dilansir dari laman Mayoclinic, penderita diabetes kerap merasa haus, yang menjadi gejala umum pada penyakit ini. Bedanya, penderita diabetes akan merasa haus dan diikuti dengan kondisi sering buang air kecil.

Penderita diabetes akan merasa haus karena ginjal dipaksa untuk bekerja berlebihan akibat adanya penumpukan glukosa di dalam darah. Untuk menyerap kelebihan gula tersebut, organ ginjal harus bekerja ekstra.

Ketika ginjal tidak dapat mengimbanginya, gula berlebih akan dibuang ke urine sekaligus membawa serta cairan dari jaringan tubuh. Hal inilah yang memunculkan kondisi dehidrasi, diikuti dengan rasa haus yang sering.

Baca juga:

Paparan Cahaya Terang Ponsel di Malam Hari Tingkatkan Risiko Diabetes

American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan agar orang dewasa memulai skrining diabetes pada usia 35 tahun. Sementara bagi seseorang kelebihan berat badan dan memiliki faktor risiko tambahan untuk pradiabetes atau diabetes tipe 2, ADA mengimbau agar segera melakukan skrining sebelum menginjak usia 35 tahun.

Selain sering mengalami kondisi haus dan sering buang air kecil, tanda seseorang mengidap diabetes biasanya juga mengalami kelelahan karena tingginya kadar gula darah. Hal ini membuat tubuh kesulitan untuk mengubah gula sebagai energi.

Kemudian tanda lain seseorang mengidap diabetes adalah penglihatan kabur. Hal ini terjadi karena kadar gula darah yang tinggi menarik cairan dari jaringan tubuh, termasuk lensa mata.
Jika tidak segera ditangani maka diabetes juga bisa menyebabkan kebutaan.

Penderita diabetes juga sering mengalami kesemutan dan mati rasa pada tangan dan kaki akibat banyaknya gula darah yang memengaruhi sistem kerja saraf. (tka)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Lifestyle
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Abu vulkanis itu bukan debu biasa. Ada campuran silica di dalamnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Bagikan