Hati-Hati Obat Pelangsing Bisa Memicu Berbagai Penyakit
Obat diet tidak efektif menurunkan berat badan. (Foto: Pixabay/Bru-nO)
GALAU karena mikirin timbangan yang enggak pernah turun-turun? Meskipun begitu, jangan pernah berpikir untuk melarikan diri ke berbagai produk pil pelangsin badan ya! Karena satu-satunya cara untuk menurunkan berat badan adalah dengan melakukan defisit kalori dan olahraga rutin.
Melansir dari myfooddiary.com, banyak obat diet yang tidak melalui penelitian FDA atau Food and Drug Administration. Alasannya karena obat diet termasuk ke dalam suplemen makanan yang bisa bebas dijual ke publik tanpa seleksi tertentu. Bisa saja ada kandungan dalam obat diet yang menyebabkan efek samping jangka panjang bagi beberapa orang. Untuk itu, jika kamu ingin menurunkan berat badan, konsultasi terlebih dahulu ke ahli gizi untuk melakukan program diet sehat.
Baca Juga:
1. Tidak efektif
Kebanyakan obat diet hanya ampuh untuk melancarkan pencernaan saja bukan menghancurkan lemak di dalam tubuh. Itu lah mengapa obat diet disebut-sebut kurang efektif untuk menurunkan berat badan. Kamu tetap perlu melakukan defisit kalori pada setiap makanan yang dikonsumsi setiap hari.
2. Memicu penyakit jantung dan stroke
Rata-rata obat diet mengandung penthermine yang akan menyebabkan jantung berdebar lebih cepat dari biasanya. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, otot jantung akan semakin lemah dan pembuluh darah berpotensi pecah sehingga dapat menyebabkan stroke.
Baca Juga:
5 Menu yang Bisa Dicoba untuk Menjalani Diet Mediterania
3. Kecanduan obat diet
Obat diet memang dapat melancarkan pencernaan. Dalam beberapa kasus, mereka yang biasanya kesulitan untuk buang air besar dapat merasakan berat badannya sedikit berkurang karena kotoran yang menumpuk dalam tubuh akhirnya keluar. Tetapi sayangnya hal ini justru akan menyebabkan ketergantungan. Ketika berhenti mengkonsumsi obat diet, tubuh pun akan kembali ke kondisi metabolisme semula. Di sini lah kamu akan memiliki sugesti bahwa hanya dengan obat diet saja berat badanmu bisa berkurang.
4. Gangguan pencernaan
Sesuatu yang terjadi secara berlebihan akan memberikan dampak negatif. Begitu juga halnya dengan obat diet. Pada mulanya ketika baru mengkonsumsi obat diet pencernaan akan semakin lancar. Namun, lama-lama baik usus mau pun lambung akan menjadi rusak karena dipaksa bekerja di luar porsinya. (mar)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk