Kesehatan

Hati-Hati Obat Pelangsing Bisa Memicu Berbagai Penyakit

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 30 September 2020
Hati-Hati Obat Pelangsing Bisa Memicu Berbagai Penyakit

Obat diet tidak efektif menurunkan berat badan. (Foto: Pixabay/Bru-nO)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GALAU karena mikirin timbangan yang enggak pernah turun-turun? Meskipun begitu, jangan pernah berpikir untuk melarikan diri ke berbagai produk pil pelangsin badan ya! Karena satu-satunya cara untuk menurunkan berat badan adalah dengan melakukan defisit kalori dan olahraga rutin.

Melansir dari myfooddiary.com, banyak obat diet yang tidak melalui penelitian FDA atau Food and Drug Administration. Alasannya karena obat diet termasuk ke dalam suplemen makanan yang bisa bebas dijual ke publik tanpa seleksi tertentu. Bisa saja ada kandungan dalam obat diet yang menyebabkan efek samping jangka panjang bagi beberapa orang. Untuk itu, jika kamu ingin menurunkan berat badan, konsultasi terlebih dahulu ke ahli gizi untuk melakukan program diet sehat.

Baca Juga:

Manfaat Madu dan Lemon, Bisa Buat Diet


1. Tidak efektif

pelangsing
Tidak menurunkan berat bada dengan pasti. (Foto: Pixabay/jarmoluk)

Kebanyakan obat diet hanya ampuh untuk melancarkan pencernaan saja bukan menghancurkan lemak di dalam tubuh. Itu lah mengapa obat diet disebut-sebut kurang efektif untuk menurunkan berat badan. Kamu tetap perlu melakukan defisit kalori pada setiap makanan yang dikonsumsi setiap hari.

2. Memicu penyakit jantung dan stroke

pelangsing
Membuat jantung berdebar lebih cepat. (Foto: Pixabay/Myriams-Fotos)

Rata-rata obat diet mengandung penthermine yang akan menyebabkan jantung berdebar lebih cepat dari biasanya. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, otot jantung akan semakin lemah dan pembuluh darah berpotensi pecah sehingga dapat menyebabkan stroke.

Baca Juga:

5 Menu yang Bisa Dicoba untuk Menjalani Diet Mediterania

3. Kecanduan obat diet

pelangsing
Menyebabkan kecanduan. (Foto: Pixabay/EmilianDanaila)

Obat diet memang dapat melancarkan pencernaan. Dalam beberapa kasus, mereka yang biasanya kesulitan untuk buang air besar dapat merasakan berat badannya sedikit berkurang karena kotoran yang menumpuk dalam tubuh akhirnya keluar. Tetapi sayangnya hal ini justru akan menyebabkan ketergantungan. Ketika berhenti mengkonsumsi obat diet, tubuh pun akan kembali ke kondisi metabolisme semula. Di sini lah kamu akan memiliki sugesti bahwa hanya dengan obat diet saja berat badanmu bisa berkurang.

4. Gangguan pencernaan

pelangsing
Terjadi kerusakan pada pencernaan. (Foto: Pixabay/Alexas_Fotos)

Sesuatu yang terjadi secara berlebihan akan memberikan dampak negatif. Begitu juga halnya dengan obat diet. Pada mulanya ketika baru mengkonsumsi obat diet pencernaan akan semakin lancar. Namun, lama-lama baik usus mau pun lambung akan menjadi rusak karena dipaksa bekerja di luar porsinya. (mar)

Baca Juga:

Kenali Fakta Diet Militer yang Dianggap Ekstrem dan Instan

#Kesehatan #Tubuh Langsing #Diet #Pil Diet
Bagikan
Ditulis Oleh

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.

Berita Terkait

Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Bagikan