Hati-hati, di Facebook Ada Penipu Berkedok Tentara Amerika

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 01 September 2015
Hati-hati, di Facebook Ada Penipu Berkedok Tentara Amerika

Akun palsu Monica Lin Brown (faceboo.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih Internet – Ada-ada saja cara orang melakukan penipuan, terutama di ranah media sosial. Belum lama, akun Facebook Monica Lin Brown menjadi pembicaraan. Akun tersebut secara aktif mengajukan pertemanan kepada facebookers untuk memperkenalkan diri.

Akun yang bernama Monica Lin Brown selalu memperkenalkan diri secara direct messege (langsung) kepada akun Facebook di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

"I am Sgt Monica Lin Brown from US Army and presently in Afghanistan for peace keeping in Afghanistan," begitu tulis akun tersebut ketika merahputih.com mencoba menelusuri siapa gerangan pemilik akun tersebut.

Sebagai informasi, di dunia nyata, nama Lin Brown memang benar adalah seorang prajurit tentara Amerika Serikat dengan pangkat sersan.

Seperti dikutip dari Associated Press (AP), Sersan Lin Brown bertugas di Afganistan sebagai petugas kesehatan. Ia mendapatkan bintang perak atas tugas dan dedikasinya saat menjalani misi perdamaian. Lin, merupakan perempuan kedua sejak perang dunia kedua yang menerima penghargaan tersebut.

Monica Lin Brown dianggap telah menyelamatkan banyak tentara setelah ledakan bom saat konvoi di kawasan Paktia, April 2007.

Di akun Facebook Monica Lin Brown, memang ditampilkan beberapa foto saat ia bertugas di Afghanistan dan menerima penghargaan bintang perak.

Perkenalan dengan akun Monica Lin Brown kemudian berlanjut dengan meminta e-mail. Kemudian akun tersebut mengirim e-mail [email protected] yang isinya meminta bantuan atas bisnis minyak yang dilakukan diam-diam di Iraq dan mendapatkan keuntungan dari saham sekitar USD 10,5 juta dolar. Ia berencana menyimpan sebagian dana tersebut ke rekening orang lain karena sebagai prajurit, dinas tentara Amerika Serikat pasti akan mencurigainya.

Di akhir surat elektroniknya itu, ia berharap tidak diberitahukan tentang isi surat tersebut karena sangat berbahaya bagi kariernya.

Hasil penelusuran merahputih.com, seperti yang dikutip dari romancescam.com, akun tersebut adalah palsu. Artinya bukan dimiliki Monica Lin Brown. Alamat IP yang terdaftar terletak di kawasan Mesir. Menurut para penulis di situs komunitas itu, diduga ada orang yang ingin menipu dengan iming-iming keuntungan besar. (wan)

 

 

Baca Juga:

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Penipuan dan Perdagangan Internasional

Terungkap Modus Baru, Penipuan melalui Kencan

Banyak Penipuan Mengatasnamakan Dirinya, Chelsea Siap Polisikan Pelaku

Tips dan Solusi Hindari Penipuan di ATM

BPOM: 300 Situs Internet Penjual Obat Berbahaya Diblokir

 

#Monica Lin Brown #Internet #Heboh Di Internet #Penipuan Investasi
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
Masyarakat yang bekerja memiliki kontribusi penggunaan internet terbesar dengan penetrasi mencapai 84,9 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
Indonesia
Pembatasan Akun Anak Berlaku: X & Bigo Live Paling Patuh, Grup Meta Masih 'Bandel'
Untuk penerapan awalnya berlaku kepada delapan platform digital yaitu YouTube, TikTok, Facebook, Threads, Instagram, X, Bigo Live, dan Roblox.
Wisnu Cipto - Sabtu, 28 Maret 2026
Pembatasan Akun Anak Berlaku: X & Bigo Live Paling Patuh, Grup Meta Masih 'Bandel'
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Layanan Internet Digratiskan Selama Bulan Ramadan
Informasi yang menyebut adanya program internet gratis selama Ramdaan 1477 H tengah viral di media sosial.
Frengky Aruan - Selasa, 03 Maret 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Layanan Internet Digratiskan Selama Bulan Ramadan
Berita Foto
Indosat Hadirkan Program #LebihBaikIndosat Sambut Idul Fitri 1447 H
SVP-Head of Corporate Communications Ovidia Nomia, SVP-Head of Network Operations Raden Tofan saat meluncurkan #LebihBaikIndosat di Jakarta (20/2/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 20 Februari 2026
Indosat Hadirkan Program #LebihBaikIndosat Sambut Idul Fitri 1447 H
Indonesia
Kabar Gembira, Bakal Ada Layanan Internet Murah Bagi 10,8 Juta Rumah Tangga
Kemkomdigi terus mengupayakan agar layanan akses internet murah dengan kecepatan lebih dari 100 Mbps tersedia di daerah pelosok yang sudah terjangkau jaringan fixed broadband.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Januari 2026
Kabar Gembira, Bakal Ada Layanan Internet Murah Bagi 10,8 Juta Rumah Tangga
Indonesia
DPRD DKI Desak Penyaringan Konten Kekerasan, Minta Pemprov Gandeng Komdigi untuk Hindari Overblocking
DPRD DKI mendorong Pemprov menggandeng Komdigi untuk merumuskan aturan penyaringan konten kekerasan, tanpa membatasi akses internet bagi pelajar.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 November 2025
DPRD DKI Desak Penyaringan Konten Kekerasan, Minta Pemprov Gandeng Komdigi untuk Hindari Overblocking
Indonesia
Cloudflare Alami Gangguan Global, Ribuan Situs dan Layanan Internet Terdampak
Cloudflare mengalami gangguan global pada 18/11, menyebabkan ribuan situs dan layanan digital seperti X, Canva, dan ChatGPT tidak dapat diakses.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 18 November 2025
Cloudflare Alami Gangguan Global, Ribuan Situs dan Layanan Internet Terdampak
Indonesia
Penjelasan Operator Sisa Kuota Internet Hangus Saat Beli Paket Anyar
Saat jaringan seluler masih menggunakan teknologi 2G, skema yang digunakan operator adalah biaya internet dihitung berdasarkan kuota yang terpakai atau konsep pay as you use (PAYU).
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 Juli 2025
Penjelasan Operator Sisa Kuota Internet Hangus Saat Beli Paket Anyar
Dunia
YouTube dan Regulator Australia Berpolemik tentang Larangan Anak Di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial, Saling Adu Data
Regulator internet Australia dan YouTube berselisih soal rencana larangan anak di bawah 16 tahun mengakses media sosial. Siapa sebenarnya yang melindungi anak-anak?
Hendaru Tri Hanggoro - Selasa, 24 Juni 2025
YouTube dan Regulator Australia Berpolemik tentang Larangan Anak Di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial, Saling Adu Data
Indonesia
Komisi VI DPR Bakal Panggil Telkom Group dan Telkomsel Buntut Kuota Internet Hangus
Komisi VI DPR akan memanggil Telkom Group dan Telkomsel. Hal itu buntut dari kebijakan kuota internet yang hangus setelah masanya berakhir.
Soffi Amira - Rabu, 11 Juni 2025
Komisi VI DPR Bakal Panggil Telkom Group dan Telkomsel Buntut Kuota Internet Hangus
Bagikan